Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Innalillahi: Zaenal, Pedagang Kecil Ini Rumahnya Kebakaran dan Hartanya Dijarah

BWA-ZPP. Sudah sebulan Zaenal Arifin (44 tahun) dan istrinya, Een Zaenah (34 tahun), tidur di tenda bekas reruntuhan bangunan tempat tinggalnya lantaran rumahnya kebakaran dan hartanya dijarah, Kamis (6/11) di Jalan Perjuangan No 65 RT 06 RW 10 Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.

Zaenal Pedagan Kecil Rumahnya Terbakar Hartanya Di JarahZaenal (kiri) saat ditemui tim BWA, Heri (Kanan) di tenda tempat tinggal mereka, Jl Perjuangan No 65 RT 06 RW 10 Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. 

Rumah pedagang kue dan makanan ringan kecil-kecilan tersebut bersama puluhan rumah warga lainnya pada 6 Oktober pukul 08.30-11.00 WIB dilalap si jago merah. Dahsyahnya api berkobar selama satu jam kemudian berkurang dan padam setelah pemadam kebakaran turun tangan.

Entah murni kelalaian atau sengaja dibakar belum diketahui, yang jelas tanah yang ditinggali Zaenal dan puluhan keluarga lainnya tersebut memang merupakan tanah merah (tanah tak bertuan yang kerap menjadi sengketa).

Zaenal dan istrinya membuat tenda alakadarnya persis di bekas reruntuhan. Tenda tersebut beralaskan tiker plastik beratapkan terpal, tanpa aling-aling samping kanan kiri. Jika hujan datang maka air tampiasnya membasahi alas. Belum lagi jika ada binatang dan lain sebagainya yang sewaktu-waktu bisa mengancam.

TEnda Ala Kada Zaenal BWA ZPP

Tenda ala kadar dibuat Zaenal bersama istri untuk menjaga barang-barang yang masih tersisa.

“Alhamdulilah kalau anak-anak sudah dititipkan di Ponpes cabang Gontor di Garut tempat saya mondok dulu,” ujar ayah dari Agus Slamet Rizki (14 tahun) dan SM Ghani ABA (10 tahun).

Zaenal dan istri berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pada 1993 merantau ke Jakarta sebagai penjahit. Sejak 2004,  dipercaya menjadi pengurus masjid di RSPAD. Namun karena gaji dari mengelola masjid tidak bisa menutupi biaya hidup yang semakin mahal maka pada 2010, Zaenal pindah ke tanah merah tersebut dan berjualan kopi keliling. Sedangkan berjualan kue dan makanan ringan yang dia distribusikan ke warung-warung baru berjalan enam bulan terakhir.

Selain ketiadaan uang, Zaenal bertahan di tenda tersebut lantaran menjaga sebagian barangnya yang masih tersisa. “Kalau saya tinggal barang-barang ini takut hilang, soalnya waktu kebakaran kemarin juga rumah saya sempat dijarah dulu,” ungkapnya sedih.

Bagi Zaenal, barang-barang yang terbakar dan dijarah itu cukup bernilai di antaranya berupa beberapa komputer yang ia kumpulkan untuk membuka pesantren enterpreuner dan makanan ringan siap kemas. “Jika saya hitung, sekitar 30 juta lah saya  ruginya,” bebernya.

Usaha kecil-kecilan yang baru dirintisnya kini harus mulai dari nol lagi. Karena banyak bahan baku kue yang terbakar. “Tapi kalau untuk makan saya masih ada simpanan kue di warung-warung yang belum saya ambil uangnya,” ungkapnya. Tetapi untuk modal berjualan lagi? Ia hanya menggelengkan kepala.

Melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menggalang dana zakat (maupun donasi) dari kaum Muslimin  untuk modal usaha makanan ringan dan mengontrak rumah selama satu tahun. Dengan demikian, diharapkan masalah yang dihadapi Zaenal menjadi lebih ringan dan Allah SWT pun meringkankan beban kita di dunia ini terlebih di akhirat kelak. Aamiin.[]

Donasi yang dibutuhkan:

Rp 18.300.000,- (modal usaha makanan ringan dan kue Rp 6.300.000,- mengontrak rumah selama satu tahun Rp 12.000.000,-).

Mitra lapang:

Alimudin Baharsyah

Innalillahi: Zaenal, Pedagang Kecil Ini Rumahnya Kebakaran dan Hartanya Dijarah

Tempat Tinggal Baru & Harapan Baru Bapak Zaenal

BWA-ZPP. Setelah 2 bulan menjalani proses pengerjaan, Alhamdulilah pembangunan rumah pak Zenal yang terbakar sudah mencapai 80 %. “Saat ini tinggal 20 % lagi pak.” Ungkapnya kepada Tim Badan Wakaf Al Quran (BWA). Dan saat ini sudah mulai ditempati setelah hampir 4 bulan zenal tidur dibawah tenda didepan reruntuhan rumahnya.

ZPP- Zaenal

TIM Badan Wakaf Al - Qur'an saat survei rumah Bapak Zaenal yang sudah mencapai 80%.

Semenjak rumahnya terbakar pada bulan oktober lalu, Zenal tidak pernah menyangka rumahnya bisa dibangun kembali. Bahkan saat ini bangunannya lebih layak untuk ditinggali jika dibandingkan dengan bangunan sebelumnya.

“Setelah selesai dibangun kami akan segera menjadikannya tempat belajar mengajar ngaji anak-anak sekitar” cerita zenal. Rencana itu memang sudah jauh-jauh disusunnya, namun belum kunjung terlaksana karena masalah pasilitas tempat yang tidak memadai.

“Semoga kebaikan dari para muzakki dan donatur yang telah membantu meringankan beban kami mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah swt di dunia dan akhirat, dan semoga dianugrahi kelancaran usaha dan kesehatan keluarga.” Doa zenal untuk seluruh orang-orang yang telah membantunya.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.