Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Jam 3 Dini Hari Antri Air Untuk Kebutuhan Sehari-Hari Dan Wudhu

Air adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, karena selain digunakan untuk minum dan mandi, juga untuk ibadah dan bekerja seperti wudu dan mengairi pertanian. Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2006, ternyata satu dari dua orang di Indonesia kesulitan mengakses air bersih. Di antaranya adalah saudara kita yang berada di dusun Pusung Duwur, desa Argosari, kecamatan Senduro, Lumajang.

Dusun Pusung Duwur berada di lereng gunung Semeru dengan ketinggian 2900 meter di atas permukaan laut. Untuk mendapatkan air bersih, warga harus berjalan kaki sejauh dua kilometer. Warga harus mengambil air minimal dua kali sehari, yaitu untuk kebutuhan di siang dan malam. Sekitar jam tiga pagi warga mulai ramai berangkat mengambil air yang akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan pagi sampai sore, lalu di sore harinya warga kembali mengambil air untuk keperluan di malam hari.

Lantaran gelap dan sulitnya jalan yang ditempuh, rata-rata warga memakan waktu 2,5 jam hanya untuk mendapatkan air. Hal inilah yang menyebabkan warga yang beragama Islam sering terlambat dalam melaksanakan salat Subuh.

 

Wakaf Sarana Air Bersih

Melihat kesulitan yang dihadapi saudara kita yang kesulitan air bersih ini, Badan Wakaf Al-Quran (BWA) berencana melaksanakan project wakaf sarana air bersih bagi warga dusun Pusung Duwur, yaitu dengan membangun bak penangkap mata air dan pipanisasi sampai ke dusun serta distribusinya hingga ke rumah warga. Dengan adanya wakaf ini, diharapkan kebutuhan air bersih warga dusun Pusung Duwur dapat terpenuhi.

 

Gambaran Proyek

Berikut ini adalah gambaran project yang akan dilaksanakan di dusun Pusung Duwur:

  • Membuat bak penangkap mata air dengan kapasitas 2000 liter.
  • Membuat bak utama dusun dengan kapasitas 5000 liter.
  • Pipanisasi dari bak penampung air ke bak utama dusun yang berjarak kurang lebih dua kilometer.
  • Membuat bak distribusi sebanyak tiga buah dengan kapasitas 1000 liter, termasuk pipanisasi ke bak pembagi rumah.
  • Membuat bak pembagi rumah sebanyak lima belas buah yang berkapasitas 500 liter.
  • Pipanisasi dari bak pembagi rumah ke rumah warga.

 

Wakaf yang dibutuhkan:

Rp 177.100.000,- (Seratus Tujuh Puluh Tujuh Juta Seratus Ribu Rupiah)

 

Partner lapang:

Ustadz Abdul Wahid

Jam 3 Dini Hari Antri Air Untuk Kebutuhan Sehari-Hari Dan Wudhu

Update#4 : Kegembiraan Warga Tengger, Air Mengalir Sampai Ke Rumah

Meski suhu dingin dan kabut menyelimuti, ratusan warga tetap antusias hadir dalam acara peresmian sarana air bersih wakaf, Rabu (5/3) di Dusun Pusung Duwur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Wadi uronah V

Ucapan Alhamdulillah dan sorak kegembiraan warga Suku Tengger pegunungan Semeru-Bromo pun mengiringi saat Direktur Operasional Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Ichsan Salam menandatangani prasasti. Penandatanganan tersebut merupakan penanda sarana air bersih yang diberi nama Wadi ‘Uranah 5 sudah diresmikan penggunaannya.

Menurut penanggung jawab project BWA Darminto, pembangunan sarana air bersih di Pusung Duwur berupa pipanisasi dari mata air  ke pemukiman warga ini merupakan pipanisasi yang kelima. “Semua project pipanisasi BWA dinamai Wadi ‘Uranah,” ungkapnya.

Pipanisasi ini merupakan wakaf dari kaum Muslimin yang rampung dilaksanakan pada pertengahan Januari lalu. Namun karena saat itu curah hujan masih cukup tinggi, baru awal Maret ini peresmian dapat dilakukan.

Sebelum pipanisasi masyarakat kesulitan mengakses air bersih. Mereka harus berjalan kaki mengambil air bersih ke mata air di sungai yang berjarak sekitar 3 kilometer dengan  membawa jerigen. Hal itu sangat menyita waktu dan tenaga produktif mereka.

Wadi Uronah V

"Sak niki saepon tuyo pon sampe teng griyo.. toyo ndamel masak, minum, mandi, nyuci mboten repot maleh (sekarang sudak enak, airnya sudah sampai rumah. Buat masak, minum, mencuci tidak repot lagi), Alhamdulillah,” ungkap Seneti (50 tahun), seorang nenek yang baru masuk Islam pada 2012 atas dakwah yang dilakukan para dai yang tergabung dalam Lembaga Pendidikan dan Sosial Gerakan Da’i Peduli Muallaf dan Dhuafa (LPS Garda Muda).

Setelah peresmian selesai, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan dai mantan rocker Ustadz Hari Moekti. 

Peresmian juga disemarakkan dengan pembagian sembako, pakaian dan sarung untuk 130 KK. Sumbangan salah seorang wakif BWA, Safri Helmi. “Saya terdorong dalam melakukan hal ini bersama BWA adalah untuk mendapatkan keberkahan dari Allah, maka saya mengajak pada saudara Muslim untuk juga menginfaqkan hartanya baik besar maupun sedikit,” ungkap pemilik usaha busana Muslim Myukhti.com.  

Mari bersama sama raih kebaikan dan keberkahan hidup dengan memberi manfaat pada sesama dengan wakaf.[]

Update #3 Selesai Project Sarana Air Bersih Pusung Duwur Selesai, Washilah Turunnya Hidayah

Dengan mimik wajah yang ceria, Sukarto (38 tahun) menyatakan kegembiraannya lantaran dapat menikmati air bersih setiap saat dan tidak perlu lagi berjalan kaki sejauh dua kilometer menuju mata air.

fv

Wes enak banyune Le, ndak koyok biyen. Lek isuk digawe umba-umba, lek sore digawe ados, ambek adhang, mator suwon (sudah enak airnya, tidak seperti dulu. Kalau pagi dipakai untuk mencuci, kalau sore dipakai mandi dan memasak, terima kasih),” ujarnya kepada partner lapang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Gus Wahid, Kamis (23/1) di Dusun Pusung Duwur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Sukarto merupakan salah satu dari sekitar 70 Kepala Keluarga Pusung Duwur yang sejak tiga hari sebelumnya sudah dapat mengakses air bersih langsung dari kran air di rumah masing-masing. 

“Dengan adanya project wakaf sarana air bersih ini, semoga dapat juga memudahkan dakwah kepada warga Pusung Duwur lainnya untuk memeluk Islam,” ujar Ustadz Yunus (27 tahun), da’i pembina warga setempat.

fv

Sebelumnya, Ustadz Yunus, Sukarto dan para mualaf di pagi buta sekitar pukul 03.00, harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer untuk mendapatkan air agar tidak tertinggal shalat Shubuh di masjid dusun.

Mata pencaharian utama masyarakat dusun Pusung Duwur adalah bertani. Karena itu, selain untuk ibadah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, air juga digunakan untuk mengairi lahan pertanian mereka.

Karena hujan diprediksi akan terus turun hingga akhir Februari, peresmian project wakaf sarana air bersih akan dilaksanakan pada awal Maret mendatang.

Disamping peresmian, BWA bekerjasama dengan wakif untuk mendistribusikan pakaian untuk warga Pusung Duwur  dan beberapa dusun lainnya di Pengunungan Semeru-Bromo.

Semoga pahala mengalir kepada para wakif dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan project wakaf sarana air bersih ini. Dan pahala yang didapat pun akan semakin besar tatkala wakaf sarana air bersih ini menjadi washilah turunnya hidayah kepada mereka yang belum masuk Islam.[]

Update #2 : 75% Rampung, 25 % Terus Berusaha Hingga Allah Menetapkan KeputusanNya

Meskipun diguyur hujan, namun warga dusun Pusung Duwur tetap semangat memasang pipa dari bak utama dusun ke bak pembagi rumah yang kemudian dilanjutkan ke rumah masing-masing warga yang berjumlah sekitar 65 rumah.

Dalam proyek ini, Krisna Didit, salah seorang wakif yang berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur,  membantu memenuhi semua kebutuhan pipa instalasi air bersih mulai dari mata air, bak utama dusun, bak pembagi rumah, sampai kerumah-rumah warga.

 “Alhamdulillah pemasangan dari sumber mata air ke bak utama dusun sudah selesai dikerjakan, sekarang sedang dilanjutkan dengan pemasangan pipa dari bak utama ke bak distribusi” ujar Gus Wahid partner lapang BWA (3/12).

Semeru

Seiring dengan perkembangan dakwah di kawasan gunung Semeru-Bromo ini, banyak warga desa  yang semula beragama Hindu menjadi muallaf atas bimbingan para da’i yang dengan gigih berdakwah.

Salah satu cara untuk memperkuat proses Islamisasi, para da’i ini juga melakukan pernikahan dengan warga setempat. Seperti apa yang dilakukan oleh Ust Yunus, salah seorang da’i di dusun Pusung Duwur yang menikahi putri tokoh desa yang telah masuk Islam, untuk menguatkan aktivitas dakwah di desa Argosari kecamatan Senduro,  Kabupaten Lumajang ini.

Program wakaf sarana air bersih ini Insya Allah juga akan semakin menguatkan dakwah Islam disana. Warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih, karena air sudah sampai ke rumah sehingga mereka diharapkan lebih mudah untuk menerima Islam.

Jika melalui wakaf sarana air bersih ini banyak warga suku Tengger di dusun Pusung Duwur yang memeluk Islam, maka alangkah besarnya pahala yang akan wakif terima.

Didalam hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Demi Allah jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang lantaran kamu maka hal itu lebih baik bagimu daripada onta merah. “ (HR. Bukhari dan Muslim)

Mari kita sukseskan proyek wakaf air bersih di dusun Pusung Duwur. Perkiraan sisa pekerjaan pemasangan pipa akan selesai di akhir bulan Desember ini. Semoga tidak ada halangan dan Allah SWT mempermudah segala usaha dan aktivitas proyek wakaf sarana air bersih di kawasan Semeru-Bromo ini. []

Update #1: Masyarakat Mendukung Rencana Pembangunan Sarana Distribusi Air

Air adalah sumber kehidupan, karena setiap makhluk hidup membutuhkan air, termasuk masyarakat Pusung Duwur, dusun terpencil yang terletak di dataran tinggi gunung Bromo, desa Argosari, kecamatan Senduro, kabupaten Lumajang.

Mayoritas pekerjaan masyarakat dusun Pusung Duwur adalah petani. Tiadanya sistem distribusi yang baik membuat mereka sulit memperoleh air. Mereka harus menempuh jalan terjal dan berbatu sejauh ratusan meter demi mendapat air.

Selain untuk mengairi lahan, air juga dipakai oleh masyarakat dusun Pusung Duwur untuk beribadah, terutama berwudu. Penduduk dusun Pusung Duwur yang muslimnya merupakan minoritas, perlu sistem distribusi air yang baik sehingga memudahkan mereka untuk berwudu dan menunaikan salat secara tepat waktu.

Alhamdulillah, pada jumat (2/11) Tim Badan Wakaf Al-Quran (BWA) berkesempatan melakukan sosialisasi rencana pembangunan sarana distribusi air di dusun Pusung Duwur. Dengan antusias, masyarakat menyimak sosialisasi tersebut dan mendukungnya. Pak Yo, tokoh pemuda setempat mengatakan kepada salah seorang dari Tim BWA, “Wes mas, tak serahkan ke jenengan, yang penting ini sistem distribusinya bisa sampai ke rumah-rumah.”

Tim BWA sudah mulai membangun sarana distribusi air dengan sistem distribusi terbuka. Sistem ini cocok digunakan di dataran tinggi seperti dusun Pusung Duwur. Dengan adanya sarana distribusi air yang berasal dari dana wakaf kaum muslimin, penduduk dusun Pusung Duwur akan semakin mudah dalam mengakses air sehingga kehidupan masyarakat di sana akan menjadi lebih baik.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.