Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Kesehatan Pak Mun’im Kini Bergantung Pada Tabung Oksigen

Kesehatan Pak Mun’im Kini Bergantung Pada Tabung Oksigen

Menjalani hidup dengan bantuan tabung oksigen harus pak Mun’im (60 tahun) jalani tiga tahun belakangan. Hal ini dikarenakan katup jantungnya mengalami penyumbatan, beliau mulai mengalami sakit diawal tahun 2010. Pada awalnya ia hanya menggunakan tabung oksigen yang berukuran kecil (1,5 m3) dan pada pertengahan 2019 ia harus menggunakan tabung oksigen yang berukuran besar (6 m3) karena kondisi yang semakin memburuk.

Dokter di RSUD Gunung Jati, Cirebon mengungkapkan jika ia sudah angkat tangan karena sudah tidak memungkinkan bagi pak Mun’im untuk mendapatkan kesembuhan secara total. Pak Mun’im harus menggunakan alat bantu tabung oksigen untuk mensuplai asupan oksigen ke darah dan jantungnya. Setiap harinya pak Mun’im bisa menghabiskan satu tabung oksigen berukuran besar.

(Pak Mun'im 60 tahun)

(Pak Mun'im 60 tahun)

Setiap minggunya pak Mun’im harus mengeluarkan uang sebesar 700-800 ribu rupiah untuk mengisi oksigen yang telah habis, hal ini tentu sangat memberatkan keluarganya. Lilik Zumara (58 tahun/istri) sangat kewalahan untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi suaminya, sebagai ibu rumah tangga iya pun tidak memiliki penghasilan tetap, sebagian anak-anaknya juga masih membutuhkan biaya untuk sekolah.

Untuk mengurangi beban keluarga pak Mun’im, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah kemanusiaan (SK) sehingga biaya pembelian oksigen dapat tercukupi dan semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.56.200.000 (Biaya isi ulang tabung oksigen, biaya dan obat-obatan)

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#BWA #Wakaf #WakafQuran #SedekahKemanusiaan

Kesehatan Pak Mun’im Kini Bergantung Pada Tabung Oksigen

Update #1: Bantuan Alat Kesehatan Oxygen Concentrator Untuk Pak Mun’im

Kondisi pak Muni’im (60 tahun) masih seperti dahulu, ia masih duduk diatas kursi roda dan selang oksigen masih terpasang di hidungnya, bicaranya masih terbata-bata akibat dari stroke yang ia derita.

Sejak 2019 Pak Mun’im rutin menjalani serangkaian pengobatan alternatif, diantaranya terapi akupuntur, refleksi, bekam, lintah dan yang terakhir totok punggung. Namun, belum juga memberikan perubahan pada kondisinya, sehingga pihak keluarga menghentikannya, dan fokus untuk pengobatan medis dan obat-obatan herbal.

(Bantuan Oxygen Concentrator)

(Bantuan Oxygen Concentrator BWA)

Kedatangan tim BWA ke kediaman pak Munim yang bertempat di Desa Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat untuk memberikan secara langsung alat kesehatan, yang nantinya bisa digunakan membuat oksigen/Oxygen concentrator, Harapan kami, agar kedepannya keluarga pak Mun’im tidak terus-terusan harus membeli oksigen isi ulang.

Lilik Zumara (58 tahun/Istri) sangat bahagia menerima bantuan alat kesehatan yang diberikan oleh donatur BWA, setidaknya ia dapat menghemat biaya untuk tidak terus-terusan membeli oksigen isi ulang yang setiap harinya harus dikeluarkan sebesar Rp.300.000,-

“Terimaksih sekali, maaf merepotkan selama ini, Kami hanya mendoakan mudah-mudahan tetep jalan perjuangannya, hanya Allah yang membalas semua kebaikan donatur,” ujar Lilik Zumara.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Komunitas Pendukung