Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Ivansyah, Pasien Thalasemia Harus Berobat Rutin

Ivansyah, Pasien Thalasemia Harus Berobat Rutin

Wiryawan (42 tahun) yang berprofesi tukang ojek langganan mengantar guru pulang pergi ke sekolah banting stir menjadi juru parkir sejak pandemi Covid-19. Hal itu dilakukannya lantaran si guru kerap berada di rumah dan mengajar pun secara daring (online).

Untung saja ada rekannya yang mengajak sebagai juru parkir sehingga ia tak sempat menganggur. Namun penghasilan lebih kecil dibanding penghasilan sebelumnya, karena yang parkir pun sedikit. Meski begitu ia tetap menjalaninya karena ngojek di masa pandemi juga tak kalah sepinya.

(Ivansyah Idap Thalasemia)

(Ivansyah Idap Thalasemia)

Hidup susah dan sering merasa lapar bagi Wiryawan dan istrinya, Nurlaila (33 tahun) merupakan hal biasa yang dengan sabar dijalani. Terkadang meminjam uang untuk sekadar bisa makan bila parkiran sedang sepi. Hal itu tetap disyukuri karena bila parkiran sedikit ramai, utang makan pun dibayar.

Namun yang menjadi beban pikiran pasangan suami istri ini adalah bagaimana memenuhi biaya kontrol dan berobat buah hati mereka yakni Muhammad Ivansyah (6 tahun) yang mengidap talasemia (kelainan sel darah merah) sejak usia 9 bulan. Karena meskipun Wiryawan ikut BPJS, namun kadang obat-obatan Ivansyah seperti feriprox, asam folat dan vitamin E harus ditebus dengan biaya sendiri bila sedang tidak tersedia di rumah sakit.

Apalagi tiap tiga pekan sekali, anaknya itu harus kontrol ke RS Hermina Jatinegara untuk mendapatkan transfusi darah dan obat-obatan. Makanya, sebelum membawa anaknya kontrol, Wiryawan kerap meminjam uang, untuk jaga-jaga obat yang diperlukan sedang kosong di RS.

Sekarang, warga Jalan J No. 30 RT 6/10, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan kebingungan bagaimana membayar utang biaya berobat anaknya yang tak tercakup BPJS Kesehatan tersebut. Apalagi anaknya harus berobat dan transfusi darah seumur hidup. Sebagai orang yang tak punya keahlian khusus, Wiryawan pun sangat kesulitan beralih profesi mendapatkan uang lebih banyak lagi di masa pandemi seperti ini.

Untuk mengurangi beban keluarga Wiryawan, tim BWA yang berkunjung ke kediamannya pada Kamis 4 Februari 2021, mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) agar biaya obat yang tak tercakup BPJS serta utang biaya berobat anaknya bisa tertutupi. Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.62.850.000

Mitra Lapangan:

Ali Jabbar

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK

Ivansyah, Pasien Thalasemia Harus Berobat Rutin

Update #1: Bantu Terus Pengobatan Ivansyah, Agar Kondisinya Tetap Stabil

Kondisi Ivansyah kini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia sudah mulai bisa beraktivitas seperti biasa, misalnya bersekolah, mengaji di TPA sekitar rumahnya dan bermain dengan anak-anak seusianya. Ivansyah hanya kambuh di waktu-waktu tertentu Ketika ia terlalu lelah beraktivitas. Kabar baiknya, sudah setahun lebih, Ivansyah tidak menjalani rawat inap karena kondisinya yang cukup stabil sejauh ini.

Ivansyah masih rutin menjalani transfusi darah setiap tiga pekan sekali di rumah sakit, sebab ujian berupa penyakit thalasemia yang ia idap sejak sembilan bulan usianya yang hingga kini masih membutuhkan penangan yang berkelanjutan.

(Alhamdulillah Kondisi Ivan Terus Membaik)

“Ivansyah mesti menjalani transfusi darah seumur hidup,” tutur Nurlaila Ibunda Ivansyah yang tim BWA temui di kediamannya di Kelurahan Kebon Baru, Tebet,  Jakarta Selatan.

Sang ibu juga menambahkan jika putranya terlambat dalam melakukan transfusi darah, Ivansyah kerap mengalami sesak napas dan pucat. Alhamdulillah setahun belakangan kedua  orang tua Ivansyah merasa sangat terbantu atas bantuan yang disalurkan BWA. Kondisi ekonomi yang didapat dari Wiryawan (43 tahun, Ayah) dari hasil juru parkir dan jasa ojek pangkalan baru mencukupi untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari  dan membayar sewa rumah.

(Ivan dan Ibunda)

Donasi yang diterima kedua orang tua Ivansyah, digunakan untuk memenuhi kebutuhan penunjang putra mereka diantaranya digunakan untuk membeli obat-obatan seperti ferifrox, vitamin D, Vitamin E, madu, dan susu steril. Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi Ivansyah, donasi yang diterima juga digunakan unutk biaya transportasi menuju rumah sakit Hermina Jatinegara untuk rawat jalan maupun transfusi darah.

Mendapati kondisi Ivansyah yang masih membutuhkan tindakan yang berkelanjutan, kami terus mengajak kapada para donatur untuk turut serta membantu memenuhi kebutuhan bagi Ivansya baik itu nutrisi dan trasnportasinya. Insyaallah, melalui sedekah terbaik kita kebutuhan keluarga Ivansyah dapat terbantukan, dan kepada para donatur Allah SWT gantikan dengan pahala yang berlipat ganda.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.