Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Jihan, Si Anak Penarik Becak Ini Belum Bayaran Sekolah

Menunggak iuran sekolah memang tidak mengenakan. Itulah yang sekarang tengah dirasakan oleh Jihan Rahayu (15 tahun anak dari pasangan Ibu Ela (34 tahun) dan Bapak Suherman (43 tahun) merupakan warga Desa Satria Mekar, Kp Pisangan,Tambun Utara. Saat ini dia tengah kebingungan karena masih menunggak uang bayaran sekolah. Hal itu sempat membuat semangat belajarnya menurun.

Selain itu, Jihan juga merasa hawatir sekolahnya putus di tengah jalan. Sebab sampai saat ini Ayahnya belum kunjung melunasi tunggakan sekolah tersebut. Jika putus di tengah jalan, Jihan tidak bisa menggapai cita-citanya menjadi seorang dokter.

Ayahnya Jihan, Suherman sudah berusaha mencari pinjaman namun tidak membuahkan hasil. Suherman yang bekerja sehari-hari sebagai penarik becak dengan penghasilan rata-rata 20 – 30 ribu perhari merasa kesulitan menyisihkan untuk keperluan sekolah anaknya. Sebab penghasilannya selama ini hanya untuk mencukupi kebutuhan pokok keluarga saja.

Jangan biarkan sekolah Jihan putus di tengah jalan. Berapapun bantuan dari kaum muslimin akan sangat membantu kesulitan Jihan dan  keluarga. Semoga setiap ilmu yang diperoleh Jihan, dapat mengalirkan pahala bagi mereka yang telah membantunya.

Bantuan bisa disalurkan melalui Program Indonesia Belajar (IB) Badan Wakaf Al Qur’an (BWA). []

Donasi yang dibutuhkan    : Rp. 8.500.000,- (Uang Tunggakan SPP + Uang Gedung)

Partner Lapang                   : Ahmad Rifa'i

 

 

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.