Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Jatuh Saat Hamil, Istri Marbot Masjid ini Terpaksa di Cesar dan Bayinya Koma 35 Hari

Jatuh Saat Hamil, Istri Marbot Masjid ini Terpaksa di Cesar dan Bayinya Koma 35 Hari

Priyanti (40 tahun) mengalami pendarahan karena jatuh terpeleset ketika hendak jalan ke kamar mandi. Wanita yang tengah hamil tua tersebut langsung dibawa Slamet Budhi Harto (46 tahun), suaminya, ke rumah sakit swasta yang ada di dekat rumahnya di Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

Namun, Budhi tak mampu berbuat banyak ketika pihak rumah sakit meminta agar pihak keluarga menyadiakan uang senilai empat puluh juta sebagai deposit awal. Mendapati hal ini sang suami tak bisa menyanggupi sebab ia tak memiliki uang sebanyak itu. Berdasarkan saran dari temannya, Budhi segera membawa istrinya ke RSCM Jakarta.

(Priyanti, 40 tahun)

(Priyanti, 40 tahun)

Setibanya di RSCM, Priyanti segera mendapat pertolongan dan perawatan karena kondisi yang semakin kritis. Priyanti mendapat tindakan persalinan secara sesar. Selain operasi sesar, Priyanti juga mendapat tindakan pengangkatan rahim.

“Jika tidak diangkat akan jadi pendarahan yang lebih hebat, dan bisa menyebabkan kematian,” tutur Priyanti.

Meski Priyanti mampu melewati masa-masa kritis pasca-operasi sesar dan pengangkatan rahim, namun bayi mungil mereka terpaksa dilarikan ke ruang NICU karena terlahir dalam kondisi koma.

Bayinya Priyanti cukup lama tak sadarkan diri. Pihak rumah sakit juga menyampaikan jika tak sadarkan diri hingga 35 hari, bayi akan dikembalikan ke pihak keluarga dalam kondisi apa pun. “Jika 35 hari tidak ada reaksi, dalam kondisi apa pun alat harus dilepas, dan bayi dikembalikan ke pihak keluarga,” ungkap Priyanti.

Sebelunya keluarga sempat menduga jika bayi mereka tak bisa tertolong. Qadarullah, pada usia 35 hari bayi Priyanti memberikan reaksi.

(Anak Ibu Priyanti)

(Anak Ibu Priyanti)

Dua bulan bayinya Priyanti menjalani perawatan di ruang NICU. Bayi diizinkan untuk dibawa pulang karena kondisi sudah cukup stabil. Namun, kendala lain muncul ketika pihak keluarga hendak membawa pulang bayi mereka. Pihak keluarga mendapat tagihan pembayaran selama proses bersalin dan perawatan ibu dan bayi dengan nilai yang sangat memberatkan.

Tak patah arang, pihak keluarga mencari pinjaman ke saudara dan tetangga. Alhamdulillah, jumlah yang dibutuhkan mereka dapatkan karena ada agnia yang mau memberi pinjaman dengan pelunasan yang bisa dicicil.

Kini mereka masih memiliki kewajiban untuk melunasi utang kepada pemberi pinjaman. Meski pelunasan bisa dilakukan dengan mencicil, namun tetap saja terasa sulit bagi Budhi sekeluarga.

Penghasilan Budhi dari dari pekerjaannya menjadi marbot di salah satu masjid di dekat rumah mereka, baru mampu untuk memenuhi kebutuhan Budhi dan keluarga sehari-hari. Ditambah lagi bayi mereka masih diharuskan menjalani kontrol rutin untuk melihat perkembangan dan kebutuhan susu formula yang harganya cukup mahal.

Budhi terus berdoa dan berikhtiar agar utang yang ia miliki segera terlunasi, meski sampai sekarang belum terbayang bagaimana cara mendapatkan uang yang nilainya sangat besar bagi ukuran kemampuannya.

Untuk mengurangi beban Budhi, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslim bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) sehingga utang untuk biaya berobat istri dan anaknya dapat terlunasi.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.67.692.300

Partner Lapang:

Wahyu

 

#BWA #InovasiWakaf #SK #SedekahKemanusiaan #SK

 

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur