Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Jatah Air Bersih Dibatasi, Masyarakat Adonara, NTT Berharap Air Bersih Yang Cukup

Jatah Air Bersih Dibatasi, Masyarakat Adonara, NTT Berharap Air Bersih Yang Cukup

Dusun Kotakaya dan Hongirebon mendapat giliran jatah air hanya dua jam sehari, Satu jam di pagi hari dan satu jam di sore hari. Ketika giliran jatah air tiba, warga berebut dan hanya bisa menampung air sekadar untuk kebutuhan makan dan minum saja.

Air tersebut berasal dari jaringan pipa yang mengalirkan air pegunungan dari sebuah sumber yang berjarak sekitar 15 kilometer. Pipa ini mengairi semua desa yang berada di satu Kecamatan,  namun karena ketersediaan air sangat terbatas maka dibuat kebijakan pendistribusian air secara bergilir.  Begitulah kondisi di Desa Adonara, Kecamatan Sagu, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dan wilayah ini sudah lama dilanda kesulitan air bersih.  Masalah ini tidak terlepas dari kondisi geografis desa Adonara, desa yang terletak di pesisir utara pulau Adonara dan berada pada rentang ketinggian geografis antara 10-95 mdpl yang berbatasan langsung dengan laut.  Karena dekat laut, masyarakat sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, lingkungan disini dikelilingi oleh air payau. Sumur-sumur warga yang digali sedalam 12 meter semuanya terasa payau, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.  Sementara di daerah perbukitan, warga sulit mendapatkan air bersih karena tidak ada sumur yang menghasilkan air.  Sudah menggali tanah sedalam belasan meter, tidak kunjung mendapatkan air.  Susahnya mendapatkan air juga dirasakan oleh santri di Ponpes Ikhwatul Mukminin di Adonara pimpinan Ustadz Arifuddin Anwar, salah satu santri bernama Azin menuturkan : “Saya dan adik jika tak ada air terpaksa buang hajat besar di laut, terkadang kami harus jalan kaki 1 km untuk mencari air yang masih ada”.

(Warga Adonara Harus Berjalan Jauh Untuk Medapatkan Air)

(Warga Adonara Harus Berjalan Jauh Untuk Medapatkan Air)

Desa Adonara terdiri dari tiga dusun, yaitu Dusun Kotakaya, Dusun Hongirebon, dan Dusun Liang Lolong. Penduduknya berjumlah sekitar 1.350 jiwa (350 KK), dengan mayoritas beragama Islam dan berprofesi sebagai nelayan. Dusun Kotakaya dan Hongirebon menanggung kesulitan air yang paling berat dibanding wilayah lain.  Untuk Kebutuhan konsumsi sebagian besar penduduk harus berjalan sejauh 600-700 m ke sumber air yang airnya tawar, atau memanfaatkan sumur dangkal yang airnya payau bagi kebutuhan MCK.

Sumber air tawar tersebut diberi nama sumber Waedata, berada di titik ketinggian 36 mdpl.  Hanya saja, selama ini warga belum bisa mengoptimalkan pemanfaatannya karena adanya keterbatasan (teknologi).  Pada tanggal 13 November 2019 lalu, Tim BWA telah melakukan survei ke desa Adonara dan meninjau langsung keadaan mata air Waedata. Kondisinya sangat memungkinkan untuk menjadi sumber air bersih bagi masyarakat desa. Debit airnya cukup besar, sekitar 5 liter/detik, dengan kualitas pH 8,5 dan TDS 355, air Waedata ini masih dalam kategori layak dikonsumsi.  

(Sumber Air, Waedata)

(Sumber Air, Waedata)

Dengan adanya potensi ini, BWA tergerak membantu masyarakat desa Adonara agar terbebas dari masalah kesulitan air bersih yakni memanfaatkan potensi sumber air Waedata untuk dikelola masyarakat dengan cara pipanisasi ke kedua dusun paling terdampak (Kotakaya dan Hongirebon).

 

Rencana Proyek

Untuk mewujudkan program WAFP ini, BWA akan melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Membuat bendungan di hulu sumber air Waedata agar permukaan air menjadi lebih tinggi sehingga air dapat dialirkan ke dusun Kotakaya melalui pipa.
  2. Membangun jaringan pipa sejauh 700 meter dari sumber air Waedata di ketinggian 36 mdpl sampai ke ke tepian laut di ketinggian 10 MDPL untuk mengalirkan air secara gravitasi.
  3. Mengalirkan air ke dusun Hongirebon sejauh kurang lebih  700 m dengan cara menggunakan pompa Submersible Tenaga Surya dengan beda ketinggian 45 meter.
  4. Membangun bak penampung di halaman masjid Baitul Makmur (Dusun Hongirebon) dengan kapasitas 10 meter kubik, dan bak penampungan di Pesantren Ikhwatul Mukminin (Dusun Kotakaya) dengan kapasitas 15 meter kubik.

Mari kita bantu saudara-saudara kita di Adonara agar kesulitan mereka yaitu keterbatasan suplai air bisa teratasi melalui Program Wakaf Sarana Air Bersih (Water Action for People). Sehingga mereka mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dan beribadah kepada Allah. Semoga kegiatan ini dapat menjadi amal jariyah yang memudahkan kita masuk surga-Nya Allah SWT.

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.1.596.100.000

Mitra Lapangan:

Ustadz Arifudin Anwar

 

#BWA #WakafQuran #WAFP #WaterActionforPeople

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.