Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Ika Kebingungan Bayar Utang Berobat Almarhum Suami

Ika Kebingungan Bayar Utang Berobat Almarhum Suami

Dengan derai air mata, Ika Supartika (40 tahun) kerap mendoakan almarhum suaminya, Agus Priyo Basuki (50 tahun) yang meninggal pada 5 Juli 2020 dengan vonis dokter strok dan sindrom disfungsi multiorgan (multiple organ dysfunction syndrome/MODS), mulai dari sakit jantung, paru-paru, ginjal, maag dan lainnya.

Semasa hidupnya, sang suami sangat jarang mengeluhkan sakit. Sehingga Ika sama sekali tak menyangka sebanyak itu penyakit yang diderita almarhum. Masalah serius baru diketahui ketika Agus shalat berjamaah Magrib di malam takbiran Idul Fitri 1441 H lalu.

(Ika dan Ketiga Anaknya)

(Ika dan Ketiga Anaknya)

Agus tak bisa menggerakan tubuhnya saat bangun dari sujud karena kakinya merasa kaku. Seluruh tubuhnya makin terasa sakit dan bengkak-bengkak di kaki semakin parah. Pedagang mie ayam dan tahu tersebut jatuh pingsan.

Bengkak-bengkak di kaki bermula sejak awal Ramadhan. Warga Puskopad, Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat, tersebut tak tahu apa penyebabnya, yang jelas sejak beberapa bulan sebelumnya sering telat makan siang saat berjualan. 

Maklumlah dagangan yang ia usahakan bersama istrinya itu sering sepi. Bisa 20 mangkuk sehari saja itu sudah dianggap laris sekali. Karena tak jarang hanya laku beberapa mangkuk saja atau bahkan tak laku sama sekali. Tahunya juga demikian. Sudah ia jajakan sejak pagi hingga sore tapi sering juga tak habis. 

(Usaha Mie Ayam Ibu Ika)

(Usaha Mie Ayam Ibu Ika)

Maka di hari raya lebaran itu, ia pun dilarikan oleh istri dan saudaranya ke sebuah klinik di Sumedang kota. Dokter klinik menyatakan Agus terlalu gemuk alias obesitas dan tekanan darahnya sangat tinggi dan ada penyakit lambung.

Setelah tiga pekan berobat jalan, hasil lab keluar, dokter klinik menyatakan Agus mengidap jantung CHF dan CAD. Bila bengkak di kaki sampai pusarnya tak menurun, dalam tiga hari maka harus dirujuk ke RSUD Sumedang.

Karena rasa sakit di sekujur tubuh tak berkurang, bengkak-bengkak pun tak jua mengempis, bahkan area bengkak pun terus bertambah, maka pada 12 Juni 2020, dilarikan ke RSUD Sumedang, namun ditolak lantaran semua kamar sudah penuh. 

Ia pun dibawa ke RS Pakuwon Sumedang hanya saja kelas dua dan tiganya juga penuh, akhirnya ia pun dirawat di kelas 1. Setelah dua hari dirawat, hasil lab keluar, Dokter Pakuwon menyimpulkan Agus mengidap penyakit TB Paru.

Ia pun diperbolehkan rawat jalan dengan tetap kontrol sepekan sekali selama enam bulan ke depan. "Kontrol di awal untuk bisa mengeluarkan cairan karena masih bengkak hampir di sekuruh badan," ujar Ika. 

Namun penyakitnya semakin parah dan Agus sering kehilangan kesadaran diri. Bahkan kepada anak istrinya terkadang tak kenal. Ketika kesadarannya muncul, ia meminta maaf kepada anak, istri, tetangga dan saudara-saudaranya yang datang menjenguk atau pun melalui video call WA. Setelah itu kesadaran dirinya hilang lagi. Keluarga pun panik akhirnya Agus dibawa ke RS Santosa di Bandung pada Jumat, 3 Juli 2020.

Seperti yang disinggung di atas, hasil lab menyimpulkan Agus mengidap sindrom disfungsi multiorgan. Ketika hendak ditangani lebih lanjut, Allah SWT keburu memanggilnya. Ia pun berpulang pada Ahad, 5 Juli sekira pukul 20.30 WIB. Esoknya, Almarhum dimakamkan di Tanjungsari, Sumedang.

Di tengah kesedihan ditinggal suami, Ika pun kini bingung untuk membayar utang semua biaya pengobatan suaminya yang jumlahnya puluhan juta rupiah. Belum lagi memikirkan biaya anak pertamanya yang sedang kuliah, anak kedua yang masuk SMP dan anak ketiga yang masih SD. 

Tak mau berlarut dalam duka, ia pun ingin bangkit dengan usaha membuka warung dan mi ayam lagi. Namun sayangnya modal sama sekali tiada.

Untuk mengurangi beban keluarga Ika, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) sehingga semua utang biaya pengobatan suaminya terpenuhi dan memiliki modal untuk kembali buka warung dan jualan mi ayam untuk menyambung hidup serta membiayai sekolah ketiga anaknya.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan: 

Rp.55.348.000

Mitra Lapangan:

Dadan

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK

Ika Kebingungan Bayar Utang Berobat Almarhum Suami

Update #1: Ika Masih Berusaha Melunasi Hutang Almarhum Suami

Setahun lebih almarhum Agus Priyo berpulang ke pangkuan Allah SWT, tepatnya pada 5 Juli 2020 akibat komplikasi penyakit berat yang ia derita. Almarhum meninggalkan istri dan ketiga anaknya, keseluruhan anak-anaknya masih membutuhkan biaya untuk meneruskan pendidikan. Kini peran almarhum digantikan oleh Ika Supartika (41 tahun, istri), yang kerap disapa Ika.

Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari Ika sempat melanjutkan usaha almarhum suaminya menjual mie ayam. Namun, hasil yang didapat sangat minim bahakan tidak ada sama sekali karena ia hanya bisa berjualan di rumah, tidak keliling dengan sepeda motor seperti yang dilakukan almarhum suaminya dahulu.

(Bantuan Donasi diterima Langsung oleh Ibu Ika)

(Bantuan Donasi diterima Langsung oleh Ibu Ika)

Paska kepergian almarhum, Ika memiliki kewajiban untuk melunasi hutang yang dahulu ia pinjam dari saudara dan tetangga untuk kebutuhan almarhum ketika menjalani perawatan di rumah sakit. Hutang yang harus dibayarkan jumlahnya senilai puluhan juta.

Alhamdulillah, BWA dua kali menyalurkan donasi yang terkumpul dari para donatur. Donasi tahap awal yang diterima Ika ia gunakan untuk mencicil hutang almarhum, meski belum keseluruhannya hutang dapat dibayarkan. Beberapa bulan selanjutnya BWA kembali menyalurkan bantuan kepada Ika, bantuan yang disalurkan kali ini ditujukan untuk menambah modal usaha Ika berjualan bahan sembako di rumahnya.

Mendapati donasi dari para donatur BWA, membuat Ika bahagia dan sangat bersyukur, tak kuasa ia menahan air mata ketika ia mendapati kaum muslimin yang mau membantu dan  meringankan bebannya.

(Bantuan Digunakan untuk Modal Usaha)

(Bantuan Digunakan untuk Modal Usaha)

“Terimakasih, kepada donatur Alhamdulillah saya sangat terbantu, sebab hutang-hutang saya sedikit bisa terbayarkan. Sekali lagi saya ucapkan Jazakumullah Khoiran Katsira, hanya Allah SWT yang dapat membalas kebaikan kalian semua,” tutur ika dengan berurai air mata.

Perjuangan Ika untuk melunasi hutang almarhum suami belum terhenti, sebab hutang belum lunas keseluruhannya. Mendapati hal ini, BWA kembali mengajak kepada donatur untuk membantu Ika hingga hutang-hutangnya terlunasi. Semoga niat baik kita digantikan pahala terbaik oleh Allah SWT karena kita mau membantu sesama, Aamiin.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.