Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Masjid ini sering kemasukan Wawwi dan Zako!

Setelah seluruh santri mencium tangan dan pamit pulang, Ustadz Hasan Naga pun segera mengambil seng bekas untuk menutupi jendela dan pintu masjid. “Kalau lupa ditutup, bahaya! Masjid ini bisa kemasukan wawwi dan zako!,” ujar Pembina Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Riyadhul Fikri, Kamis (24/11/2016) di Masjid Gamber, Kampung Napuria, Dusun Detuwane, Desa Mausambi, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Provinsi NTT.

Begitulah suasana tinggal di daerah yang mayoritas berpenduduk Kristen. Kadang, jika non Muslim hendak menikmati daging wawwi (babi) atau zako (anjing), aroma masakannya sangat menyengat hidung. Ditambah lagi kedua hewan najis tersebut dibiarkan bebas begitu saja sehingga tidak jarang masuk ke masjid bila pintu atau jendela lupa ditutup.

Belum lagi tantangan dari sesama Muslim sendiri  yang umumnya masih lebih cenderung mengutamakan seremoni adat yang bertentangan dengan aturan Islam dan suka mencemooh ajakan agar taat syariat. “Model umat seperti itu yang paling sulit kami hadapi,” curhat Hasan.

Karena itu pula, lelaki asli Kabupaten Ende ini menimba ilmu Islam ke Pulau Jawa. Setelah meraih gelar sarjana agama di STAI Al-Masthuriyah Sukabumi-Jawa Barat pada 2008 ia pun kembali ke kampung halaman untuk berdakwah. Dan pada 2009 berhasil mendirikan TPA Riyadhul Fikri, sebagai basisnya.

Di atas bangunan masjid yang minim fasilitas itulah, setiap siang, dari bakda shalat zuhur hingga pukul 14.00 WITA dan malam sejak habis magrib, ia mengajarkan baca tulis Al-Qur’an kepada sekitar 80 anak yatim dan dhuafa dengan tidak meminta iuran apapun kepada orangtua/wali santri. Dan bakda Ashar, sepekan sekali aktif mengisi pengajian  remaja maupun pengajian ibu-ibu.

ustadz hasan mengajar al qur'an di kab ende

Hasan pun mengatakan santrinya yang sudah belajar menggunakan Al-Qur’an biasanya sudah hafal Juz 30. Sedangkan yang sudah hafal 5 juz, diangkat menjadi asistennya untuk membantu menjadi pengajar.  

Alhamdulillah, selama 2 kali MTQ santri TPA Riyadhul Fikri juara 2, golongan Tartil dan golongan Hafidzah Juz 30 tingkat kabupaten. Pada MTQ 2016 ini, juara 1 golongan Hafidzah tingkat kabupaten dan juara 4 golongan Tartil tingkat kabupaten,” ungkap Hasan menyiarkan kegembiraan.

Berdasarkan pengamatan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) di lapangan, Al-Qur’an dan Iqra yang mereka gunakan sebenarnya sudah tidak layak. Ada yang jilidnya sudah copot, tidak sedikit juga lembaran yang sudah robek.

kondisi al qur'an di kabupaten ende

Membeli Al-Qur'an bagi warga kampung Napuria membutuhkan perjuangan yang berat. Karena harus melakukan perjalanan sekitar 82 Km. Disamping itu kondisi keuangan yang minim membuat membeli Al-Qur’an berat dilakukan lantaran terdesak kebutuhan sehari-hari. Hal ini juga dialami oleh desa-desa sekitar di kecamatan Maurole Kabupaten Ende NTT.

Melihat kondisi ini, melalui program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP), BWA  berencana melaksanakan proyek Al-Qur’an Road Trip ke berbagai masjid, mushola, TPA di daerah  minoritas Muslim di pesisir pantai dan juga pedalaman kaki Gunung Kalimutu tersebut.

Dalam proyek yang diagendakan dilaksanakan pada akhir Februari 2017 tersebut ditargetkan 2000 mushaf Al Qur’an dan 200 paket buku Iqra’ terdistribusikan. Ayo kita dukung dengan turut berwakaf sehingga target tercapai.

Semoga distribusi Al-Qur’an wakaf ini bermanfaat dan menguatkan akidah serta memberikan motivasi dalam mempelajari Islam bagi mereka dan tentu saja pahala yang terus mengalir bagi kita semua. Aamiin.[]

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp 200.000.000,- (2.000 mushaf Al-Qur’an sudah termasuk  200 paket buku Iqra)

Mitra Lapang:

Ustadz Hasan Naga

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.