Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Masyarakat Muslim Pesisir Aceh Butuh Al Qur'an

11 januari 2019 Tim Badan Wakaf Al-Qur’an melaksanakan survei ke daerah Pidie Jaya, Banda Aceh, Tim terdiri dari 5 personil, 2 personil berangkat dari jakarta, sementara yang 3 (tiga) personil adalah partner lapang BWA dari Banda Aceh.

Sesampainya di bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, seluruh tim bertemu dan rapat kordinasi sebentar yang di pimpin oleh Ustadz Lardi. Selesai rapat kordinasi kami melanjutkan perjalan ke Pidie Jaya.

Tim BWA Saat Melakukan Survei Terkait Kebutuhan Al Qur'an

(Tim BWA Saat Melakukan Survei Terkait Kebutuhan Al Qur'an)

Tujuan utamanya adalah melihat secara langsung kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an kaum Muslimin di berbagai dayah yang tersebar di Pidie Jaya. Dari Banda Aceh kami menuju Pidie Jaya dengan jarak tempuh 5 (lima) jam lebih. Tepat jam 15.30 kami tiba di salah satu kampung tujuan kami, yaitu Cot Lhuereung yang berada di tepi pantai nan asri dan dihuni oleh 50 kepala keluarga Muslim.

Warga Cot Luehrueng sebagian besar buruh nelayan, selayaknya buruh di tempat lain mereka memiliki potensi masalah utama yakni sulitnya berkumpul untuk menunaikan ibadah sholat jum’at dan mengaji secara rutin seminggu sekali.

Melalui Tengku Ibrahim, akhirnya mereka bisa di bina keislaman dan akidahnya, sehingga setiap Kamis malam di masjid sejak sore menjelang maghrib sudah ramai dikunjungi warga untuk melaksanakan berbagai kewajiban yakni sholat maghrib berjamaah dilanjutkan pengajian utnuk anak-anak sampai waktu sholat isya’, selesai sholat isya berjama’ah mereka tidak lantas pulang, melainkan mereka berkumpul untuk mendengarkan tausyiah. Bahkan khusus hari Jum’at seluruh warga meliburkan diri dari segala aktivitas guna melaksanakan sholat Jum’at dan bercengkerama dengan keluarganya. Namun yang menyedihkan warga di sini belum memiliki Al-Qur’an yang layak.

Banyak Mushaf dengan Kondisi Rusak

(Banyak Mushaf dengan Kondisi Rusak)

Selanjutnya kami berkunjung ke Dayah Bustanul Munawwarah yang terletak di pantai Manohara. Di sini kami bertemu dengan Tengku Munir  (Abi Pase) sebagai pendiri sekaligus pembina Dayah. Dayah ini salah satu target distribusi Al-Qur'an untuk daerah Pidie Jaya  (sebelum didirikan Dayah oleh Tengku Munir, daerah ini ABG tempat maksiat diantaranya sabung ayam, judi koprok, mesum dan maksiat lainnya) namun sejak Dayah didirikan setahun yg lalu mulai dibatasi pengunjungnya dan dibersihkan dari kemaksiatan.

Tengku Munir membangun Dayah ini atas saran guru beliau ketika sedang menimba ilmu di Dayah Nasehat guru beliau ketika itu, “Antum silahkan buka dan bangun Dayah salah satu di  dua tempat, satu di lereng gunung yang ke dua di pinggir pantai".

Berdasarkan nasehat tersebut Tengku Munir memilih mencari tempat di pinggir pantai, ketemulah di pantai ini. Ceritanya ketika mau beli lahan dan cocok harganya malamnya ketika mau dibayar pemilik lahan tidak mau dibayar dan lebih memilih diwakafkan untuk Dayah saja.

Perjuangan beliau membangun dan membina umat masih banyak tantangan dan tekanan dari kelompok lain, namun dengan kegigihan dan keikhlasan beliau membina umat akhirnya masyarakat menerima bahkan pantai yang sebelumnya tempat maksiat di siang dan malamnya diubah menjadi tempat nyaman dan bersih dari maksiat.

Beliau sampaikan kondisi di Pidie Jaya ini sangat komplek, maka bila tidak ada orang yang peduli untuk membina akidah, akhlak dan adab Islam di desa ini, karena sudah banyak anak-anak muda yang terdampak maksiat.

Namun Alhamdulillah berkat usahanya desa di pinggir pantai nan asri ini dalam 1 tahun 2 bulan menjadi bebas dari kemaksiatan. Buktinya, dulu setiap hari banyak sabung ayam dan judi koprok saat ini sudah hilang, dulu setiap malam banyak anak muda datang untuk bermesraan dan menikmati khamr di kafe, saat ini sudah bersih.

Kami pun berkesempatan diajak menghadiri majlis ta’lim binaan. Di sini kami ketemu dengan bang Irfan salah seorang jama’ah yang tuna netra. Beliau hadir tanpa ada yang mengantar, dari rumahnya ke tempat majlis taklim berjarak 1 KM, dalam keadaan gelap gulita beliau sempatkan datang.

Saya malu kepada Allah, saya diberikan kaki untuk berjalan, saya masih bisa berjalan maka tidak ada alasan untuk bermalas-malasan dalam menuntut ilmu” katanya.

Melalui Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin  membantu saudara muslim di Pidie Jaya mendapatkan Al-Qur’an agar bisa belajar ngaji secara intensif.

Setiap huruf yang dibaca oleh kaum Muslimin semoga mengalirkan pahala kepada para Wakif sepanjang masa.

 

Dana yang dibutuhkan

Rp. 5.000.000.000 (50.000 Al-Qur’an + 5.000 Iqra’)

 

Partner Lapang Ustadz Ferdi

Masyarakat Muslim Pesisir Aceh Butuh Al Qur'an

Update #1: Ayo Bantu Tengku Ibrahim Selamatkan Akidah Para Nelayan Di Cot Luehreung

Cot Luehrueng adalah Perkampungan Nelayan yang terletak di Desa Trieng gading, Kecamatan Trieng Gading, kabupaten Pidie Jaya, Banda Aceh. Dusun ini di kelilingi pantai dan lahan tambak, dusun nan asri dengan pantai berpasir putih terhampar di sepanjang pantai.

Sebagian besar penduduk adalah buruh nelayan, selayaknya buruh di tempat lain mereka memiliki potensi permasalahan yang relatif sama yakni sulitnya berkumpul untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at dan ibadah fardu lainnya seperti sholat lima waktu dan mengaji.

Kondisi masyarakat Cot Luehreung tersebut mengundang perhatian Tengku Ibrahim, sebagai tokoh masyarakat sekaligus guru ngaji, beliau prihatin menyaksikan kondisi masyarakat sehari-hari yang jauh dari kata Islami, padahal mereka beragama Islam dan hidup di wilayah Aceh Darusalam yang terkenal dengan “Serambi Mekah” nya.

(Sosok Tengku Ibrahim, Tokoh Masyarakat Cot Luehreung)

(Sosok Tengku Ibrahim, Tokoh Masyarakat Cot Luehreung)

Sejak pertengahan 2017 akhirnya Tengku Ibrahim berjanji mewakafkan diri untuk membina masyarakat Cot Luehreung. Beliau mulai mengundang masyarakat untuk musyawarah.

Dalam musyawarah yang dihadiri sebagian besar masyarakat Luehreung baik laki-laki maupun perempuan, dari kalangan yang tua maupun yang muda, dan disepakati pertama untuk membangun Masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat mulai ibadah sholat fardu, sholat Jum’at, belajar mengaji bagi bapak-bapak dan ibu-ibu serta anak-anak, juga sebagai balai warga. Kedua setiap Jum’at seluruh warga khususnya yang laki-laki libur tidak melaut untuk melaksanakan sholat Jum’at, ketiga setiap kamis sore pengajian khusus untuk anak-anak, malam harinya selepas isya’ jadwal pengajian umum, jum’at pagi dan malam dimanfaatkan untuk mengajar baca tulis Al-Qur’an bagi kaum bapak dan ibu-ibu.

(Beliau Tak Kenal Lelah dalam Membina Masyarakat Cot Luehreung)

(Beliau Tak Kenal Lelah dalam Membina Masyarakat Cot Luehreung)

Ketika tim BWA hadir di Cot Luehreung beliau sempat berbagi cerita pengalaman beliau membina masyarakat di sini. “Walau mereka asli penduduk di sini tapi yang menyedihkan sebagian dari mereka belum bisa membaca Al-Qur’an padahal mereka dilahirkan sebagai seorang Muslim, bahkan beberapa wanita yang belum bisa melaksanakan sholat karena tidak tahu tatacaranya”. Tutur beliau.

“Apalagi kalau ditengok ke dalam rumah-rumah mereka sama sekali tidak memiliki Al-Qur’an, di masjid saja kami juga belum ada Al-Qur’an. Saya berharaf melalui BWA ada kaum Muslimin entah di mana saja yang peduli terhadap kami, dan berkenan membantu menyelamatkan Akidah para Nelayan di sini, dengan mewakafkan Al-Qur’an, sehingga mereka bisa belajar melancarkan bacaan Al-Qur’an nya di rumah mereka, karena kalau hanya seminggu sekali belajar pasti sangat lama bisanya, dan sangat rentan akidah mereka.” Pungkasnya pada tim BWA.

Pelan tapi pasti perubahan di masyarakat mulai terjadi, yang biasanya selepas melaut mereka tidur melepas lelah, mereka sudah tergerak untuk mengisi waktu luangnya untuk belajar mengaji dan menimba ilmu Islam.

Mari bersama dengan Ustadz Tengku Ibrahim menguatkan akidah kaum muslim di Cot Luehreung dengan berwakaf Al Qur’an. Semoga wakaf kita menjadi wasilah kebaikan bagi warga di Pidie Jaya Aceh khususnya di Cot Luehreung ini. Aamiin.

 

#2019SejutaQuranBangkitkanIndonesia

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 5.000.000.000



1.12%
butuh Rp. 4.944.202.500,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.