Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Jaelani, Jualan Makroni untuk Biaya Transportasi

Jaelani, Jualan Makroni untuk Biaya Transportasi

Muhammad Jaelani (22 tahun) merupakan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sirojul Falah Bogor yang tergolong pintar. Warga Jalan Kampung Setu Sela, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor yang sekarang duduk di semester 7 tersebut selalu mendapatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3. Di semester kemarin bahkan mendapat 3,89.

(Muhammad Jaelani, 22 Tahun)

(Muhammad Jaelani, 22 Tahun)

Calon guru agama ini juga pernah meraih juara ketiga lomba pidato se-Kabupaten Bogor. Ia juga aktif dalam organisasi mahasiswa. Sering ada panggilan mengisi materi seputar kepemimpinan, jadi relawan dan sering aktif pula dalam kegiatan sosial.Sesuai dengan jurusan kuliahnya, ia memang bercita-cita menjadi guru. “Walaupun banyak yang bilang jadi guru itu banyak enggak enaknya tapi tetap kepada prinsip ingin menjadi guru karena hidup menjadi seorang guru berkah dan juga bisa menciptakan pemimpin baru serta bisa juga mencerdaskan anak bangsa dan saya juga berkeinginan menjadi kiai yang bisa membantu agama saya yaitu agama Islam,” ungkapnya.

Namun ada kekhawatiran kuliahnya tidak dapat diteruskan lantaran ketiadaan biaya. Maklumlah ayahanda Madotib (45 tahun) yang bekerja sebagai kuli bangunan harian sudah tidak bisa berbuat banyak untuk pembayaran kuliah Jaelani.

“Karena penghasilan bapak cuma 110 ribu/hari. Itu pun kalau lagi ada kerjaan dengan harus mencukupi kehidupan tiga orang anak (Kuliah, SMA , MTS, red). Sedangkan saya cuma tukang masak-masak pada saat hajatan (pernikahan) itu pun enggak mesti stiap bulan ada. Jadi seperti itulah cara membiayai Jaelani dan kedua adik-adiknya,” ujar ibunda Sunawati (40 tahun).

Walhasil untuk biaya pendidikan anak dilakukanlah istilah gali lobang tutup lobang. Karena terlalu banyak menggalinya, kedua orang tua Jaelani pun tidak memungkinkan untuk menggali lagi. “Mau meminjam kepada saudara juga malu karena yang kemarin-kemarin juga belum dikembalikan,” ungkap Sunawati.

Melihat kondisi orang tua seperti itu, Jaelani berjualan makroni dan kerupuk mi dengan harga Rp2 ribu. Setiap hari Jaelani membawa dagangannya sebanyak 20 bungkus. Tapi  penghasilannya yang kecil tersebut hanya menutupi ongkos transportasi kuliahnya saja.

Untuk meringankan beban keluarga Jaelani, BWA mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB). Sehingga Jaelani dapat terus kuliah untuk menggapai cita-citanya. Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Donasi yang Diperlukan:

Rp.22.500.000

Mitra Lapangan:

Ridzky Maulana

 

#BWA #Wakaf #IndonesiaBelajar #IB

Belum ada Update

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 22.500.000



2.22%
Butuh Rp 22.000.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur

Project Sejenis