Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Masya Allah, Kulit Sekujur Tubuh Silvi Melepuh

[Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat.] 

BWA-DK. Siapa saja yang melihatnya pasti tidak akan tega, kulit sekujur tubuh Silvi mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki melepuh semua! Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun... Tubuh mungilnya hanya dibalut kain sarung dan beralaskan daun. Sebagian besar tubuh  gadis kelas enam sekolah dasar dipenuhi jaringan kulit mati berwarna hitam yang penampakannya seperti kulit melepuh terbakar atau tersiram air panas.

DK - Silvi

DK -Silvi

Silvi (12 tahun) berbaring dengan kondisi hampir semua kulitnya melepuh.

Sudah lebih dari satu bulan ini gadis berusia 12 tahun tersebut terbaring dengan kondisi yang memprihatinkan tersebut di rumahnya di Kelurahan Cikahuripan, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Semakin hari kondisinya semakin memprihatinkan. Sejak awal Februari mulai tercium bau yang tak sedap dari tubuhnya. Saat ini Komunikasi hanya dengan isyarat anggukan kepala. Makananpun susah masuk masuk karena bibir penuh kulit mati. “Saya tidak tahu Silvi sakit apa?” ujar Enen (33 tahun), ibundanya Silvi kepada Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) ketika bersilaturahmi, Selasa (2/2) di rumahnya.

Namun menurutnya, tahun lalu Silvi pernah menderita penyakit yang sama. Untuk sakit yang sekarang, Enen mangaku telat membawanya ke rumah sakit. Dirawat dua pekan pada pertengahan Desember lalu kondisinya tak kunjung membaik. Atas saran dukun di kampungnya, Silvi dibawa pulang dan diobati di rumah karena dianggap sebagai korban guna-guna. Setelah pulang dari rumah sakit kondisi Silvi makin memburuk. Silvi hanya diobati ramuan dan dibakarkan kemenyan oleh sang dukun yang tak disebutkan namanya itu.

BWA berencana membawanya berobat ke rumah sakit di sekitar Bogor, namun keluarga menolak dengan alasan yang tidak jelas. “Setelah BWA meminta Pak Lurah Cikahuripan turut membujuk, Alhamdulilha keluarga mengizinkan kami membawanya ke RS,” ujar Alimuddin Baharsyah, penanggung jawab program Donasi Kesehatan (DK) BWA.

Namun sayang, beberapa RS besar di Bogor menolaknya karena merasa tidak sanggup. BWA mecoba membawanya ke RS besar di Jakarta, lagi-lagi keluarga menolak dengan alasan yang tidak jelas. Sampai akhirnya ada seorang wakif BWA bernama Dr. Afriyanti Sandhi, SpBP-RE, MARS yang bersedia membantu mengobati penyakit Silvi.

Dokter Afriyanti dan perawatnya melihat kondisi Silvi. Lalu ia membersihkan semua jaringan kulit mati yang ada di tubuh Silvi. “Analisa sementara Silvi didiagnosis terkena Erythroderma dengan infeksi sekunder,” ujar Afriyanti.

Erythroderma adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kulit memerah, mengelupas, dan penebalan kulit di sebagian besar tubuh. Penyakit ini terjadi karena Silvi juga memiliki penyakit psoriasis. Kondisi kronis yang ditandai dengan kemerahan dan penebalan kulit seperti eksim. Karena sebelumnya tidak sembuh tuntas maka dikemudian hari kambuh lagi. Hal tersebut juga karena dibiarkan -- atau karena reaksi kulit yang tidak cocok terhadap obat, akhirnya menyebar luas. 

Untuk mengurangi beban keluarga Silvi, melalui program Donasi Kesehatan (DK), BWA mengajak kaum Muslimin berdonasi untuk membelikan perlengkapan perawatan Silvi sesuai permintaan dokter Afrianti yakni kasur Decubitus, perlak, sabun mandi, sikat gigi, handuk, susu dan telor. Serta untuk biaya perawatan di rumah sakit.

Donasi yang diperlukan     : RP. 22.857.000,-

(Biaya pengobatan dan perawatan, serta Teraphy setelah pengobatan).

Mitra Lapang                  : Ade

Masya Allah, Kulit Sekujur Tubuh Silvi Melepuh

Update # 2 : Inna Lillahi, Silvi Kembali ke Hadirat Ilahi Rabbi

BWA - DK. Tubuh Alimuddin Baharsyah, penanggung jawab program Donasik Kesehatan (DK) Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), mendadak lemas begitu mendengar informasi tentang Silvi. “Silvi meninggal Pak Ali...,” ujar Minta (32 tahun), ayahnya almarhumah Silvi melalui telepon dengan nada sedih, Jum’at (26/2).

photo silvi pasca perawatan tahun pertama

(Almrh) Silvi pasca pengobatan pertama

Setelah dirawat 14 hari di RSUD Cileungsi sejak 12 Februari 2016, Silvi mengembuskan nafas terakhir pada 25 Februari 2016 pukul 18.19 WIB.

Pagi hari sebelum Silvi meninggal, BWA mendapatkan  kabar tentang kondisi Silvi dari dr Afriyanti Sandhi, SpBP-RE, MARS dokter yang membantu merawat Silvi di RS. Menurutnya, Silvi mengalami penurunan kesadaran dan sedang diusahakan dipasang obat penopang. “Namun Allah SWT lebih menyayangi Silvi,” ujar Ali.

Padahal pada sepekan pertama dirawat di RS, Silvi menunjukan perbaikan. Kulitnya mulai numbuh untuk menggantikan kulit baru. “Sempat Silvi berkirim salam untuk Pak Ali,” ujar Afriyanti.

Gadis kecil yang becita-cita jadi ustadzah tersebut sekitar pukul 20.30 dibawa pulang ke rumahnya, kemudian esok harinya dimakamkan.

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, semoga Allah SWT mengampuni dosanya dan menerima amal shalihahnya. Dan memberikan kesabaran kepada keluarga dan orang-orang yang menyayanginya. Aamiin.[] 

Update # 1 : Akhirnya, Silvipun Mendapat Perawatan di Rumah Sakit

[Barangsiapa menjenguk orang sakit maka berserulah seorang penyeru dari langit (malaikat), Bagus engkau, bagus perjalananmu, dan engkau telah mempersiapkan tempat tinggal di dalam surga]

BWA-DK. Alhamdulillah, setelah berembug dengan pihak keluarganya, pada tanggal 12 Februari 2016 Silvi akhirnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Cilengsi. Tim BWA dan Pihak Rumah Sakitlah yang menjemput ke rumahnya.

Kedepannya Silvi selain ditangani tim dokter rumah sakit, Dr Afrianti Sandhi juga akan memantau kondisi Silvi sampai sembuh.

photo silvi setelah dibalult

Kondisi Silvi setelah dibalut sekujur tubuhnya

Kini setelah empat hari di rumah sakit, Silvi akan menjalani tindakan penggantian balutan perban pada sekujur tubuhnya, untuk membersihkan luka-lukanya. Ia juga mendapatkan transfusi darah untuk meningkatkan HB darahnya. Tim dokter juga melakukan pemeriksaan terhadap penyakit lain karena urine Silvi berwarna merah. Diagnosis awal terjadi sesuatu pada ginjal atau saluran kemih.

Semoga Silvi segera sembuh dari penyakitnya dan dapat beraktivitas seperti anak seusianya. Kami BWA mengetuk hati para donatur untuk membantu kesembuhan Silvi dan kesulitan keluarganya.

Semoga donasi yang diberikan akan menjadi amal perbuatan yang nantinya akan dibalas oleh Allah SWT. Aamiin


Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.