Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Jadi Tukang Kuli Cuci, Siti Ingin Meringankan Beban Suami

Siti Suryani

(Ibu Siti Suryani bersama ketiga anaknya)

Meski pasangan suami istri Norman (37 tahun) dan Siti Suryani (35 tahun) bekerja. Namun penghasilan warga Jalan Cendrawasih, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan yang tak seberapa itu tak mampu mencukupi kehidupan sehari-hari mereka dan ketiga anaknya.  

Maklumlah Norman hanya bekerja sebagai kuli bangunan panggilan yang terkadang kerja terkadang tidak. Kalaupun bekerja paling-paling hanya sepekan dalam sebulan, itu pun penghasilannya hanya Rp250.000/bulan. Sedangkan Siti Suryani membantu suami dengan bekerja sebagai kuli nyuci dan menyeterika di Perumahan Villa Mutiara Ciputat. Namun penghasilannya juga sangat minim.

Penghasilan keduanya ternyata belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari berupa sewa kontrak rumah petak Rp550 ribu per bulan. Belum lagi bayar listrik, makan sehari-hari mereka, serta biaya sekolah dua dari tiga anaknya yang sudah duduk di kelas 5 dan 3 SD.   

“Ya Allah ke mana lagi saya harus mencari uang, pinjam ketetangga, saudara sudah saya lakukan dan saya malu apabila harus minjam terus-menerus dan bingung bagaimana harus membayarnya,” ujar Siti.

Untuk mengurangi beban keluarga Norman yang terlilit utang (gharimin) ini, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak para muzaki menyalurkan kewajiban zakat hartanya melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) sehingga mereka tidak berstatus gharimin lagi. Semoga zakat harta yang Anda tunaikan diterima Allah SWT dan menjadi ‘tiket’ masuk ke dalam surga-Nya. Aamiin.[]

 

Nilai Zakat Harta yang Diperlukan:

Rp5.000.000,-

Partner Lapang

Rifai

 

Jadi Tukang Kuli Cuci, Siti Ingin Meringankan Beban Suami

Update #1. Akhirnya Siti Bisa Bayar Kontrakan

(Penyerahan bantuan secara simbolis kepada Siti Suryani)

Air mata ibu Siti Suryani jatuh membahasahi pipinya, ketika menerima bantuan dari BWA. Dia mengaku bahagia, akhirnya bisa membayar kontrakan. “Alhamdulilah, Allah menjawab do’a saya”, Ujar Suryani.

Selama ini Suryani terus berus berusaha dan berdo’a agar diberikan jalan keluar. Tunggakan kontrakan itu sangat membebani pikirannya. Dia  juga merasa takut, jika tak kunjung dibayar, bisa diusir dari kontrakan.

Kekhawatiran Suryani kini menjadi kebahagiaan. Setelah tunggakan terbayar, Suryani mengaku lega. Suryani mengucapkan terima kasih kepada para Muzakki  yang telah membantunya. “Semoga Allah memudahkan urusan para Muzakki semua”, Ujar Suryani

Kebahagiaan Ibu Suryani adalah kebahagiaan kita semua. Dukung terus Program Zakat Peer to Peer BWA, agar semakin banyak mustahik yang terbantu.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.