Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Masyarakat Ile Ape, NTT Harus Antri Air Bersih Berminggu-Minggu

Masyarakat Ile Ape, NTT Antri Air Bersih Berminggu-Minggu

“Aduh, terimakasih ustadz, Dik Ibnu bantu antar air bersih kesini sehingga kami bisa minum, mandi dan cuci pakaian. Air disini asin sekali dan sabun juga tidak berbusa. Tapi ustadz, oto (truk tangki, red.) cuma satu jadi kami menunggu lama sekali”. Tutur Ibu Marfuah saat bertemu Ustadz Arifuddin Anwar, partner lapang BWA di Ile Ape, NTT.

droping air bersih NTT

(Ibu Marfuah Menerima Bantuan Air Bersih)

Beberapa tahun lalu BWA sudah memberikan bantuan pengadaan satu unit truk tangki air bagi warga kecamatan Ile Ape, khususnya di rute wilayah Tanjung (Semenanjung) Ile Ape, termasuk di dalamnya Desa Kolipandan, Palilolon, Duli Tukan dan Tagawati. Masyarakat menyambut gembira karena sangat merasakan manfaatnya. Namun ternyata satu truk tangki tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Tanjung Ile Ape secara merata, terutama saat banyak truk tangki swasta yang terlambat masuk ke lokasi, keadaan ini membuat truk tangki BWA menjadi kewalahan melayani kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi. Ibu Marfuah adalah satu diantara mereka yang sangat merasakan manfaat adanya truk tangki.

(Aktivitas Distribusi Air Bersih)

(Aktivitas Distribusi Air Bersih)

Wilayah Kecamatan Ile Ape terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang gersang dan kering. Tidak ada sumber air bersih di sana, bahkan air sumurpun tidak bisa dimanfaatkan karena sampai ke dalaman 200 meter air tanahnya masih terasa asin. Satu-satunya sumber air dari alam adalah hujan, di musim penghujan warga desa menampung air hujan dan itulah yang digunakan untuk keperluan rumah tangga. Data penduduk di Ile Ape adalah sebagai berikut : Desa Kolipadan 415 KK muslim. Desa Palilolon 57 KK muslim  2 KK katolik. Desa Tagawiti 60 KK muslim 90 KK katolik. Desa  Beutaran  20 KK muslim 70 KK katolik. Desa Dulitukan 60 KK muslim  dan 80 KK katolik. Desa Riang Bao  50 KK muslim 120 KK katolik. Desa  Kolontobo  40 KK muslim  140 KK katolik.

Di musim kemarau, warga membeli air dari truk tangki yang datang ke wilayah Ile Ape, harganya adalah Rp 15.000 untuk satu drum air (200 liter). Satu drum air ini dapat memenuhi kebutuhan keluarga kecil selama dua hari. Jadi rata-rata diperlukan sekitar 15 drum per bulan dan jika dirupiahkan nilainya adalah Rp 225.000 per bulan, tentunya bagi keluarga besar kebutuhannya akan lebih banyak lagi.  Pengeluaran untuk mendapatkan air saja bisa mencapai Rp 500.000 per bulan, ini adalah jumlah besar bagi warga yang hanya berprofesi sebagai nelayan atau bekerja serabutan. 

(Pendistribusian Air Bersih menggunakan Truk Tangki Air)

(Pendistribusian Air Bersih menggunakan Truk Tangki Air)

Upaya menyediakan sarana air bersih bagi warga sudah beberapa kali dilakukan, tetapi hasilnya nihil. Tahun 2012 Kementerian Perikanan dan Kelautan membuat program desalinasi air laut, yaitu mengubah air asin menjadi air tawar sehingga dapat dikonsumsi, namun gagal karena sangat besarnya biaya operasional perawatan alat dan keterbatasan suku cadang. Kemudian ada ide dari pemerintah setempat untuk membuat pipanisasi, mengalirkan air dari sumber air ke Ile Ape sejauh 30 kilometer. Namun dari hasil kajian, kendala sosial dan operasionalnya terlalu besar sehingga tidak jadi dilakukan. Pada akhirnya, solusi yang berjalan adalah dengan mendatangkan air menggunakan truk tangki ke wilayah Ile Ape dan BWA merealisasikan proyek ini di tahun 2014 lalu.

Kini warga wilayah Tanjung Ile Ape sedang kesusahan. Pada November 2019 Tim BWA ke lokasi, persediaan air hujan sudah tidak ada.  Sementara truk tangki harus mengambil air dari sumber mata air di Lewoleba yang berjarak sekitar 30 km dari Ile Ape, dimana untuk sekali jalan, truk hanya bisa mengisi 24 drum. Dalam satu hari, truk tangki bisa bolak balik dari sumber air ke Ile Ape maksimal 2-3 kali, dengan jadwal kerja yang dimulai pukul 07.00 sampai 15.00 WIT.  Sementara di wilayah Tanjung Ile Ape terdapat sekitar 1.000 KK, jika setiap satu rumah maksimum mendapat jatah 1 drum air, maka paling banyak dalam sehari truk tangki hanya bisa melayani 144 rumah. Maka bisa dibayangkan, harus berapa lama setiap rumah menunggu giliran untuk mendapatkan pasokan air, bisa berminggu-minggu lamanya mereka menunggu.

 

Rencana Proyek

Untuk memperpendek waktu menunggu truk tangki air datang BWA berencana menambah  truk tangki untuk proyek wakaf sarana air bersih di Ile Ape ini. Rencana proyek wakaf sarana air bersih yang akan dilakukan oleh BWA adalah :

  1. Menambah satu truk tangki air di Ile Ape Kapasitas 5000 L
  2. Membuat garasi truk tangki air

 

Mari bersama BWA membantu saudara-saudara muslim dan warga di Ile Ape agar mereka lebih cepat mendapatkan pasokan air bersih melalui proyek Wakaf Sarana Air Bersih (Water Action for People) ini. Sehingga mereka dapat beribadah dan memenuhi hajat hidup dengan air yang cukup.  Memudahkan mereka mendapat air bersih sebagaimana kita dengan mudah mendapatkan air bersih di rumah kita dan semoga menjadi amal jariyah yang dapat mengalirkan pahala tiada terputus. Aamiin

 

Donasi Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.1.080.000.000

Mitra Lapangan

Ustadz Arifuddin Anwar

 

#BWA #WakafQuran #WAFP #WaterActionforPeople

Masyarakat Ile Ape, NTT Harus Antri Air Bersih Berminggu-Minggu

Update #1: Krisis Air Menghadang, Warga Ile Ape Resmi Gagal Panen Tahun Ini

Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi kita semua. Wabah Covid-19 yang belum kunjung membaik membuat aktivitas perekonomian lesu. Tak terkecuali warga Ile Ape, NTT. Demi memotong mata rantai penyebaran, Pemerintah Kabupaten melakukan pengetatan bagi warga yang ingin masuk maupun keluar dari wilayah Ile Ape.

(Antrian Drum Air Warga)

Demi memotong mata rantai penyebaran, Pemerintah Kabupaten Lembata melakukan pengetatan bagi warga yang ingin masuk maupun keluar dari wilayah Ile Ape. Hal ini berdampak pada suplai air yang menjadi sangat terbatas karena kendaraan yang membawa suplai air menemui kendala masuk ke Ile Ape. Keterbatasan suplai air inilah yang menjadi pemicu gagal panen tahun ini. Sudah tak terbayang betapa sedihnya mereka karena sumber penghasilan otomatis berkurang.

(Tanaman yang Meranggas)

(Tanaman Warga yang Kering Meranggas)

Dengan penduduk muslim yang hampir mencapai 1.000 KK, ketersediaan air bersih pasti menjadi kebutuhan pokok, baik untuk konsumsi dan untuk bersuci. Di wilayah ini sama sekali tidak ada sumber mendapatkan air tawar yang bisa dikonsumsi. Semua sumur yang digali warga rasanya payau dan asin sehingga tidak layak konsumsi.

Jadi bila setiap keluarga membutuhkan 100 liter air per hari, berarti 100 ribu liter air harus dilayani truk tangki.  Satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter air harus menyuplai 20 reid tangki. Dalam sehari setiap truk tangki hanya mampu menyuplai 2-3 kali air dari PAM karena jarak sumber air yang cukup jauh, yakni 30 km. Sayangnya jumlah truk tangki yang beroperasi juga masih sangat kurang sehingga ada warga yang sampai menunggu hingga satu minggu hanya untuk untuk mendapat air bersih.

BWA telah mendistribusikan satu unit truk tangki BWA pada tahun 2014. Namun, dengan masih banyaknya penduduk yang harus menunggu suplai air bersih, BWA berinisiatif merintis penambahan satu unit lagi truk tangki BWA.  Ayo segera bantu dan dukung project Water Action for People Ile Ape NTT sehingga beban masyarakat menunggu suplai air yang terlalu lama, dapat segera terselesaikan.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 1.080.000.000



1.97%
Butuh Rp 1.058.702.500,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis