Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Istri Melahirkan Prematur dan Dicesar, Sanusi Kelabakan Cari Pinjaman, Ayo Bantu...

BWA-ZPP. Sanusi (31 tahun) benar-benar  kaget bukan alang kepalang mendengar keputusan dokter bahwa istrinya harus melahirkan secara prematur dan bahkan dicesar lagi. 

zpp sanusi

Jum’at 22 Mei pukul sepuluh malam, pada usia kandungan 31 pekan (tujuh bulan), istri tercinta Rita Harum Ambarwaty (28 tahun) mengalami pecah ketuban. Karena bidan langganannya angkat tangan, Rita pun diboyong ke RS Esnawan Antariksa. Menurut dr Dzakaria, penyebabnya karena kecapekan. 

Rita pun diopname untuk menguatkan paru-paru dan organ lain si janin. Namun, empat hari kemudian air ketuban mengering. Demi keselamatan ibu dan anak, maka pada Senin, 25 Mei pukul 08.00 WIB, dokter mengambil tindakan cesar.

Setelah melahirkan, esoknya Rita dibolehkan pulang dari RS untuk dirawat lanjut di bidan langganannya selama tiga hari. Namun anak laki-lakinya yang baru lahir tersebut masih di rumah sakit mendapatkan perawatan khusus selama 10 hari.

Berat badan bayi yang diberi nama Ahnaf Alfatih ketika lahir 1850 gram x 41 cm (sebesar tangan orang dewasa). “Anak saya harus diberi perawatan khusus, salah satunya dimasukan ke inkubator agar tetap hangat karena terlahir prematur,” ujar Sanusi.

Untuk meningkatkan berat badan bayi, maka diberi susu botol khusus bayi dibawah satu tahun. “Alhamdulilah setelah sering diberi susu sekarang mulai membaik namun masih sering batuk dan kedinginan, terakhir ditimbang kurang lebih 1900 gram,” katanya.

Warga Jalan Gelanggan Remaja RT 001/005 No. 25 Kampung Makasar Kelurahan Makasar Kecamatan Makasar, Jaktim, benar-benar tidak menyangka akan jadi begini. “Kala itu, saya sedang manabung di celengan untuk lahiran 2 bulan ke depan, ternyata lahir 2 bulan lebih awal dan harus dicesar pula. Uang yang terkumpul saat itu hanya 2,4 juta,” ujar karyawan swasta yang penghasilannya mentok se-UMR.

Sanusi khawatir dan panik tidak bisa membayar biaya perawatan yang begitu besar, apalagi uang yang ditabungnya sejak bulan pertama kehamilan istri langsung habis untuk biaya akomodasi.

“Akhirnya, untuk menutupi biaya cesar yang begitu besar, sekitar Rp 12.9 juta, saya sekuat tenaga harus pontang-panting ke sana kemari cari pinjaman. Walau agak sulit akhirnya Allah memudahkan urusan saya. Pinjaman dari bos, teman istri dan teman saya kerabat dekat dan jauh akhirnya terkumpulah sejumlah uang untuk melunasi biaya RS,” beber lelaki yang kini kebingungan bagaimana membayar utang yang sebagiannya sudah jatuh tempo tersebut.

Untuk meringankan beban keluarga Sanusi, melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menggalang dana zakat harta (dan donasi) dari kaum Muslimin. Sehingga kewajiban zakat Anda tertunaikan dan masalah utang Sanusi terselesaikan. Dan semoga pahala dari Allah SWT terlimpah kepada kita semua karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Nilai Zakat Harta (dan Donasi) yang diperlukan:

Rp 8.000.000,- (untuk melunasi biaya cesar)

Mitra Lapang:

Alimuddin Baharsyah

Istri Melahirkan Prematur dan Dicesar, Sanusi Kelabakan Cari Pinjaman, Ayo Bantu...

Update #1 : Kekurangan Biaya Cesar dan Perawatan Rita Telah Terpenuhi

BWA-ZPP. Alhamdulilah, pada tanggal 15 Oktober 2015 BWA telah menyalurkan donasi kepada Rita Harum Ambarwati untuk membayar kekurangan biaya cesar dan perawatan anaknya.

ZPP - Sanusi

Sementara itu, Rita menyampaikan tentang kondisi anaknya yang saat ini semakin membaik, “Alhamdulilah anak saya sehat” tutur Rita. Tak lupa dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. “saya doakan semoga Allah menerima amal ibadahnya, menggantinya dengan rezeki yang berlimpah dan menjadikan mereka orang yang bertakwa, amiin” doa Rita untuk para donatur dan muzakki.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.