Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Karena Berjalan 2-3 Kilometer untuk Mendapatkan Air, Santri Hamfara Sering Terlambat Kuliah

BWA-WAfP. Meski semua santri mondok di asrama Pondok Pesantren Hamfara, tetapi ada saja santri yang terlambat ikut taklim maupun kuliah. Mereka terlambat bukan karena malas atau pun bangun kesiangan, melainkan karena setiap santri waktunya habis berjalan kaki sekitar 2-3 kilometer untuk mendapatkan air.

Maklumlah pesantren ini berlokasi di daerah bebukitan Dusun Kenalan Desa Bangun Jiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul DIY dengan kontur tanah berkapur yang langka akan mata air. Sehingga sekitar 350 santri putra putri yang semuanya juga merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamfara harus bergiliran menuju masjid dan rumah warga yang memiliki persediaan air cukup yang yang memakan waktu sekitar 40 menit itu.

“Air ada, tapi sangat sedikit, tidak mampu mencukupi kebutuhan seluruhsantri. Sehingga kami berinisiatif kerumah warga dan masjid untuk menumpang mandi. Namun warga berkeberatan jika setiap hari kami menumpang mandi, karena mereka juga membutuhkan air bersih,” ungkap Nida, mahasiswi Jurusan Manajemen Syariah, angkatan 2012.

Manajemen Hamfara sudah melakukan usaha untuk mengatasi kesulitan air bersih dengan membuat sumur dengan kedalaman 25 meter. “Namun airnya hanya bisa diambil selama musin hujan, sedangkan pada kemarau air sumur hanya bisa diambil beberapa menit saja, karena debit airnya kecil,” ungkap Humas Hamfara Wahyudianto.

Berdasarkan kondisi tersebut, pada Mei 2014, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melakukan tes geolistrik untuk mengatahui potensi air artesis di lingkungan pondok. Hasilnya terdapat lapisan akuifer di kedalaman 34,91 - 72,16 meter.

“Dengan data ini, pengeboran sumur dalam, untuk penyediaan air bersih di lingkungan pesantren dapat dilakukan,” simpul Darminto, penanggungjawab project sarana air bersih BWA.

Melalui program Water Action for People (WAfP), BWA berencana melakukan pengeboran, pipanisasi air tanah ke penampungan agar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih civitas akademi Ponpes STIE Hamfara dan membangun watershop (hidrant umum) agar sekitar 30 KK sekitar pesantren yang juga mengalami krisis air dapat turut mengakses air bersih tersebut.

Adapun tahap pelaksanaan teknis pembangunan sarana air bersih ini akan dibagi menjadi dua tahap.Pertama, pengeboran sumur dengan kedalaman 100 meter;instalasi pompa kapasitas 7000 liter per jam;dan pipanisasi dari sumur dalam menuju bak penampung (ground tank) dan tangki air yang ada di masjid pesantren agar dapat tersalurkan ke asrama putra putri dan juga kantor pesantren. Kedua,pembangunan watershopsatu unit dan instalasi mesin dispenser dengan dua kran; daninstalasi pipa dari sumur dalam ke watershop.

Mari berpartisipasi dalam menyukseskan project wakaf sarana air bersih di pesantren STEI Hamfara, sehingga santri bisa menuntut ilmu dengan khusyu lantaran kesediaan air yang melimpah. Serta Allah SWT memberikan pahala kepada kita semua dari setiap tetes air yang digunakan mereka dan warga sekitarnya.[]

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp 242.200.000,-(Dua Ratus Empat Puluh Dua Juta Dua Ratus Ribu Rupiah)

Mitra lapang:

Mu’tashim Billah Murtadlo, SEI

Karena Berjalan 2-3 Kilometer untuk Mendapatkan Air, Santri Hamfara Sering Terlambat Kuliah

Proyek Wakaf Sarana Air Bersih Dimulai

Proyek Wakaf Sarana Air Bersih STIE Hamfara dimulai pada hari Selasa (8/3/2016) dengan pekerjaan pengeboran sumur dalam.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.