Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Jadi Single Parent, Supriatiningsih Tetap Tegar Menjalani Hidup

Jadi Single Parent, Supriatiningsih Tetap Tegar Menjalani Hidup

Meski menjadi single parent sejak ditinggal suaminya pada 2017, Supriatiningsih (48 tahun) tetap tegar dalam menjalani hidup. Untuk menghidupi 1 anak yang masih kecil dan dua cucunya yang masih balita, ia berjualan gorengan dan menjadi kuli cuci setrika.

(Supriatiningsih, 52 tahun)

(Supriatiningsih, 48 Tahun)

Namun penghasilan warga Bogor di gang setapak Kampung Sudimampir, Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Bogor, tersebut tidaklah mencukupi. Sehingga ia pun terlilit utang untuk menutupi biaya kontrak rumah, biaya sekolah anak, makan sehari-hari dan susu cucunya.

Maklumlah penghasilannya per hari paling besar hanyalah Rp30 ribu. Sedangkan anaknya yang sudah menikah (orang tua kedua cucunya) paling besar memberi uang per bulan sekitar 200 ribu – 300 ribu rupiah saja. Itu pun kalau menantunya yang pekerja outsourching sedang bekerja, apabila sedang menganggur tentu saja tidak kirim uang.

Makanya Supriatiningsih berpikir terus agar anak dan cucunya tidak kekurangan. Perempuan yang berlatar belakang bekas pekerja garmen bermimpi ingin mempunyai mesin jahit untuk membuka usaha jahit agar dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.

Untuk mengurangi beban keluarga Supriatiningsih, BWA mengajak kaum Muslimin menyalurkan zakat harta melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) sehingga dapat melunasi utang dan pengadaan mesin jahit untuk single parent yang tegar tersebut serta kewajiban zakat para muzaki (penunai zakat) tertunaikan.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan para muzaki dengan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin.[]

 

Nilai Zakat Harta yang Dibutuhkan:

Rp.7.350.000                     

Mitra Lapangan:

Ridzky Maulana

 

#BWA #WakafQuran #Zakat #ZPP #ZakatPeertoPeer

Jadi Single Parent, Supriatiningsih Tetap Tegar Menjalani Hidup

Update #1: Dana Zakat untuk Modal Usaha Jahit Ibu Supriatiningsih

Rabu, 29 Juli 2020, menjadi hari yang membahagiakan bagi Ibu Supriatiningsih. Kontrakannya yang selama ini menunggak berbulan-bulan akhirnya bisa ia bayarkan. Senyum kebahagiaan nampak terlihat saat Tim ZPP BWA menyerahkan dana zakat amanah dari para muzakki.

(Zakat untuk Modal Usaha Ibu Supriatiningsih)

(Zakat untuk Modal Usaha Ibu Supriatiningsih)

“Alhamdulillh melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) yang ada di BWA, akhirnya saya bisa buka usaha jahitan di rumah dan harapan saya mudah-mudahan keadaan ekonomi keluaga saya bisa lebih baik. Sekali lagi saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para donatur/wakif yang telah memberi bantuan untuk bayar kontrakan dan membelikan mesin jahit untuk usaha jahit,” cerita Ibu Supriatiningsih.

(Supriatiningsih)

Ibu Supriatiningsih adalah seorang ibu sekaligus sebagai ayah dari anak-anaknya. Ia  sangat berterimakasih sekali kepada BWA yang telah membantu ekonomi dan usahanya yang selama ini ia impi-impikan yakni memiliki sebuah mesin jahit. Tak lupa ia berterimakasih dan mendoakan para donatur semoga senantiasa diberikan kesehatan dan rizki yang berlimpah.

 

#BWA #Wakaf #Zakat #ZPP

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.