Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Kaki Lumpuh Tak Menghalangi Komarudin Untuk Berwirausaha

Meski kedua kakinya polio, Komarudin (31 tahun) tidak mau selalu tergantung pada orang lain. Lantaran sejak kecil ayahnya mendidik agar ia dapat hidup mandiri.Kelumpuhan pada kedua kaki berawal ketika dirinya sakit panas pada usia lima tahun. Setelah disuntik bidan, kedua kakiknya malah tidak bisa digerakkan.

Supaya tidak selalu ketergantungan terhadap orang lain, ayahnya sering memaksa Komarudin belajar berjalan setiap subuh. Walau awalnya harus jatuh bangun, akhirnya pada umur enam tahun ia pandai menggunakan  kruk (tongkat yang bertumpu di ketiak untuk membantu jalan).

Tidak mau terus tergantung secara ekonomi, lelaki kelahiran Cianjur, Jawa Barat,pada2005 mengadu nasib ke Tangerang, Banten, dengan berjualan gorengan bersama pakdenya. Sayangnya, usaha ini hanya bertahan tiga tahun.

zpp-Badan Wakaf Alquran

Komarudin (31 tahun) bersama istrinya Dwi (23 tahun) yang juga penyandang disabilitas.

Agar dapat keterampilan, ia pun tinggal di Yayasan Sosial di Jakarta Barat. Di yayasan bersama penyandang cacat yang lain dia hidup bersama, diberikan pelatihan membuat kue kering di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemkot Jakarta Barat. Usai pelatihan dan mampu membuat kue  namun tidak kunjung dipekerjakan. Tentu itu membuatnya jenuh.

Tak tahan harus menganggur lama-lama.Pada awal 2010, ia keluar dari yayasan dan kemudian berjualan keripik. Namun, itu tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya dan Dwi (23 tahun) ---sama-sama penyandang disabilitas yang dinikahinya akhir 2010 lalu.  “Pernah saya punya beras segelas, akhirnya saya bikin bubur nasi saja, biar cukup berdua,”ungkapnya sambil tersipu malu.

Agar nasibnya dapat berubah menjadi lebih baik, ia tetap bertekad terus berwirausaha. “Bagi orang seperti saya sangat sulit mencari kerja, makanya saya pengen usaha biar bisa mandiri,” ungkapnya.

Berbekal keterampilan yang didapatnya saat menuntut ilmu di BLK, lelaki yang sekarang berdomisili di RT 007/004 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat,membuka usaha kue kering di tempat tinggalnya.

Melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin membantunya agar dapat hidup mandiri dengan membeli peralatan dan bahan baku usaha kue kering yang akan dirintisnya.[]

Donasi yang dibutuhkan:

Rp 5.200.000,-  (Lima Juta Dua Ratus Ribu Rupiah).

Partner lapang:

Alimudin Baharsyah

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.