Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Khaira Butuh Alat Terapi Agar Bisa Duduk Layaknya Balita

Khaira Butuh Alat Terapi Agar Bisa Duduk Layaknya Balita

Penyakit cerebral palsy (lumpuh otak) harus membuat gadis mungil Khaira Nadia Zafira Putri (3 tahun) menjalani keseharian hanya berada di tempat tidur.

Kejadian bermula saat anak dari pasangan Purnawarman (53 tahun) dan Kiswati (32 tahun) tersebut masih berusia 2 bulan. Saat itu Khaira masih menjalani aktivitas seperti biasa. Namun, ketika tertidur terlihat lemas.

(Khaira Saat Pertama Kali dirawat di RS)

(Khaira Saat Pertama Kali dirawat di RS)

Melihat ada yang aneh dengan kondisi anakanya, kedua orang tua Khaira membawanya ke IGD RSUD Pasar Minggu. Dokter IGD meminta agar Khaira dibawa ke ruang PICU untuk mendapatkan penanganan dan dipasang ventilator.

Satu bulan berlalu kondisi Khaira tak kunjung membaik. Hasil pemeriksaan medis didapati jika Khaira mengidap radang otak. Memeasuki bulan kedua, Khaira belum menunjukan perubahan, dokter menyarankan agar Khaira dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar guna mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Kenyataan pahit harus diterima kedua orang tua Khaira, karena hampir semua rumah sakit yang mereka datangi di Jakarta menolak dengan alasan ruang PICU penuh. Mendapati hal ini tim dokter dari RSUD Pasar Minggu memutuskan untuk menjalani pengobatan semaksimal mungkin RSUD Pasar Minggu agar Khaira bisa bertahan.

Setelah menjalani pengobatan selama tiga bulan, Alhamdulillah kondisi Khaira berangsur membaik dan ventilator yang tadinya membantunya untuk bernafas sudah bisa dilepas.

Berselang sehari akhirnya Khaira bisa dirujuk ke RSCM Jakarta karena mendapati ruang PICU yang kosong. Di Poli Neurology Khaira di diagnosa mengidap cerebral palsy.

Setelah menjalani serangkaian tes medis di Poli THT, Khaira di diagnosa mengalami gangguan pendengaran dan laringomalacia (kelainan bawaan pada tulang rawan laring). Dari hasil pemeriksaan mata Khaira pun mengalami gangguan berat pada retina di kedua matanya.

(Kondisi Terakhir Khaira)

(Kondisi Terakhir Khaira)

Hingga usia tiga tahun, Khaira belum bisa melihat, berbicara, dan asupan makan masih sebatas susu formula.

Dengan kondisi keuangan yang serba terbatas bahkan kurang, kedua orang tuanya kebingungan untuk memenuhi kebutuhan berobat Khaira. Ayah bekerja sebagai kuli bangunan, penghasilan yang didapat tak tentu. Saat ini mereka tinggal di rumah kontrakan yang berlokasi di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Khaira menjalani rawat jalan, ia harus pulang pergi setiap dua pekan sekali untuk melakukan kontrol dan terapi di RSCM Jakarta, sambil menunggu kabar untuk penanganan operasi matanya.

Kedua orang tuanya berkeinginan untuk bisa membeli alat terapi sendiri, agar Khaira bisa berjalan dan duduk layaknya gadis kecil lainnya, karena sekarang terapi hanya dilakukan saat berobat ke RSCM saja. 

Untuk mengurangi beban keluarga Khaira, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah kemanusiaan (SK) sehingga Khaira memiliki alat terapi sendiri serta logistik selama pengobatan terpenuhi. Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.84.625.000

Mitra Lapangan:

Dadan

 

#BWA #WakafQuran #SK #SedekahKemanusiaan

Khaira Butuh Alat Terapi Agar Bisa Duduk Layaknya Balita

Update #2: Terima Kasih BWA, atas Pendampingan yang Dilakukan untuk Khaira

Saat ini Khaira memasuki usia lima tahun, Perjuangan Khaira melawan  meningitis, hidrosefalus dan cerebral palsy (lumpuh otak) sejak ia berusia sembilan bulan. Alhamdulillah, setelah mengikuti berbagai terapi dan pengobatan, kondisinya berangsur membaik. Saat ini ia sudah bisa membuka mata dan menggerakkan badan bahkan sudah bisa melepas selang NGT yang dulu wajib dipasang sebagai alat bantu pencernaan dan pernapasan.

Setahun lebih sejak 2020, BWA mendampingi dan melakukan penggalangan donasi untuk Khaira. Alhamdulillah, bantuan yang terkumpul telah tersalurkan bagi Khaira dan keluarga, setidaknya bantuan yang diterima mampu meringankan beban bagi keluarga Khaira, terutama untuk biaya terapi putri mereka yang diman mereka harus menyiapkan dana sekitar Rp.250.000,- setiap pekannya. Belum lagi kebutuhan susu formula dan berbagai macam kebutuhan pengobatan yang tidak tercakup BPJS, yang tentu menjadi beban berat bagi orang tua Khaira.

(Kondisi Khaira Semakin Membaik)

“Saya sangat bersyukur sekali, Mas. Awalnya anak saya sangat kurus sekali, kurang gizi. Tapi sekarang sudah gemuk karena gizinya tercukupi. Terimakasih BWA dan para wakif semuanya yang telah berkenan membantu Khaira,” ujar Kiswati, Ibunda Khaira.

Penggalanagn donasi bagi Khaira telah selesai dilakukan BWA, kewajiban bagi Khaira telah tersalurakan dan direalisasikan seluruhnya untuk keperluan Khaira melliputi biaya pengobatan, penanganan gizi, dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari Khaira.

(Donasi Kesehatan untuk Khaira)

Tak henti-hentinya Kiswati menucapkan rasa syukur pada Allah SWT dan ucapan terimakasih kepada seluruh keluarga besar BWA, baik karyawan, donatur, dan semua yang terlibat dalam proyek kemanusiaan ini. “Semoga Allah membalas dengan pahala berlipat ganda,” tutup Kiswanti.

 

Update #1: Alhamdulillah, Kini Khaira Sudah Memiliki Alat Terapi Sendiri

Donasi yang terkumpul melalui program Sedekah Kemanusiaan BWA, telah tersalurkan untuk Khaira (4 tahun). dari donasi yang diterima dibelikannya alat-alat terapi yang tentu sangat berguna sekali untuk pertumbuhan Khaira.

“Alhamdulillah, donasi yang disalurkan BWA sudah dibelikan alat-alat terapi untuk Khaira berupa, tilt table, sepatu afo,  splint kaki, splint badan, dan splin tangan,”  ujar Kiswati (32 tahun, ibu).

(Khaira Bisa Terapi Sendiri di Rumah)

(Khaira Bisa Terapi Sendiri di Rumah)

Setiap empat jam sehari Khaira diterapi dengan alat bantu, terapi dilakukan setiap dua jam diwaktu pagi dan dua jam diwaktu sore. Alhamdulillah sejak rutin diterapi dengan alat bantu pada akhir Juli 2020 hingga kini ada sedikit perubahan.

“Bentuk kaki mulai normal setelah menggunakan alat bantu, dari sebelumnya yang masih kaku dan tidak dapat ditekuk di bagian pergelangan kaki,” tutur sang ibu.

Khaira akan terus menggunakan alat bantu terapi hingga ia berhasil untuk berdiri dan jalan sendiri. Selain dibelikan alat bantu untuk terapi, donasi yang diterima juga dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan vitamin bagi Khaira.

Saat ini Khaira belum mampu untuk melihat dengan jelas, Insyaallah di akhir Desember tahun ini, Khaira kembali melakukan pengecekan retina pada kedua matanya.

Alhamdulillah bantuan dari donatur sekalian sudah dimanfaatkan dengan baik oleh Khaira, kini Khaira sudah memiliki alat bantu untuk terapi secara mandiri, kita selalu doakan agar Khaira lekas membaik dana dapat hidup dengan normal seperti anak-anak yang lain.

 

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.