Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Karena Bekas Operasi Tidak Disinar, Hidung, Mata dan Pipi Kanan Arsan Membusuk

BWA-ZPP. Dengan wajah sedih, Dasini (46 tahun) menceritakan kondisi suami tercinta Arsan (52 tahun). “Kata dokter, suami saya harus segera disinar Pak, kasihan bekas operasinya mulai membusuk,” ungkapnya dengan lirih dan meneteskan air mata, Rabu sore (26/8) di Kantor Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).

ZPP - Arsan 1

Masalah bermula pada Maret 2012, tahi lalat yang ada di muka Arsan terasa gatal, terus digaruk hingga berdarah. Didiamkan semakin parah. Akhirnya berobat ke klinik terdekat dari rumah. Setelah menjalani beberapa kali pengobatan  tahi lalat yang berdarah itu malah bertambah parah, bahkan jadi busuk dan dagingnya mulai jatuh.

Atas saran tetangga, kurang lebih hampir dua tahun Arsan terus berobat herbal ke sana kemari menghabiskan dana belasan juta rupiah namun penyakit suami semakin parah. Bahkan hidung, pipi sebelah kiri hilang karena membusuk dan berjatuhan.

Berbekal kartu kesehatan, Dasini mengobati suaminya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah melewati beberapa rumah sakit. Dua bulan bolak-balik rumah sakit, akhirnya Arsan bisa dioperasi pada Juni lalu dan dirawat sekitar dua bulan di RSCM.

Setelah menjalani operasi kanker  kulit basal (basailoma) dan ongkol di wajah, seharusnya Arsan menjalani proses sinar, untuk mematikan virusnya. Namun, tiga pekan pasca operasi, Dasini tak kunjung membawanya ke  RSCM  karena alasan tak punya uang untuk sewa angkot dan tidak memungkinkan mengecer naik kendaraan umum dengan kondisi seperti itu.

“Pinjam uang ke tetangga sangat sulit karena terlalu sering dan banyak yang belum dibayar,” ujar warga Taman Wisma Asri Blok BB36 No 26 RT 001/026 Desa Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Jangankan untuk ongkos, untuk makan saja Dasini saat ini kesulitan, karena semenjak mengurus suami, dia tak lagi bisa jualan. Di samping itu juga butuh obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS. Sedangkan anak tercinta Adit Al Farizi (15 tahun) tak mau berpangku tangan, anak semata wayang itu pun bekerja jadi pembantu namun uangnya langsung habis untuk bayar dan ongkos sekolahnya sendiri.

 “Kata karyawan RSCM saya disuruh ke sini, insya Allah BWA dapat membantu katanya,” ujar Dasina.

Keesokan harinya setelah BWA memberikan uang talangan Rp 2 juta, Dasini membawa sang suami ke RSCM untuk disinar. Uang dua juta itu ia berikan ke supir angkot satu juta untuk bolak-balik antar ke RSCM selama sepekan, sisanya untuk beli obat dan biaya laiannya.

Kamis (27/8) sore, Dasini menelepon. “Pak terima kasih banyak, saya baru pulang dari RSCM bawa suami. Dokter Nia dan tim dokter lain ngucapin terima kasih katanya untuk Bapak karena telah membantu Pak Arsan, tadinya tuh dokter mau nelpon Bapak, tapi takut ganggu karena saya belum izin ke Bapak,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, “Oh ya, tadi  Pak Budhi atau siapa saya lupa namanya, yang menyarankan saya ke BWA, melihat saya bisa ke RSCM lagi, dia mengacungkan dua jempolnya Pak,” tambah Dasini dengan nada riang.

Saat ini Arsan hanya bisa duduk dan berbaring di tempat tidurnya. Daging dan kulit kedua pahanya masih diperban karena diambil untuk menambal wajahnya.

Untuk mengurangi beban keluarga Arsan, melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP), BWA mengajak kaum Muslimin menunaikan zakat harta (dan donasi). Sehingga kewajiban zakat tertunaikan, ibadah sunah donasi pun tersalurkan dan tentu saja pahala dari Allah SWT untuk kita semua karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Nilai Zakat Harta (dan Donasi) yang Dibutuhkan:

Rp 12.350.000,- (biaya sewa angkot 45 X 150 ribu = Rp 6.750.000; obat-obatan yang tidak di-cover BPJS Rp 2.600.000; biaya hidup 2 bulan + kontrakan Rp 3 juta).

Mitra Lapang:

Alimuddin Baharsyah

Karena Bekas Operasi Tidak Disinar, Hidung, Mata dan Pipi Kanan Arsan Membusuk

Update Selesai : Inilah Doa Tulus Dasini untuk Muzaki

BWA-ZPP. Sambil berbaring, Arsan (52 tahun) berusaha menatap wajah tim Badan Wakaf Al-Qur’an. “Bapak, ini lho Pak Ali...,” ujar istri tercinta Dasini (46 tahun) memperkenalkan tim BWA, Kamis (1/10) di rumah kontrakan Taman Wisma Asri 2 Blok BB 36 RT 01/026 Jalan Beringin Putih, Bekasi, Jawa Barat.

 

BWA mengunjungi Arsan semoga Allah angkat penyakitnya

M. Suyatno mengunjungi kediaman Arsan di Teluk Pucung, Bekasi Utara. untuk menyerahkan zakat dan donasi yang berhasil dikumpulkan oleh BWA.

 

Semenjak BWA memberikan dana talangan, Arsan sudah menjalani 25 kali sinar untuk membunuh akar kanker yang membuat hidung, mata dan pipi kiri membusuk ---yang benar “kiri” sebelumnya ditulis “kanan”. Perlu 13 kali lagi sinar untuk benar-benar mematikan akar kankernya.

Saat ditanya kondisinya, Arsan sempat berbicara, namun tidak jelas karena memang semenjak operasi di wajah, agak sulit berbicara, ditambah semua giginya dicabut agar mempermudah proses sinar.

Dasini tampak senang dan berulang-ulang mengucapkan terima kasih. “Kalau enggak ditolong Pak Ali, mungkin suami saya sudah enggak ada,” ungkap Dasini haru.

Tim BWA pun menyampaikan kepada Dasini dan keluarga, bahwa yang selama ini memberikan bantuan adalah para para muzaki dan donatur. Sontak Dasini mendoakan mereka.

“Untuk yang sudah bantu saya, saya ucapkan terima kasih, saya enggak bisa kasih apa-apa, biar Allah yang balas, semoga semakin jaya, semakin sehat, semakin panjang umur, semakin banya rezekinya dan diangkat derajatnya oleh Allah,”doa Dasini dengan tulus.

Pada kesempatan tersebut, BWA pun menyerahkan seluruh dana zakat harta dan donasi dari kaum Muslimin yang dikumpulkan melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) untuk biaya sinar dan perawatan Arsan.[]

 

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 12.350.000

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.