Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Karena Tumor Rahang, Siti Kesulitan Makan, Minum dan Bicara

Di usianya yang masih sangat belia, Siti Halimah (13 tahun) sudah diberikan ujian hidup yang cukup berat, ia divonis dokter menderita tumor rahang ameloblastoma. Tumor ini menimbulkan bejolan di rahang kirinya yang semakin membesar sehingga membuatnya sulit untuk makan dan minum, bahkan ia juga kesulitan untuk bicara.

(Kondisi Terakhir Siti Halimah saat Tim BWA Melakukan Survei)

(Kondisi Terakhir Siti Halimah saat Tim BWA Melakukan Survei)

Hampir empat tahun lamanya warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan malingping, kabupaten Lebak, Banten menderita penyakit ini. Ia sempat menjalani perawatan di RSUD Dr. Adjidarmo, Rangkas Bitung, Banten. Benjolan semakin membesar, sementara kebutuhan alat medis yang kurang memadai di rumah sakit tersebut, hingga akhirnya Siti dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada pertengahan Januari 2019.

Biaya hidup yang cukup tinggi di Jakarta membuat Emi (36 tahun/ibu) kewalahan untuk mengatur keuangannya. Sudah empat tahun lamanya mereka tidak lagi bertemu dengan ayahnya, sang ayah pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua.

Kini Emi kewalahan mencari biaya pengobatan untuk anaknya, ia hanya meminta bantuan dari saudara dan meminjam uang tetangga demi kesembuhan anaknya namun itu semua belum dapat menutupi biaya berobat Siti Halimah.

Untuk mengurangi beban keluarga Siti Halimah, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK). Sehingga, Siti Halimah dapat pengobatan dan perawatan yang optimal dan semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.64.000.000

 

Partner Lapangan:

Wahyu

Karena Tumor Rahang, Siti Kesulitan Makan, Minum dan Bicara

Update #1: Siti Halimah Masih Harus Rutin Kontrol Ke Rumah Sakit

Siti Halimah (13 tahun) baru saja menyelesaikan operasi tahap ke-2 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta pada awal September lalu. Benjolan yang ada dipipinya mulai mengempis walaupun tidak terlalu banyak dan rasa nyeri sedikit berkurang.

(Siti Halimah bersama Ibunya Saat Kontrol di RSCM)

(Siti Halimah bersama Ibunya Saat Kontrol di RSCM)

Pasca operasi Siti Halimah masih tetap menjalani kontrol, dalam sebulan ia biasa 7-8 kali datang ke rumah sakit.Sang ibu masih belum tahu sampai berapa lama ia harus menemani anaknya melakukan kontrol, karena kondisi anaknya belum sembuh benar.

Dokter yang mengurus Siti Halimah menjelaskan untuk penyakit tumor rahang ameloblastoma tidak dapat disembuhkan dalam waktu dekat, butuh waktu yang cukup lama untuk penganan tumor seperti ini.

Saat ini Siti Halimah dan Ibunya masih tinggal di rumah singgah, yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah sakit. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya sang ibu hanya mengharap bantuan dari saudara-saudaranya yang ada di kampung.

“Terimakasih banyak kepada para donatur, semoga semakin bertambah banyak rejekinya,” Ujar Emi (36 tahun) ibu Siti Halimah yang ketika itu didatangi tim Sedekah Kemanusiaan (SK) untuk menyalurkan donasi tahap pertama yang terkumpul dari para wakif/donatur. Semoga kebaikan dari para wakif terganti dengan limpahan pahala dan kebaikan dari Allah SWT, Aamiin.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.