Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Konflik Air Di Kampung Lebak Haur

 

Kampung Lebak Haur terletak di desa Rabak, kecamatan Rumpin, Parung, Bogor. Kampung ini berada di daerah perbukitan yang dikelilingi oleh hutan bambu dan karet dengan kondisi jalan belum beraspal.

Sekalipun terdapat empat sumber mata air, tetapi warga Lebak Haur kesulitan mendapatkan air bersih. Minimnya pengetahuan mengenai sistem distribusi air dan kemiskinan warga kampung, menyebabkan air tidak terdistribusikan dengan baik ke setiap warga. Pada akhirnya, warga berebutan mengalirkan air dari sumbernya dengan menggunakan selang plastik.

Akibat saling berebut mengalirkan air, sebagian warga bisa menikmati air dengan jumlah melimpah sementara yang lainnya hanya menikmati air dalam jumlah yang sedikit. Terlebih di musim kemarau, perebutan air bersih antarwarga sampai mengakibatkan perusakan selang air atau melepas selang air milik warga lain. Perebutan seperti ini tentu saja menyebabkan konflik sosial.

 

Solusi Distribusi Air Bersih

Untuk mengatasi masalah distribusi air di Kampung Lebak Haur ini, Badan Wakaf Al-Quran (BWA) akan menerapkan sistem distribusi dengan menggunakan beberapa bak pembagi dan pipanisasi sistem terbuka. Tujuannya untuk menghilangkan perbedaan tekanan air karena perbedaan head (ketinggian) air antara bak pembagi yang satu dengan bak lainnya. Pangkal pipa yang mengalirkan air dari bak dibuat terbuka sehingga udara dapat masuk ke dalam pipa. Cara ini akan menjaga tekanan air dalam pipa tetap sama antara satu pipa dengan pipa lainnya, sehingga setiap pipa akan mengalirkan debit air yang relatif sama.

Ringkasnya, dengan sistem distribusi air ini, warga Lebak Haur akan memperoleh air dengan jumlah yang relatif sama, sehingga hilanglah konflik sosial yang terjadi selama ini yang diakibatkan oleh perebutan air. Dengan demikian, warga pun dapat hidup rukun dan damai serta bisa menikmati air bersih tanpa kendala.

 

Gambaran proyek

Proyek wakaf Air Bersih ini bertujuan untuk menyelesaikan problem distribusi air di kampung Lebak Haur yang sering menyebabkan konflik sosial antarwarga. Berikut gambaran proyek:

1. Membangun bak penangkap air di puncak bukit Lebak Haur.

2. Merenovasi bak utama kampung yang berkapasitas 25 ribu liter.

3. Pipanisasi dari bak penangkap air ke bak utama kampung yang berjarak sekitar 350 meter.

4. Pembangunan bak pembagi RT sebanyak 5 buah yang berkapasitas 1000 liter dan pipanisasi dari bak utama kampung.

5. Pembangunan bak pembagi rumah sebanyak 15 buah yang berkapasitas 500 liter dan pipanisasi dari bak pembagi RT.

6. Renovasi fasilitas MCK di masjid Jami’ Al-Ittihad Ibnu Mujahid.

 

Untuk Wakaf Air Bersih, Biaya Yang Dibutuhkan:

Rp 108.000.000,- (Seratus Delapan Juta Rupiah)

 

Partner lapang:

Ustadz Edi Kurniawan

Konflik Air Di Kampung Lebak Haur

Update #4 Selesai : Air Mengalir, Konflik Berakhir!

Dengan menahan haru,  Ustadz Ma’ruf (40) memberikan sambutan pada acara peresmian wakaf sarana air bersih di Kampung Lebak Haur Desa Gobang Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor.

“Sudah bertahun-tahun, warga kami, berselisih memperebutkan air. Namun Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah, kami seperti mendapat pencerahan dari bapak dan ibu yang hadir di sini,” ungkap Ma’ruf, Ahad (22/9) di aula Masjid Al Ittihad Ibnu Mujahid, Lebak Haur.

Ia bercerita bahwa sebelum dibuatkan sarana distribusi air, sebidang tanah lokasi mata air tersebut akan dijual kepada perusahaan air minum kemasan. Lantaran, warga sering berselisih karena pembagian air tidak merata.

pose dibelakang bak air

Namun untung saja BWA hadir memberikan solusi pendistribusian dengan sistem pipa terbuka ---agar air dapat tersalur merata kepada warga yang dibukit dan lembah---  dan memfasilitasi pembangunan wakaf sarana air bersih tersebut. “Sehingga warga pun senang, karena warga sekarang tinggal membuka kran di rumahnya masing-masing, air langsung mengalir,” ungkapnya.

Pada acara tersebut hadir Kepala Desa Gobang Mad Harun. Kepada warga ia berpesan: “Tong nepikeun  kadenge aya parebut cai deui nya, mun kadenge deui polisi nu ngabereskeun! (Jangan sampai terdengar lagi ada yang bertengkar karena berebut air ya, kalau ada lagi polisi yang turun tangan!),” ungkapnya.

Acara diresmikan dengan iqrar wakaf antara Direktur Keuangan dan Operasional BWA Ichsan Salam (mewakili wakif) dengan  nazir wakaf  Ustadz Ma’ruf dan Tokoh Masyarakat Edi Kurniawan . Dalam kesempatan itu, hadir pula Sekdes Desa Lebak H Wawan dan beberapa wakif yang datang dari Jakarta.

membuka kran, tanda diresmikan

Musyrifah, yang aktif berwakaf sejak pembangunan sarana air bersih di Gunungkidul dalam kesempatan itu angkat bicara: “Saya salut kepada BWA yang selalu gigih mencari daerah-daerah yang membutuhkan terutama daerah-daerah yang rawan aqidah,  rawan pendidikan, seperti di Lebak Haur ini.”

Di perayaan yang sederhana namun khidmat ini, hadir pula Didi dari Allianz Tower. “Saya baru pertama kali ikut langsung ke project BWA yakni di Lebak Haur ini, luar biasa, pengerjaannya cukup profesional, dan memang sangat menyentuh kebutuhan asasi masyarakat,” pungkasnya.

Sarana air bersih yang diresmikan tersebut berupa bak penangkap mata air, bak utama desa (kapasitas 25 ribu liter), lima bak pembagi RT (@ 1000 liter), lima belas bak pembagi rumah (@ 500 liter) serta pipanisasi dari mata air ke 75 rumah baik di bukit maupun di lembah Lebak Haur. []

#Update 3 Program Wakaf Sarana Air Bersih, Rumi Iqbal : Saya Salut Dengan Program Ini!

 

“Kalau dialirkan seperti ini jelas lebih bermanfaat. Tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga hanya untuk mengambil air. Waktu dan Tenaga dapat digunakan untuk mencari nafkah, ibadah, belajar ke majelis taklim dan lain-lain. Saya salut dengan program ini,” ungkap Rumi Iqbal dari masjid An Naml, Menara Jamsostek Jakarta, saat meninjau project pembangunan sarana air bersih di Lebak Haur, Bogor pada Sabtu (22/6) kemarin.

 

Wakil dari KMMJ (Keluarga Muslim Menara Jamsostek) Masjid An Naml yang menjabat sebagai Kabid Sosial-Muamalah ini sangat bersyukur dapat bertemu dengan Badan Wakaf Alquran (BWA). Ia mengaku, tidak kuasa mencari program-program seperti yang digagas oleh BWA.

“Karena kami tidak bisa mencari program ini, jadi BWA yang mencarikan. Insya Allah kami akan membantu program ini. Sukses utuk BWA, ini amal ibadah kita semua,” tuturnya.

salaman-lebak haur

Pada kesempatan ini, tim BWA juga mengajak Aan Hadipurna dan Ilham, wakil dari Baitul Maal karyawan bank Bukopin. Sama halnya dengan Iqbal, Aan juga terlihat sangat antusias saat ditanya mengenai tanggapannya terhadap program Water Action For People (WAFP) yang digagas oleh BWA.

“Ini program yang luar biasa, bisa bermanfaat untuk 70-an Kepala Keluarga (KK) di kelurahan Gobang, Bogor ini. Kami harapkan program ini bisa terus berkembang ke titik daerah yang lain, yang perlu kita bangun kembali,” ujar pria yang menjabat sebagai manajer Baitul Maal karyawan bank Bukopin ini.

Mudah-mudahan, lanjutnya, ini menjadi amal jariyah untuk bekal kehidupan di akhirat. “Sekali lagi, terimakasih luar biasa untuk BWA. Insya Allah program ini akan kita sukseskan bersama-sama. Tidak hanya di daerah Rumpin, tapi juga di daerah-daerah lain, di seluruh Indonesia. Amin ya Rabbal ‘Alamiin,” pungkasnya penuh harap.

Segera Diresmikan

Tidak hanya para wakif yang bahagia karena dapat merasakan indahnya nikmat berbagi, para warga juga sangat bersyukur atas nikmat yang didapatkannya. warga yang sudah puluhan tahun mengalami kesulitan air bersih ini belum pernah membayangkan caranya untuk dapat mendistribusikan air ke setiap rumah dengan adil dan merata.

“Saya sangat senang karena ini adalah baru pertama kali di kampung kami, dan saya tidak kebayang bagaimana mendistribusikan air kesetiap rumah, tapi BWA mampu melakukannya”, ungkap Rahmat, salah seorang warga Lebak Haur.  

Warga sebelumnya, sering mengalami konflik sosial karena sering berebut air. Sekalipun terdapat empat sumber mata air, tetapi warga kesulitan mendapatkan air bersih. Minimnya pengetahuan mengenai sistem distribusi air dan kemiskinan warga kampung, menyebabkan air tidak terdistribusikan dengan adil dan merata ke setiap warga.

“Terlebih di musim kemarau, perebutan air bersih antar warga sampai mengakibatkan perusakan selang air atau melepas selang air milik warga lain. Perebutan seperti ini menyebabkan konflik sosial yang berkepanjangan,” Ujar Edi Kurniawan, partner lapang BWA.

Alhamdulillah, sudah 90 % pembangunan instalasi air bersih dengan model pipanisasi terbuka ini telah selesai. Mengikuti pola kontur tanah di Lebak Haur, sistem distribusi air terbagi menjadi tiga ketinggian berbeda yakni bagian atas, tengah dan bawah.

Menurut Darminto, koordinator program BWA, pembangunan distribusi air ini telah sesuai rencana. Yakni terdapat bak penampung utama (BPU), bak pembagi distribusi (BPD) dan bak pembagi rumah (BPR). 

“Dari sisi pekerjaan, masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan berupa pengecatan bak dengan cat tahan air agar air tidak rembes. Serta pengecekan sistem distribusi yang dibangun betul-betul berjalan dengan baik. Mudah-mudahan segera selesai,” papar Darminto.[]

Update #2 : Pembangunan Sistem Distribusi Air Terbuka Ditargetkan Selesai Bulan Ini

Alhamdulillah proyek pembangunan distribusi air bersih di kampung Lebak Haur telah dimulai 3 juni 2013 yang lalu. Warga sangat antusias dalam pembangunan sarana distribusi air dikampung ini, pasalnya sudah puluhan tahun masyarakat dikampung ini menghadapi kesulitan air bersih.

“Alhamdulillah, terimakasih pak kami telah dibantu” ujar ustadz Ma’ruf pengasuh ponpes Ittihadul Huda di kampung Lebak Haur.

Jalan yang sulit untuk menuju kampung merupakan tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh tim kontraktor untuk mengantar bahan bangunan berupa pipa-pipa, semen, gorong-gorong (base), dan material lainnya. Selain licin, jalannya sempit sehingga tidak dapat dilalui oleh truck, jalan kampung hanya dapat dilalui oleh mobil bak semisal colt. “Kami perlu dua kali angkut material ke lokasi menggunakan mobil bak L300 karena jalan yang sempit”, ujar Andi Mapajanci Kontraktor proyek pembangunan sarana air bersih dikampung lebak haur.

lebak haur

Untuk menyelesaikan problem di kampung yang dihuni sekitar 150 KK ini, tim BWA menggunakan sistem distribusi air terbuka agar pembagian air relatif sama ke tiap rumah. Sistem ini pernah juga diterapkan di dusun Pule dan dusun Trono kabupaten Magelang Jawa Tengah. Dan Alhamdulillah sampai saat ini sistem ini masih berjalan dan bermanfaat untuk warga.

Pembangunan di Kampung Lebak Haur ini ditargetkan selesai pada  akhir Juni 2013. Masih ada waktu bagi Anda untuk berpartisipasi dalam proyek wakaf ini, pahalanya yang mengalir seiring mengalirnya air ke setiap rumah di kampung Lebak Haur. []

Update #1: Survei Teknis Selesai, Proyek Segera Dilaksanakan

Survei teknis guna menentukan titik-titik bak distribusi dan bak pembagi rumah sebagai penampung aliran air dari sumber mata air sudah dilakukan pada Selasa (19/3). Jika tidak ada halangan, proyek  pengadaan air bersih di kampung Lebak Haur, kecamatan Rumpin, Parung, Bogor, akan dilaksanakan pada Jumat, 12 April 2013.

Menurut koordinator program Badan Wakaf Al-Quran (BWA) Darminto, yang pertama kali akan dilakukan adalah membuat bak penangkap mata air, bak distribusi, dan bak pembagi rumah yang jumlah keseluruhannya mencapai 25 bak. Setelah itu akan dilakukan pipanisasi dari bak menuju rumah warga. Menurutnya pula, waktu pengerjaan bisa mencapai satu bulan.

“Jika dimulai 12 April, insya Allah akan selesai pada tanggal yang sama bulan berikutnya,” tutur Darminto.

Terima kasih kepada kaum Muslimin yang telah mewakafkan sebagian hartanya untuk pengadaan air bersih di kampung Lebak Haur. Masih terbuka kesempatan bagi kaum Muslimin lainnya untuk berperan serta. Semoga Allah SWT membalas wakaf Anda dengan aliran pahala, sebagaimana mengalirnya air di kampung Lebak Haur.[]

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.