Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al Quran & Pembinaan

Lengkapi Kebutuhan Al-Qur’an di Daerah “Minoritas” dan Pelosok Sumatera Utara

Lengkapi Kebutuhan Al-Qur’an di Daerah “Minoritas” dan Pelosok Sumatera Utara

Al-Qur’an yang merupakan kitab suci umat Islam, kitab ini diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad SAW dengan salah satu tujuannya adalah sebagai petunjuk bagi manusia. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-A’raf ayat 52:

“Sungguh, kami telah mendatangkan kitab (Al-Qur’an) kepada mereka, yang kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”

Mengingat pentingnya Al-Qur’an bagi umat Islam, maka sudah sewajarnya jika kita sebagai seorang muslim untuk memiliki, membaca, dan memahaminya. Namun tidak semua saudara-saudara muslim kita bisa memiliki Al-Qur’an yang layak untuk dibaca sehari-hari, sebagaimana yang dialami oleh saudara-saudara muslim kita di daerah minoritas dan pelosok-pelosok Sumatera Utara. Bagi mereka Al-Qur’an merupakan barang mewah yang untuk bisa mendapatkannya sangat sulit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

(Santri di salah satu pondok pesantren di Sumatera Utara sedang mengaji dengan Al-Qur’an rusak)

Untuk daerah minoritas masalah yang dihadapi bukan hanya sulitnya mendapatkan Al-Qur’an, namun juga minimnya pembinaan untuk masyarakat muslim disana. Menurut Ustadz Bainuddin yang merupakan guru agama Islam di Samosir. Umat Islam disana masih sangat minim dalam hal pemahaman akidah.

“Untuk pemahaman akidah disini memang masih sangat kurang, masih banyak muslim disini yang membutuhkan pembinaan Al-Qur’an,”  ujar pria kelahiran Kecamatan Sihotang Kabupaten Samosir ini.

Yang menyebabkan kurangnya pembinaan Al-Qur’an untuk masyarakat muslim di Samosir yang jumlahnya hanya sekitar 2% dari total penduduk Kabupaten Samosir salah satunya adalah kurang nya sarana prasana seperti Al-Qur’an untuk menunjang kegiatan pembinaan tersebut. Hal inilah yang dikeluhkan oleh para dai yang membina masyarakat muslim disana, salah satunya adalah Ustadz Hasan. Menurutnya tingginya tingkat kebutuhan Al-Qur’an di Samosir tidak diimbangi dengan jumlah ketersediaan Al-Qur’an yang mencukupi.

“Disini hampir tidak ada toko yang menjual Al-Qur’an, padahal sudah mulai banyak TPA-TPA yang dibuka sebagai tempat untuk para anak-anak mengaji mengingat sudah mulai tumbuh kesadaran para orang tua akan pentingnya pembelajaran Al-Qur’an sejak dini,” ucap Ustadz Hasan kepada tim BWA.

(Kondisi salah satu TPA di Pulau Samosir)

Selain Pulau Samosir, sulitnya mendapatkan Al-Qur’an juga dialami oleh masyarakat muslim di Kabupaten Tapanuli Selatan. Kabupaten yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 314.867 jiwa dengan 78,99% nya memeluk agama Islam.

Tingginya tingkat kebutuhan Al-Qur’an di Tapanuli Selatan disebabkan oleh semakin menjamur nya tempat pengajian anak-anak / TPA di kampung-kampung, ini sebagai bentuk kesadaran masyarakat untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an disana. Meskipun tergolong sebagai kabupaten yang mayoritas muslim ternyata untuk bisa mendapatkan Al-Qur’an disana tidaklah mudah.

Umumnya masyarakat jika ingin membeli Al-Qur’an harus menuju ke kota Padang Sidempuan. Sebagai contoh dari daerah Sijungkan ke Padang Sidempuan perlu menempuh jarak 20km itupun hanya toko-toko tertentu saja yang menjual Al-Qur’an dan jumlahnya tidak banyak.

Tentu saja hal ini sangat menghambat kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an baik di pondok pesantren maupun TPA yang ada di Tapanuli Selatan. Ditambah lagi menurut ketua MUI Tapanuli Selatan K.H.Ahmad Gojali Siregar sudah banyak Al-Qur’an yang ada di Tapanuli Selatan yang kondisinya sudah rusak. “Hampir 70% Al-Qur’an yang ada disini kondisinya sudah rusak dan tidak layak untuk dipakai. Yang menyebabkan Al-Qur’an rusak ini ya karena dibaca oleh para santri maupun anak-anak di TPA hampir setiap hari.”

(Kondisi Al-Qur’an di pondok pesantren Qur’anic School di Tapanuli Selatan)

Dengan kondisi diatas BWA menginisiasi proyek Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP) untuk provinsi Sumatera Utara khususnya di daerah pelosok dan minoritas muslim. Mari bersama-sama membantu saudara kita agar mudah mendapatkan Al-Qur’an mengingat penting nya Al-Qur’an sebagai petunjuk di dunia dan akhirat. Karena setiap wakaf Al-Qur’an yang kita berikan dan dibaca oleh para penerima maka itu akan bernilai amalan jariyah yang pahala nya akan terus mengalir. Aamiin.

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp 10.000.000.000,- (Sepuluh Miliar Rupiah / 100.000 Eksemplar Al-Quran + 25.000 Iqra)

Partner Lapangan:

Ustadz Hanafi

 

#BWA #InovasiWakaf #WAP #SumateraUtara

#2022SejutaQuran Satukan Indonesia

 

Lengkapi Kebutuhan Al-Qur’an di Daerah “Minoritas” dan Pelosok Sumatera Utara

Update #2: Sudah 12 Tahun Tidak Ada Pengajian, Al Qur’an BWA Sangat Ditunggu Untuk Mengaji

Distribusi Al-Qur’an Wakaf BWA di Sumatera Utara selalu mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat khususnya yang sangat membutuhkan Al-Qur’an. Hal ini terjadi juga ketika masyarakat Kel. Bajamas, Kec. Sirandoro, Kab. Tapanuli Tengah mendapat info bahwa akan ada distribusi Al-Qur’an di Sumatera Utara. Mereka segera menghubungi tim lapangan BWA untuk menceritakan kondisi dan kebutuhan mereka terkait Al-Qur’an. Mendengar cerita dari masyarakat tersebut tim langsung berkoordinasi untuk mengalokasikan sebanyak 700 Al-Qur’an Wakaf untuk masyarakat Kel. Bajamas, Kec. Sirandorung, Kab. Tapanuli Tengah.

Pada hari Sabtu 16 Juli 2022, Tim BWA melakukan perjalanan menuju Masjid Nurul Huda Kel. Bajamas, Kec. Sirandorung, Kab. Tapanuli Tengah. Perjalanan yang cukup jauh yaitu hampir memakan waktu hingga 10 jam perjalanan. Selain perjalanan yang jauh di daerah Pakkat dan Sihikit yang ternyata itu merupakan daerah rawan longsor yang menyebabkan kondisi jalan banyak yang rusak, longsor, dan banyak yang bolong.

(Ustadz Hanafi tim lapangan BWA bersama masyarakat)

Alhamdulillah, tim BWA tiba di Masjid Nurul Huda Kel. Bajamas, Kec. Sirandorung, Kab. Tapanuli Tengah. Entah ini yang dinamakan rasa terharu atau Bahagia atau gimana ternyata masyarakat sudah menunggu kehadiran tim BWA yang datang membawa Al-Qur’an. Perjalanan yang panjang terasa hilang ketika melihat banyak juga anak-anak yang menunggu tim BWA.

Tim BWA bertemu dengan Imam Masjid Nurul Huda Ust Rahmat dan beberapa tokoh disana. Mereka bercerita bahwa memang Al-Qur’an ini akan digunakan untuk pengajian-pengajian yang saat ini sedang mereka galakan. “Di sini sudah hampir lebih dari 12 tahun belum pernah ada pengajian lagi, sekarang sudah dimulai pengajian lagi untuk anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak juga. Karena menurut kami disini sangat perlu yang namanya pemahaman akidah dengan diadakannya pengajian Al-Qur’an ini diharapkan masyarakat semakin dekat dengan Islam,” tuturnya.

(Kondisi Al-Qur’an di Masjid Nurul Huda)

“Dengan adanya 700 Al-Qur’an Wakaf dari BWA ini sangat membantu kami, karena untuk membeli Al-Qur’an harus ke Kota Sibolga yang jaraknya juga lumayan, ditambah masyarakat di sinipun mungkin dari segi ekonomi banyak yang masih kurang. Kemudian disamping itu sebagai informasi juga Kel. Bajamas ini dan mungkin juga di Kab. Tapanuli Tengah ini merupakan daerah yang rentan akan rawan akidah,” ungkapnya. “Menurut data BPS pun daerah kami ini, merupakan daerah yang paling rentan pindah agama,” tambah salah satu warga.

(Anak-anak gembira menerima Al-Qur’an BWA)

“Semoga Al-Qur’an Wakaf dari BWA ini bukan merupakan yang terakhir datang kesini, karena untuk kec. Sirandoro ini dirasa 700 Al-Qur’an dirasa masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk masyarakat kami yang minoritas ini. Aamiin,” tutup Ustadz Rahmat.

 

Update #1: Hampir 30 Tahun Belum Pernah Ada Bantuan (Al-Qur’an) Seperti Ini

Ahad (17 Juli 2022) sekitar jam 11.30 WIB tim BWA tiba di Masjid Nurul Huda yang berada di Desa Bajamas, Kec. Sirandorong, Kab. Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara, untuk menyampaikan Al-Qur’an wakaf dari pewakif yang telah diamanahkan kepada BWA.

TIm berangkat dari Medan sekitar jam 17.00 WIB pada hari Sabtu (16 Juli 2022) dan dikarenakan perjalanan yang jauh kami pun memutuskan untuk beristirahat di kota Sidikalang sekitar jam 01.20 WIB dan melanjutkan perjalanan jam 07.00 WIB.

Alhamdulillah kedatangan kami memang sudah ditunggu oleh jama'ah masjid beserta ibu-ibu majlis ta'lim dan juga adik-adik yang mengaji di Masjid Nurul Huda tersebut. Kami bertemu dengan Bapak Mashuri beliau adalah salah seorang jama'ah Masjid kelahiran Kabupaten Banyuwangi, Prov. Jawa Timur. Beliau bertransmigrasi di Sumut pada akhir tahun 1983 atas program pemerintah pusat, yaitu ke daerah Kec. Sirandorong, Kab. Tapanuli Tengah.

(Penyerahan Simbolis Al-Qur’an Wakaf kepada Masyarakat)

"Anak-anak di sini belajar mengaji. Kitab suci Al-Qur’an ini kami sangat berterima kasih kepada Badan Wakaf Al-Qur’an, ya sangat membantu, belum pernah selama kami disini hampir 30 tahun. Belum pernah ada bantuan seperti ini, ya Badan Wakaf Al-Qur’an, ada kadang perseorangan atau individu yang membantu dari masjid ke masjid dan musholah," ungkap pria kelahiran 1978 tersebut.

"Cuma itu pun hitungannya ya ada yang 5 atau 10 eksemplar, jadi dengan datangnya BWA ini kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih, mudah-mudahan bermanfaat bagi kami yang berada disini, khususnya Kecamatan Sirandorung atau Masjid Nurul Hidayah di Desa Bajamas SP 3," lanjut beliau.

(Masyarakat bercerita kepada tim BWA)

Di akhir pertemuan, Bapak Mashuri pun menjelaskan kondisi kaum muslimin yang berada di Kabupaten Tapanuli tengah dan juga mendo'akan para Wakif. "Jadi memang kami di sini khusus warga muslimnya minoritas, tapi berhubung datangnya BWA ya itu sangat membantu buat kami yang minoritas ini, di kampung kita ini kita mayoritas, kalau global Kabupaten kita minoritas. Makanya kami banyak-banyak mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan para bapak-bapak atau ibu-ibu yang telah mendonasikan rezekinya untuk memberi kitab suci Al-Qur’an, mudah-mudahan dapat berkah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala,".

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.