Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Indah Harti Septiani, Bersekolah Sambil Membantu Ibundanya Membuat Mute (Asesories)

Di sebuah kontrakan kecil di bilangan Ciracas Jakarta Timur, tinggal seorang gadis bernama Indah Harti Septiani (17) bersama ibunya, Lasinah. Indah sudah ditinggal wafat ayahnya sejak usia 9 tahun. Putri kedua pasangan ibu Lasinah dan almarhum bapak Ramli Hidayat ini termasuk ulet dan rajin. Di sela-sela belajarnya di jurusan Administrasi Perkantoran SMK Wijaya Kusuma Mandiri Ciracas Jakarta Timur, Indah membantu ibunya bekerja membuat mute.

Di hari biasa, mute dikerjakan dari jam tujuh sampai sebelas malam. Pada hari libur, bahkan sampai jam satu dini hari. Lima puluh rupiah adalah upah yang diterima ibu Lasinah dan Indah untuk setiap mute yang berhasil dibuat. Melalui pekerjaan ini, ibu Lasinah dan Indah memperoleh rata-rata dua ratus lima puluh ribu rupiah per bulannya.

Selain membuat mute, ibu Lasinah juga bekerja sebagai pembuat kue di rumah makan Camu-Camu (masakan Manado) yang berlokasi di kawasan Blok A, Jakarta Selatan. Berangkat jam enam pagi dan pulang jam lima sore dilakoninya setiap hari demi memperoleh penghasilan empat ratus ribu rupiah per bulan.

Demikian fragmen kehidupan Indah dan ibunya. Di keheningan malam Indah sering mengadu kepada Allah SWT tentang kesulitannya, sebagaimana ia tuturkan kepada Tim Indonesia Belajar, “Ya, sedih juga ditinggal bapak, tapi saya mesti bersabar dan tetap semangat, tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan selalu berdoa; pasti Allah SWT menolong hambanya yang sabar”.

Mari kita bantu Indah menyelesaikan sekolahnya di SMK Wijaya Kusuma Mandiri, semoga donasi yang Anda berikan bisa membantunya mewujudkan kehidupan Indah dan ibunya menjadi lebih baik.

 

Donasi yang dibutuhkan:

Rp. 6.520.000,- (Enam Juta Lima Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah)

Indah Harti Septiani, Bersekolah Sambil Membantu Ibundanya Membuat Mute (Asesories)

Update #1: Pelunasan Biaya SPP dan UN

Alhamdulillah, biaya Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) dan Ujian Negara (UN) sebesar Rp 3.120.000,- sudah diberikan oleh Muhammad Yatno dari Indonesia Belajar Badan Wakaf Al-Quran (BWA) kepada bendahara SMK Wijaya Kusuma Mandiri Ciracas Jakarta Timur pada 25 Oktober 2012.

 

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.