Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Khusus Dakwah

Kapal Dakwah Nelayan Nusa Tenggara Timur

Kapal Dakwah Nelayan, Nusa Tenggara Timur

Kapal Dakwah Nelayan adalah program wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan binaan di Kabupaten Flores Timur dan beberapa kabupaten yang berdekatan sekaligus sebagai sarana melakukan syiar Islam.  Sebagaimana penduduk pesisir di Nusantara, sebagian besar nelayan tersebut adalah muslim dan mereka termasuk kelompok nelayan tradisional dengan tingkat kesejahteraan yang rendah.

Seperti kita ketahui potensi produksi ikan di sekitar laut Flores sangatlah tinggi, namun perlengkapan nelayan yang kurang menyebabkan mereka kesulitan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang memadai.  Salah satunya adalah Jarak yang harus ditempuh oleh nelayan untuk menjual hasil tangkapannya ke pasar, yang memakan waktu perjalanan sampai 6 jam.  Selain itu kemampuan meyerap pasar lokal tidaklah besar

Sebenarnya ada pasar yang cukup besar yang mampu menyerap hasil tangkapan nelayan yakni pasar untuk ekspor, dimana perusahaan dari Jepang, Taiwan dan Korea sudah membangun tempat pengolahan hasil laut di sana.  Sayangnya tidak semua jenis ikan yang diterima di pasar ekspor ini, hanya ikan Tuna dan Cakalang, sehingga ikan jenis lain harus dilempar ke pasar lokal yang amat terbatas daya serapnya.

Belum lagi kondisi ikan yang menurun karena waktu tempuh yang panjang dari penangkapan di tengah laut sampai ketempat penampungan para eksportir ini, seringkali membuat nelayan menerima harga yang rendah karena kondisi ikan yang sudah tidak segar lagi.

Kapal Dakwah Nelayan ini peruntukannya adalah sebagai kapal penampung hasil tangkapan nelayan di tengah laut, dan langsung dimasukan kedalam ruang pendingin yang ada di palka kapal.  Dengan demikian hasil tangkapan nelayan dapat dipertahankan kesegarannya, sehingga harga jual ikan Tuna dan Cakalang untuk pasar ekspor tetap tinggi.

Keuntungan lainnya adalah, ikan selain Tuna dan Cakalang dapat di jual kepasar yang lebih besar di kabupaten lain atau ke Surabaya bahkan sampai Jakarta.  Pedagang besar ikan di Surabaya sudah menyatakan kesediaannya untuk menampung ikan segar tersebut, berapapun jumlah hasil tangkapannya.

Dengan demikian kesejahteraan nelayan binaan di daerah sekitar kabupaten Flores Timur dapat di tingkatkan.  Sementara dakwah Islam juga akan semakin mudah dan mendapat dukungan masyarakat karena wakaf Kapal Dakwah Nelayan telah memberikan solusi bagi hasil tangkapan mereka.

Daerah Operasional Kapal Dakwah Nelayan

Kab. Sikka, Kab Flores Timur, Kab. Lembata dan Kab. Alor dengan sasaran pemetik manfaat wakaf adalah  nelayan di pesisir Laut Flores

Namun jangkauan jelajah kapal dakwah nelayan ini dapat meliputi wilayah Kabupaten lain di propinsi Nusa Tenggara Timur, bahkan sampai Maluku Selatan dan Sulawesi Selatan.

Spesifikasi Kapal

  • Panjang : 21 m
  • Lebar : 3 m
  • Bobot mati : 40 ton
  • Palka : bisa memuat sampai 20 ton ikan segar

 

 

Informasi lain berkaitan dengan Project ini

Kapal Dakwah Nelayan ini sebelumnya adalah kapal angkut logistik, bantuan dari sebuah Lembaga Filantropi Islam di Jakarta.  Dibangun pada tahun 2007, namun pada tahun 2009 mengalami kerusakan parah karena terhempas ombak sehingga nyaris karam.

Pada tahun 2010, oleh partner lapang BWA Bp. Ariefuddin Anwar kapal tersebut di perbaiki dan ditingkatkan kapasitasnya (bobot mati), dengan biaya cukup besar sekitar Rp. 150 juta rupiah, sehingga dapat beroperasi kembali sampai sekarang.

Selama beroperasi sebagai kapal angkut logistik, penghasilan dari kapal tersebut kurang memadai, seringkali untuk operasional kapal Bp. Arifuddin Anwar terpaksa mencari pinjaman.  Padahal rencana awal beroperasinya kapal angkut logistik ini adalah untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di Adonara Timur dan sebagian keuntungan yang diperoleh digunakan untuk membantu kegiatan belajar mengajar di pesantren Ikhwatul Mukminin, Adonara, Flores Timur.

Kapal nelayan tradisional, disebut  Ketinting,
yang digunakan nelayan untuk melaut
dan menangkap ikan

Oleh karena itu Kapal angkut logistik ini akan dirubah fungsinya menjadi Kapal penampungan hasil tangkapan nelayan karena lebih berdaya guna untuk pengembangan ekonomi masyarakat yang sebagian besar adalah nelayan dan keuntungan hasil usahanya lebih baik sehingga dapat digunakan untuk mendukung proses pendidikan santri di pesantren atau pengembangan kegiatan produktif lainnya.

Perubahan fungsi kapal ini membutuhkan beberapa modifikasi dan tambahan peralatan :

  • Pembangunan box cold storage dan modifikasi bodi kapal nelayan                          
  • Perubahan spek dan pemasangan mesin induk kapal 6D-16; mesin kapal lama akan digunakan sebagai genset untuk memasok listrik mesin pendingin palka.                                   
  • Pembangunan cold storage dan air blas serta cor box fiber                          
  • Proses ini membutuhkan waktu sekitar 4 bulan.

Nelayan binaan yang akan menjadi pemetik manfaat wakaf kapal dakwah nelayan saat ini sudah mulai dikoordinir dalam bentuk kelompok-kelompok, sudah terbentuk  32 kelompok dengan masing anggotanya berkisar 8 – 10 orang.  Sehingga ketika Kapal Dakwah Nelayan ini mulai beroperasi, nelayan yang akan memasok ikan dan mendukung gerak dakwah disana sudah siap.

Wakaf yang dibutuhkan

Rp. 686.180.000,- (enam ratus delapan puluh enam juta seratus delapan puluh ribu rupiah)

Partner Lapang

Ust. Ariefuddin Anwar | Arief Mitra Group

Kapal Dakwah Nelayan Nusa Tenggara Timur

#Update 10 Selesai : Peresmian Pelayaran Perdana Kapal Dakwah Nelayan Berlangsung Meriah

Suara sirine dari ruang nahkoda Kapal Dakwah Nelayan membahana. Menandakan bahwa kapal ini secara resmi telah siap untuk berlayar. Pada Senin, (8/4) kemarin di Dermaga PPLP Tanjung Priok, Jakarta.

Setelah cukup lama menjalani proses renovasi, akhirnya saat-saat yang dinantikan bertemu juga. Acara pelayaran perdana kapal dakwah nelayan berlangsung cukup meriah, penuh hidmat dan hikmah. Lihat Videonya di bawah ini! 

Update #9. Informasi Yang Tertinggal dari Kapal Dakwah Nelayan

 

Pekerjaan Renovasi Kapal Dakwah Saat Di atas Dok Kering Karangantu, Banten

 

Kapal Dakwah Turun Dari Dok Kering ke Perairan

Update #8. Pengerjaan Kapal Dakwah di Karangantu Selesai

Seluruh pekerjaan kapal di Karangantu, Banten sudah selesai. Selasa (5/2) kapal akan diturunkan dari dok ke perairan.

Setelah proses renovasi fisik Kapal selesai, maka dilanjutkan dengan proses administrasi pelayaran.  Bila semuanya berjalan dengan baik, insya Allah pelayaran perdana Kapal Dakwah Nelayan dari Jakarta ke NTT akan dilaksanakan pada bulan Maret 2013.

Selain menunggu proses administrasi pelayaran selesai juga memperhatikan kondisi cuaca dimana ombak lautan tidak terlalu tinggi.  Di bulan Februari 2013 masih periode Angin Musim Barat dan pada periode angin musim barat ketinggian ombak lautan bisa mencapai 5-7 meter, terlalu berbahaya bagi kapal dakwah nelayan berlayar.

Update #7. Kapal Naik Dok, Renovasi Dilanjutkan

Ternyata memakan waktu dua bulan bagi kapal dakwah nelayan untuk sampai bisa naik ke dok kering di Karangantu, Banten. Padahal, kapal telah tiba di pelabuhan dari dok Tanjung Burung pada 12 November 2012. Namun, kapal yang panjangnya mencapai 22 meter ini tidak bisa langsung naik ke dok kering, karena kapasitas kebanyakan dok di sana hanya diperuntukkan untuk kapal nelayan yang ukuran kapalnya rata-rata lebih kecil dari kapal dakwah nelayan.

Kecuali satu dok yang dimiliki oleh Budi dan Santi, dua bersaudara yang telah berpengalaman dalam bisnis dok. Di dok ini ternyata telah antri empat kapal lainnya untuk diperbaiki. Setelah proses negosiasi, akhirnya kapal dakwah nelayan dijadwalkan akan naik dok pada akhir desember 2012 atau awal Januari 2013.

Akhirnya, pada 14 Januari 2013, Badan Wakaf Al-Quran (BWA) mendapat kabar dari pemiliki dok bahwa pada 15 Januari 2013 pagi kapal dakwah nelayan sudah bisa naik dok.

Senin (15/1) pukul 9 pagi dilakukan persiapan menarik kapal ke atas dok, satu jam kemudian kapal sudah berada di bibir dok dan telah distabilkan dengan ikatan tali dan rantai. Proses menarik kapal hingga naik ke atas memakan waktu sekitar tiga jam. Tambang baja yang digunakan untuk menarik kapal sempat dua kali putus. Namun, dengan pertolongan Allah SWT, akhirnya kapal berhasil dinaikkan dengan selamat.

Proses selanjutnya adalah pengeringan agar kayu lambung kapal yang akan dilaminasi dengan fiber benar-benar kering dari air laut. Di musim hujan seperti ini proses pengeringan memakan waktu lebih lama dan kapal harus ditutupi oleh tenda terpal. Bila tidak ada halangan, maka hari Sabtu (19/1) tim renovasi akan berkumpul di Karangantu dan memulai pekerjaan mereka. “Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tahap akhir ini diperkirakan mencapai 20 hari,” tutur pak Tijar, pelaksana renovasi kapal bagian fibering kepada tim BWA.

Kami mohon doa dari para wakif yang budiman, semoga proses renovasi dan modifikasi kapal dakwah nelayan ini dapat berjalan dengan lancar.

Update #6. Progres 75%, Instalasi Cold Storage Sudah Selesai

Proses instalasi cold storage Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik, pelaksana instalasi adalah PT. Muara Intan Lestari salah satu vendor yang memberi penawaran harga paling baik dengan teknologi terbaru namun mudah dalam mengoperasikannya.

Mesin pendingin di letakkan di ruang mesin bersama mesin utama kapal dan genset kapal yang berkapasitas 40 KVA. Secara keseluruhan progres renovasi kapal dakwah nelayan NTT telah berjalan  75%.

 

Selain itu ruang kemudi, lampu sorot, bendera, tangga di belakang kapal, knalpot mesin, serta terpal depan ruang kemudi juga telah selesai dikerjakan.

 

Selanjutnya adalah tahap pekerjaan bagian bawah lambung kapal, rencananya akan dilaksanakan di Karangantu, Banten. “Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tahap akhir ini diperkirakan 20 hari”, ujar pak Tijar pelaksana renovasi kapal bagian fibering kepada tim BWA.  Berdasarkan keterangan ini maka rencana pelayaran perdana kapal dakwah nelayan NTT pada tanggal 10 November 2012, terpaksa harus mundur sampai akhir November atau awal Desember 2012 (skenario #2).

Namun sayang ternyata jadwal naik dok di Karangantu Banten mengalami keterlambatan karena antrian kapal yang akan naik dok tersebut cukup panjang.  Hasil negosiasi tim BWA dengan pemilik dok, diperkirakan baru akhir Desember 2012 kapal dakwah ini baru bisa naik dok.

Konsekwensinya jadwal pelayaran perdana akan kembali mundur cukup lama. Insya Allah akan diinformasikan kembali bila perkembangan proses renovasi dan perbaikan di atas dok kering ini sudah berjalan.

Kami mohon doa dari para wakif yang budiman, semoga proses renovasi dan modifikasi kapal dakwah nelayan ini dapat berjalan dengan lancar.



Update #5. Renovasi 55%, Berjalan Sesuai Rencana

Alhamdulillah, pelaksanaan renovasi dan modifikasi kapal dakwah nelayan NTT berjalan sesuai dengan rencana. Kapal ini telah menyelesaikan pekerjaan tahap pertama, yaitu renovasi dan modifikasi badan kapal yang berada di atas air garis air, minus instalasi sistem pendingin dan pembeku (cold storage) dan pengecatan.

Seperti kita ketahui kapal ini memiliki 6 buah ruang penyimpanan ikan (palka);

1. 4 palka berada di bawah deck utama bagian depan
2. 1 palka di atas deck utama, depan ruang kemudi dan
3. 1 palka  di bawah deck belakang dekat kamar mesin.

Secara umum proses pengerjaan kapal dakwah telah selesai 55%, dan kapal saat ini siap untuk dipasang instalasi cold storage di seluruh palka di atas dan selanjutnya pengecatan bagian atas kapal.

Setelah selesai proses pekerjaan di atas garis air kapal maka dilanjutkan dengan pekerjaan di bawah garis air berupa laminasi lambung kapal, propeler kapal, penguatan lunas dan perbaikan kemudi.  Pekerjaan di bawah garis kapal membutuhkan dock kering yakni kapal diangkat dari atas air.

Mudah-mudahan seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga kapal dapat segera beroperasi di NTT. Setiap terjangan ombak yang dilalui kapal dakwah ini Insya Allah akan mengalirkan pahala kepada para wakif, selama kapal terus berlayar memberi manfaat kepada ratusan nelayan-nelayan minoritas muslim di NTT. 

Sebelum Renovasi                                                           Dalam Proses Renovasi

Update # 4. Laminasi Bagian Atas Kapal Sudah Selesai

Proses pengerjaan modifikasi dan renovasi kapal dakwah berjalan sesuai rencana. Saat ini pekerjaan laminasi bagian atas kapal sudah selesai. ?Proses laminasi bagian atas sudah selesai dikerjakan mas, tinggal pengecatan? ujar pak Madari saat ditemui tim BWA pada 15/08/2012 di Tanjung Burung Banten.?

Selain proses laminasi, pemasangan kaca di bagian geladak dan ruang kemudi kapal juga sudah rampung. Jendela kaca ini berfungsi dalam proses sirkulasi udara sehingga ruangan dalam kapal tetap terasa segar.

Pengerjaan kapal berhenti sementara karena libur hari raya Idul fitri, insya Allah akan mulai dikerjakan lagi seminggu setelah hari raya. Secara umum persentase pengerjaan kapal dakwah sudah berjalan 45%, sesuai jadwal yang dibuat.

Ramadhan 1433 H boleh berakhir, namun aliran pahala tidak boleh berhenti. Oleh karena itu mari kita sisihkan harta kita untuk wakaf kapal dakwah nelayan ini sebagai bekal kehidupan di akhirat kelak.?

Pemasangan jendela kaca mati pada ruang kemudi

Pengecetan bagian atas belakang

Pemasangan pipa bahan bakar

Pemasangan jendela kaca geser di ruang geladak bawah

Update #3. Modifikasi Kapal Dakwah, Sudah 30% Berjalan

 

Tanggal 1 Agustus 2012, tim BWA melakukan supervisi pelaksanaan project wakaf khusus kapal dakwah di Tanjung Burung Tangerang Banten. Secara umum proses renovasi dan modifikasi kapal nelayan NTT sudah mencapai 30%.   

Pelaksana renovasi dan modifikasi bangunan kapal dakwah nelayan NTT ini  adalah PT. CARITA BOAT INDONESIA yang berlokasi di Tanjung Burung, Tangerang Banten, sudah dimulai sejak tanggal 10 Juli 2012.

Pekerjaan membangun kapal dakwah ini dibagi menjadi 2 tahap yaitu: tahap 1; pekerjaan badan kapal termasuk membangun palka untuk cold storagedilaksanakan di Tanjung Burung dengan dock basah dan, tahap ke 2; pekerjaan pelapisan lambung kapal yang berada dibawah garis air akan dilaksanakan di Muara Baru dengan dock kering.

Proses yang sedang dikerjakan adalah laminasi pada bagian badan kapal dengan 3 bahan lapisan yaitu fiber Chopped StrandMat 450 dan lapisan Woven Roving 600, Chopped StrandMat 450.  Meliputi bagian lantai pada deck atas kapal, tenda dan tiang-tiang penumpu pada bagian deck atas kapal, fondasi kubah kapal, dinding-dinding pada ruangan di bagian tengah kapal, dinding-dinding bagian luar dan dalam ruang kemudi.

Berdasarkan schedule pengerjaan modifikasi dan perbaikan kapal dakwah ini akan selesai 100 % pada bulan November 2012. Masih ada kesempatan bagi kaum muslimin turut serta mensukseskan project wakaf khusus kapal dakwah nelayan NTT ini, wakaf Anda akan mencerahkan masa depan nelayan NTT.

 Ruang kemudi

 Bukaan jendela geladak bawah (geladak utama)

 Bukaan jendela geladak atas

 Laminasi ruang tidur geladak atas

 Pemasangan sekat kayu pada cold storage

 2 buah tangki bahan bakar kapasitas @ 625 liter

Update #2. Kapal Dakwah Nelayan NTT Tiba di Dok Tanjung Burung

Kapal Dakwah Nelayan Nusa Tenggara Timur sekarang sudah berada di dok galangan kapal Tanjung Burung, Tangerang, Banten.

“Kapal sekarang di dok di Tanjung Burung, sedang proses pengukuran dan kalkulasi untuk pemasangan ruang pendingin kapasitas 20 ton, air blas serta cor boks fiber,” ujar Ustadz Arifuddin Anwar, partner lapang Badan Wakaf Al-Qur’an, Jum’at (8/6) saat singgah ke Kantor BWA di Jakarta.

Pada Kamis (31/5), kapal tiba di depan muara Tanjung Burung, namun belum bisa masuk karena air sedang surut dan dangkal. Tidak mau berlama-lama menunggu air pasang yang lebih tinggi, kapal pun ditarik dua buah perahu motor kecil. “Selama 3 hari ditarik perahu motor baru masuk sekitar 5 Km ke dalam sungai sehingga tiba di dok Ahad (3/6),” ujarnya.

Diharapkan November mendatang pemasangan instalasi yang dibutuhkan sudah rampung. Sehingga Kapal Dakwah wakaf dapat segera membantu meningkatkan taraf kehidupan ekonomi para nelayan minoritas Muslim NTT serta mendukung aktivitas syiar Islam dan pendidikan di sana.

Update #1. Perjalanan Kapal Dakwah Nelayan Menuju P.Jawa

Kapal Dakwah Nelayan Nusa Tenggara Timur, akhir April 2012  memulai perjalanan dari Flores menuju Pulau Jawa. Tepatnya di galangan Tanjung Burung, Tangerang untuk proses instalasi ruang pendingin (cold storage).

Sempat beberapa kali tertunda rencana pelayaran tersebut karena kesulitan memperoleh bahan bakar Solar. Akhir Maret sampai dengan awal April lalu, bahan bakar Solar sulit diperoleh di daerah Sagu, Adonara, NTT tempat kapal bersandar. Kita masih ingat ketika itu pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM, aparat di daerah mengawasi dan membatasi pembelian bahan bakar karena dikhawatirkan untuk ditimbun dan spekulasi.

Selepas batalnya rencana kenaikan BBM, Solar masih sangat sukar diperoleh di NTT. Tampaknya pemerintah diam-diam melaksanakan kebijakan pembatasan BBM di daerah-daerah. Akhirnya dengan BBM seadanya kapal berangkat ke daerah Flores, berharap disana Solar lebih mudah didapat.

Namun kesulitan yang sama dihadapi di Flores, bahkan awak kapal sempat menginap di kapal selama 10 hari karena tidak mendapatkan bahan bakar. Dari pelabuhan di daerah Reo, Manggarai, Flores Bagian Barat, kapal bergerak ke daerah Labuhan Badas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, rute perjalanan menjadi pendek-pendek sambil berharap di Sumbawa dapat memperoleh Solar dalam jumlah cukup.

Tanggal 28 April 2012, kapal berangkat dari Sumbawa dengan bekal Solar yang diperoleh perjalanan bisa mencapai Jawa Timur.  Pada tanggal 1 Mei, kapal singgah di daerah Paciran, Lamongan, Jawa Timur selain untuk mengisi Solar, juga ada kerusakan di mesin kapal.

“Karena ada kendala di mesin, perjalanan berhenti dulu di Lamongan, Jawa Timur, untuk perbaikan,” ujar Ustadz Arifuddin Anwar, mitra lapang Badan Wakaf Al-Qur’an di NTT.

Setelah mesinnya normal kembali, perjalanan menuju galangan di Tanjung Burung, Tangerang itu kembali diteruskan, mohon doanya.

Pemasangan instalasi ruang pendingin kapasitas 20 ton, air blast serta cor boks fiber, diperkirakan akan memakan waktu sekitar 4 - 5 bulan.  Setelah selesai proses pembangunan pendingin ikan maka kapal kembali berlayar menuju NTT untuk dioperasikan menampung ikan dari para nelayan Kabupaten Flores Timur dan beberapa kabupaten yang berdekatan.

Wakaf Kapal Dakwah ini memang disiapkan untuk membantu para nelayan Muslim di NTT agar dapat meningkatkan taraf kehidupan ekonomi sosial mereka, mendukung aktivitas syiar Islam dan pendidikan.

Nelayan binaan yang akan menjadi pemetik manfaat wakaf Kapal Dakwah, saat ini sudah mulai dikoordinir dalam bentuk kelompok-kelompok. “Sudah terbentuk  32 kelompok dengan masing anggotanya berkisar 8-10 orang,” ujar Arifuddin yang juga sebagai pimpinan Pondok Pesantren Ikhwanul Mukminin, Adonara, Flores Timur.[]

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.