Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Ibu Sakit, Anak Putus Sekolah Masih Sisakan Utang, Maryati Bingung Cari Uang

Ibu Sakit, Anak Putus Sekolah Masih Sisakan Utang, Maryati Bingung Cari Uang

Memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga bagi Maryati (42 tahun) dirasa sangat berat. Bisa makan nasi saja sudah sangat bersyukur. Maklumlah, janda yang tinggal bersama dua orang anak dan seorang ibunya itu hanyalah berprofesi sebagai tukang cuci setrika. 

Penghasilan warga Cilebut Timur, Sukaraja, Bogor, tersebut sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per hari. Sayangnya, uang sebanyak itu tidak setiap hari ia dapatkan karena tidak setiap hari pula tetangga membutuhkan jasanya.

(Maryati dan Ibunya)

(Maryati dan Ibunya)

Kedua anaknya belum dapat membantu mencari uang. Sedangkan ibunya, Maemunah (70 tahun), fisiknya sudah lemah dan sakit-sakitan sehingga tak dapat bekerja. Apa lagi kini matanya sudah rabun.

Selain harus menanggung kebutuhan sehari-hari, Maryati pun harus mendapatkan uang untuk biaya berobat ibunya. Pasalnya, sang ibu menderita berbagai penyakit. Salah satunya adalah rabun mata sehingga Maemunah tidak bisa melihat dengan jelas dan yang parahnya adalah penyakit paru-paru yang sudah dideritanya sejak lama.

Sedangkan anak pertama Maryati terpaksa putus sekolah SMP akibat tidak ada biaya. Tapi masalah tak berhenti di situ. Karena utang Rp 17 juta kepada beberapa tetangga untuk menutupi biaya awal masuk SMP anaknya tersebut belum juga dibayar. Sembari masih terjebak dalam utang yang cukup besar, Maryati masih harus berjuang agar anak keduanya tidak putus sekolah juga.

Untuk mengurangi beban keluarga Maryati, BWA mengajak kaum Muslimin menyalurkan zakat harta melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) sehingga bisa menutupi utangnya, membiayai berobat ibunya dan membantu biaya makan sehari-hari dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, tentu saja kewajiban zakat para muzaki (penunai zakat) tertunaikan.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan para muzaki dengan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin.[]

 

Nilai Zakat Harta yang Diperlukan :

Rp.15.200.000

Patner Lapangan:

Mahathir Qathafi

 

#BWA #ZakatPeertoPeer #ZPP

Ibu Sakit, Anak Putus Sekolah Masih Sisakan Utang, Maryati Bingung Cari Uang

Update #1: Terimakasih, Zakat Bapak/Ibu Bantu Biayai Berobat Ibunda dan Hutang Cicilan Sekolah Anak Saya

Tidak pernah terbayangkan oleh Maryati sebelumnya, bahwa ia akhirnya mampu membayar biaya berobat Ibunya dan biaya sekolah anaknya. Maklum, Maryati yang hanya bekerja sebagai sebagai tukang cuci seterika, penghasilannya jauh dari kata mencukupi. Namun keyakinannya bahwa rahmat dan rizki Allah itu luas, tidak membuatnya menyerah. Alhamdulillah Maryati dipertemukan dengan BWA, sebuah lembaga filantropi yang salah satu programnya adalah zakat untuk membantu orang-orang seperti dirinya.

(Penyerahan Donasi Zakat)

(Penyerahan Donasi Zakat)

“Sudah lama sekali saya tidak mendengar kabar terkait permohonan bantuan saya ke BWA. Ketika pada akhirnya saya menerima bantuan yang pertama, Alhamdulillah senang sekali. Apalagi ketika penyaluran yang kedua dan seterusnya. Rasa bahagianya tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Alhamdulillah sekali,” ucap Maryati dengan mata berkaca-kaca.

Donasi zakat dari BWA digunakan untuk pengobatan Ibunya yang tengah mengidap penyakit jantung. “Susah cari infusan untuk ibu saya yang sudah berusia 71 tahun. Ada BWA (prosesnya) menjadi lebih mudah,” ujar Maryati. Donasi tersebut juga digunakan untuk pendidikan anak keduanya, Muhammad Febriyansyah, yang duduk di kelas 1 SMK Jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK Taruna Bogor. “Ada BWA menjadi lebih memudahkan bagi saya untuk bayar sekolahan,” tambah Maryati. Selain itu, donasi pun dipakai untuk biaya hidup sehari-hari.

Saat ini Maryati masih sibuk menjadi buruh cuci. Sejatinya Maryati ingin bekerja sebagai buruh pabrik, yang tentunya penghasilan yang didapat lebih besar, namun karena ibundanya sakit-sakitan, Maryati mengurungkan niatnya.

“Saya senang sekali dan begitu bahagia, Dengan bantuan dari BWA dan para muzakki ini, saya merasa sangat tertolong. Bantuan ini sangat membantu dan bermanfaat bagi saya dan keluarga saya. Terima kasih telah membantu saya dan keluarga saya. Saya berterimakasih sebanyak-banyaknya. Saya merasa tertolong sekali,” tutur Maryati.

“Kepada para muzakki, saya ucapkan banyak terima kasih. Saya berdoa mudah-mudahan para donatur selalu diberikan kesuksesan, keberkahan, dan kesehatan dalam menjalani kehidupan di dunia,” tambah Maryati seraya mendoakan kebaikan.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.