Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Khusus Dakwah

Jangan Biarkan Fasilitas Pondok Pesantren Di Pelosok Adonara, NTT Ini Roboh

Terbayangkah oleh Anda bila harus shalat dan mengaji di masjid yang telah rapuh? Begitulah yang dirasakan Ustadz Arifudin beserta santrinya di Pesantren Ikhawatul Mu’minin.

(Kondisi terkini masjid Pesantren Ikhwatul Mu'minin) 

Jika pernah mendengar perkembangan dakwah Islam di daerah Indonesia Timur, maka salah satu daerah itu ada di Adonara, Flores Timur, NTT. Pesantren yang menjadi pusat dakwah di Adonara tersebut kini memanggil kita untuk mendukung dakwah di sana.

Masjid yang sejak 1990 didirikan oleh Bapak H. Anwar Bapa Tua (Almarhum) kondisinya telah lapuk. Padahal, masjid tersebut telah berperan penting dalam aktifitas pembinaan masyarakat muslim minoritas di Adonara.

(Keseharian ibadah shalat mereka lakukan dengan kondisi masjid yang sudah hampir roboh)

Bapak H. Anwar Bapa Tua adalah ayahanda dari Ustadz Arifudin Anwar, Pimpinan Ponpes Ikhwatul Mu’minin, Adonara. Ayah beliau adalah salah satu da’i dari keturunan Kesultanan Ternate yang membawa Islam ke Adonara sehingga hari ini sebagian masyarakat Adonara telah merasakan indahnya Iman dan Islam.

Selain itu, satu hal yang paling mendasar dalam renovasi ini antara lain terjadi perubahan arah kiblat yang sangat signifikan, karena salah arah saat awal pendirian. Kiblat sebelumnya harus ditutup dan dirubah karena arahnya hampir menuju Barat Daya. Oleh karena itu harus dibuat mihrab baru ke arah sudut kanan pojok masjid. Sehingga semakin mempersempit ruang utama maka harus diperluas dengan membuka emper di sisi kiri dan belakang.

(Mari bangun kembali rumah Allah agar ibadah Ramadhan mereka bahagia)

Jika kondisi ini masih terus dibiarkan hingga Bulan Ramadhan tiba, betapa mirisnya keadaan mereka dalam menyambut bulan yang mulia tersebut. Apakah kita akan membiarkan mereka bertadarus, mengkaji Ilmu Islam, shalat tarawih, sahur bersama, dan buka bersama, beratapkan langit-langit masjid yang rusak dan bocor? Apakah kita akan membiarkan mereka shalat dengan kondisi masjid yang tidak layak? Kami yakin tidak.

Oleh karena itu, mari bantu 60an santri Ponpes Ikhwatul Mu’minin dan ratusan warga sekitar pesantren merasakan indahnya Ramadhan dengan beribadah nyaman di masjid yang Anda bangun.

Jangan Biarkan Fasilitas Pondok Pesantren Di Pelosok Adonara, NTT Ini Roboh

Update #2: Air Mataku Bercucuran Haru Melihat Masjid yang Indah, Tapi Aku Tak Sholat..

“Saya begitu haru dan merenung ketika melihat masjid yang merupakan sarana ibadah dan pembinaan santri ini ruang dalamnya megah dan indah. Saya juga turut membantu kerja fisik masjid ini tapi saya tak sholat, betapa mindernya saya ke masjid ini. Saya terus merenung dan akhirnya kini saya sholat dan berjamaah di masjid ini. Subhanallah…” tutur Bapak Samsudin Ma'ruf alias Sodi seorang pemangku adat dari suku lewo manuk, salah satu suku tua di desa Adonara, kab Flores Timur NTT tempat Pesantren Ikhwatul Mukminin

Alhamdulillah bagian ruang utama masjid ini hampir selesai dan akan dilanjutkan finishing  luar. Tengah dikerjakan pula pengecoran atap dan pemasangan kubah serta perluasan emper belakang dua lantai untuk shaf wanita dan ruang mengajar ngaji bagi anak anak. Jika telah rampung maka ruang utama akan digunakan untuk shaf laki laki.

(Tampak Dalam Masjid yang Telah Diselesaikan)

(Tampak Dalam Masjid yang Hampir Selesai)

Kemudian mengingat kebutuhan pembinaan santri dan ibadah jama'ah sangat mendesak maka kegiatan pekerjaan fisik ini tetap berjalan walau proses pengumpulan dana sedang bergulir. Proyek ini diharapkan sebelum Ramadhan 2020 telah selesai. Maka dari itu mari berwakaf membangun rumah kita di surga.

Update #1: Jamaah Membludak Walau Renovasi Masjid Belum Selesai

Proses renovasi masjid di Desa Adonara, Flores Timur berburu dengan waktu. Minimal, bagian atapnya sudah selesai dipasang sempurna sebelum masuk musim penghujan. Diharapkan keseluruhannya rampung sebelum Ramadhan tahun depan tiba.

Renovasi Masjid Ikhwatul Mukminin—yang berlokasi di Dusun Kota Kaya, Desa Adonara, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur—itu belum sepenuhnya rampung, namun kemegahan dan kenyamanan di dalamnya sudah membayang di mata. Yang baru selesai dikerjakan adalah bagian ruang utama masjid berukuran 15x15 meter persegi. Ruang utama ini diberi lantai granit yang mengilat, dihiasi pula dengan plafon dan ornamen yang indah. Penerangannya sangat cukup. Membuat siapapun yang berada di dalamnya merasa senang dan nyaman, terlebih para santri yang sehari-hari sering belajar di tempat ini. Mereka merasakan suasana yang sangat berbeda dengan kondisi sebelum renovasi dilakukan. Dulu, di malam hari mereka belajar di bawah cahaya lampu yang remang-remang. Tidak jarang, saat hujan mereka mengaji dengan berbasah-basah karena atap masjid bocor dan air hujan tercurah ke dalam masjid. Di saat langit cerah, para santri harus bertahan dari serangan gigitan nyamuk yang sangat mengganggu.

(Jamaah Masjid Membludak)

(Jamaah Masjid Tampak Membludak)

Ustadz Arifudin Anwar, mitra lapangan Badan Wakaf Al Quran (BWA), menuturkan renovasi masjid yang menyatu dengan komplek Pondok Pesantren Ikhwatul Mukminin ini membuat warga masyarakat sekitar merasa gembira, karena ini merupakan satu-satunya masjid di Desa Adonara yang berpenduduk sekitar 600 jiwa. Sekarang masyarakat semakin termotivasi melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Jika dulu waktu sholat subuh masjid ini sepi, jamaahnya tidak seberapa, paling hanya diikuti oleh santri dan para pengasuh pondok pesantren, kini jumlah jamaah sholat subuh bisa mencapai tiga shaf. Di siang hari pun banyak warga yang sengaja datang untuk sholat dan beristirahat di masjid ini. Fasilitas air bersihnya cukup baik dengan kamar mandi yang nyaman, sehingga warga yang kesulitan air bersih di rumahnya dapat mengambil air ke masjid.

Perluasan Masjid

Ketika suasananya ramai, terasa betul kapasitas masjid ini kurang besar. Jamaah bedesak-desakan, kaum perempuan tidak mendapatkan tempat. Sekarang diupayakan memperluas bangunan bagian dalam masjid agar bisa lebih banyak menampung jamaah. Ruangan utama yang semula berukuran 15x15 meter persegi diperluas menjadi 18x20 meter persegi. Sejalan dengan itu, di bagian samping dan belakang masjid sedang dilakukan pengerjaan tambahan bangunan baru berbentuk huruf L. Rencananya bagian bawah akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, sedangkan bagian atas dengan luas 5 x 20 meter persegi diperuntukkan khusus menjadi ruang sholat bagi santri puteri. Pada bagian atas bangunan tambahan ini akan dibuatkan jembatan yang menghubungi masjid dengan asrama puteri, sehingga para santriwati dapat langsung sholat ke masjid tanpa bercampur dengan kaum pria.  

(Progress Pembangunan Masjid)

(Progress Pembangunan Masjid)

Sekarang ini pengerjaan bangunan tambahan ini masih dalam proses pembuatan pondasi dan pemasangan tiang-tiang serta pemasangan slop untuk bangunan bagian bawah. Menurut Ustadz Arifudin Anwar biaya keseluruhan yang dibutuhkan untuk renovasi masjid ini sekitar Rp1.250.000.000. Adapun pendanaannya berasal dari swadaya masyarakat dan dibantu oleh Badan Wakaf Al Quran (BWA).

Sampai saat ini dana swadaya masyarakat yang terkumpul mencapai Rp 140.000.000 dan bantuan dari BWA sudah masuk sebanyak Rp 160.000.000. Melihat dari angka perkiraan biaya, dana yang dibutuhkan masih banyak. Saat ini keseluruhan dana yang terkumpul sudah terpakai. Syukurnya, proses renovasi tidak terhenti, sementara waktu masih dapat dilanjutkan karena panitia mendapat pinjaman material dari  toko bahan bangunan yang berlokasi di daerah Larantuka.

Pengusaha bahan bangunan ini bernama Risdiyanto Wong, seorang keturunan Tionghoa yang punya jiwa sosial yang tinggi. Untuk pembangunan masjid ini ia mendatangkan material-material bangunan dari Surabaya. Selain itu juga mengirimkan tukang-tukang profesional untuk membantu mengerjakan bagian finishing masjid. Kabaikan hatinya sangat membantu proses renovasi ini. Semoga Allah membalasi kebaikan dan memberikan keberkahan dan hidayah kepada Bapak Risdiyanto Wong beserta keluarganya. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

Sebetulnya, masih banyak yang perlu dikerjakan untuk menjadi menjadikan bangunan masjid ini “sempurna” sebagaimana yang direncanakan. Pada ruang utama masjid, yang perlu disegerakan saat ini adalah pemasangan atap galvalum, yaitu baja berkualitas tinggi yang bersifat ringan dan tipis. Harapannya atap galvalum dapat terpasang sebelum musim penghujan tiba, supaya air hujan tidak merembes ke dalam masjid. Pada renovasi tahap juga direncanakan pemasangan kubah masjid. Khusus untuk kubah dibutuhkan pula biaya yang lumayan besar. Panitia belum bisa memesannya karena masih terkendala biaya.   

Secara keseluruhan tahapan renovasi ditargetkan bisa selesai sebelum masuk Ramadhan tahun depan. Karena pada saat Ramadhan jamaah masjid biasanya sangat ramai, membludak bahkan sampai ke jalan. Ketika renovasi mencapai paripurna, Masjid Ikhwanul Mukminim akan menjadi bangunan yang paling indah, megah, dan eksostik di Adonara. Bukan saja menjadi tempat ibadah, juga berpotensi menjadi salah satu objek wisata religi, karena berdekatan pula dengan objek wisata alam di Adonara. Jika ini terlaksana, maka akan sangat membantu membangkitkan perekonomian masyarakat setempat. Namun tentunya kelancaran proses renovasi ini bergantung pada ketersediaan dana. Semoga Allah SWT memudahkan segala sesuatunya, sehingga target renovasi Masjid Ikhwanul Mukminin dapat tercapai sesuai rencana tanpa kendala yang berarti.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.