Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Mari Berzakat Melalui BWA, 100% Dana Zakat Disalurkan Kepada Mustahik

Mari Berzakat Melalui BWA, 100% Dana Zakat Disalurkan Kepada Mustahik

Di lingkungan sekitar kita banyak dijumpai orang-orang yang dihimpit kesusahan. Mereka mengalami kesulitan ekonomi. Tidak punya uang, bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun terpaksa berhutang. Dalam keadaan seperti itu, datang pula tagihan biaya sekolah anak, tagihan uang kontrakan, dan tagihan hutang-hutang yang belum terbayarkan. Belum lagi bila ada anggota keluarga yang jatuh sakit, tidak tahu lagi dari mana bisa mendapatkan uang untuk berobat.

(Zakat 100% untuk Para Mustahik)

(Zakat 100% untuk Mustahik)

Untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang dilanda kesusahan, Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) membuka program “Zakat peer to Peer” yang merupakan program penggalangan zakat yang kemudian disalurkan kepada orang yang berhak menerima zakat (mustahik). Dalam hal ini, BWA bertindak sebagai perantara semata, bukan sebagai amil yang berhak menerima zakat. Seluruh (100%) dana zakat dari muzakki yang terhimpun akan disalurkan kepada para mustahik yang membutuhkan,tanpa dipotong satu rupiah pun.

Untuk program Zakat Peer to Peer ini, BWA mengkhususkan empat kriteria mustahik yang menjadi sasaran program, yakni:  fakir, miskin, mualaf, dan gharimin.  Fakir merupakan orang yang tidak punya harta. Ciri-cirinya tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Penghasilannya tidak mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Sedangkan kategori miskin merujuk pada orang-orang yang memiliki pekerjaan tetap, tetapi penghasilannya tidak cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya. Sedangkan mualaf merupakan orang yang baru memeluk agama Islam dalam kondisi perlu dibantu, dengan kriteria waktu masuk Islam enam bulan ke bawah. Adapun gharimin merupakan orang yang dililit hutang, tetapi hutangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, misalkan untuk membayar uang kontrakan, uang sekolah, atau biaya makan.

Program Zakat Peer to Peer ini mulai diluncurkan BWA pada tahun 2009. Awal mulanya ada seorang muzakki yang hendak menyalurkan zakatnya di gerai wakaf milik BWA.  Berhubung BWA tidak memiliki program penggalangan zakat, maka dana zakat dari mustahik tersebut terpaksa ditolak. BWA menyarankan agar yang bersangkutan menyalurkan zakatnya melalui gerai lain, tetapi muzakki tersebut tidak berkenan dan tidak jadi berzakat. Atas dasar inilah BWA memutuskan untuk mengadakan program Zakat Peer to Peer, agar hasrat dan niat baik para muzakki yang percaya kepada BWA dapat tersalurkan.

3.084 Mustahik

Dari tahun 2009-2018 total dana zakat yang berhasil dikumpulkan BWA berjumlah Rp.9.082.339.787,- Dari dana tersebut telah terbantu sebanyak 3.084 orang. Sebagian besar dana zakat yang terhimpun digunakan untuk untuk menolong fakir miskin yang memerlukan dana berobat, membayar sekolah anak, dan membantu biaya hidup.

Salah seorang mustahik yang menerima dana Zakat Peer to Peer adalah Amir (50) yang berprofesi sebagai pengemudi ojeg pangkalan (opang). Amir hampir setahun menunggak uang kontrakan di Jalan Musyawarah, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pemilik kontrakan sudah bolak balik menagih uang, namun Amir belum kunjung bisa melunasi.

Amir dan keluarganya sudah 10 tahun tinggal di sana. Selama Sembilan tahun pertama Amir selalu lancar membayar uang kontrakan. Malang tidak dapat ditolak, anak gadis Amir, Miranda Melati, menderita sakit lupus. Amir membutuhkan biaya pengobatan yang besar, sehingga tidak ada yang tersisa untuk membayar uang kontrakan. Miranda akhirnya berpulang ke rahmatullah, dan Amir terbelenggu dengan lilitan hutang. Untunglah akhirnya dengan bantuan muzakki, Amir bisa melunasi tunggakan uang kontrakannya.

Kemudian, ada pula Ibu Maryanah (54), seorang warga Petukangan Utara, Jakarta Selatan yang berprofesi sebagai guru mengaji. Maryanah mengajar dari rumah ke rumah. Suaminya sudah meninggal, Maryanah tinggal bersama anak laki-lakinya. Penghasilan sebagai guru mengaji tidak seberapa, karena memang Maryanah menerima bayaran “seikhlasnya”. Maryanah tidak menetapkan honor sebagai guru ngaji karena teringat dengan pesan almarhum suaminya bahwa pekerjaan sebagai guru ngaji adalah pekerjaan dakwah.

Kecilnya penghasilan membuat Maryanah terpaksa meminjam uang ke sana ke mari untuk keperluan makan dan sekolah anaknya. BWA menjadikan Maryanah sebagai salah satu musahik, dengan harapan dapat meringankan beban hidupnya.

Pada tahun 2020 ini BWA kembali membuka program Zakat Peer to Peer, dan mengajak para muzakki untuk menyalurkan zakatnya melalui BWA. Sesuai dengan komitmen yang telah disebut di awal, BWA memposisikan diri sebagai perantara dan bukan amil zakat. Maka Insya Allah seluruh dana zakat dari muzakki akan tersalurkan seutuhnya kepada yang membutuhkan.

Semoga dengan program Zakat Peer to Peer, kita bisa bersama-sama membantu meringankan beban saudara-saudara kita  yang dilanda kesusahan. Kiranya Allah Subhanahu wata’aala memberikan keberkahan kepada para muzakki yang secara ikhlas menyerahkan hartanya untuk berbagi dengan sesama.

 

#BWA #WakafQuran #ZPP #ZakatPeertoPeer

Belum ada Update

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 2.000.000.000



57.61%
Butuh Rp 847.800.715,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.