Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al Quran & Pembinaan

Masyarakat Pedalaman Sumatera Bagian Selatan Masih Butuh Al Qur’an dan Pembinaan

(Sektetariat Suku Lom / Bangka Pos-Eri)

Sumatera Bagian Selatan (SUMBAGSEL) terdiri dari 5 provinsi: Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi dan Bangka Belitung. Total jumlah penduduk di 5 provinsi ini sekitar 18.952.467 jiwa. Dengan luas wilayah 180.266,32 km2 , wilayah Sumbagsel luasnya lebih besar dari negara Inggris yang hanya seluas 130.395 km2.

Di dalam lima provinsi ini memiliki berbagai persoalan sosial seperti sulitnya jalur transportasi darat dari satu tempat ketempat lain, selain itu juga dengan adanya pembangunan jalan tol trans Sumatera akan  menimbulkan problem sosial baru seperti masalah pembebasan lahan dan lainnya.  Persoalan sosial kemasyarakatan ini akan lebih berkah bila pemecahannya datang secara Islam berupa solusi-solusi syariat Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW.

(Kunjungan BWA, Ust Hazairin ke Kodam II Sriwijaya diterima oleh Panglima Kodam, Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M.Hum)

Solusi yang Islami akan mudah diterima masyarakat bila mereka sudah dekat dan terbiasa membaca Al Qur’an serta memahaminya. Karenanya pembinaan masyarakat dengan Islam dan ketersediaan Al Qur’an di masyarakat menjadi perkara yang penting dan mendesak.

Misalkan di salah satu wilayah Bangka Belitung terdapat Suku Mapur atau juga sering disebut Orang Lom, ini merupakan kelompok masyarakat adat Bangka yang belum memeluk suatu agamapun. Suku ini masih memegang teguh tradisi adat nenek moyang. Penyebutan ini karena sebagian besar dari mereka awalnya tinggal di daerah Mapur, Kecamatan Balinyu. Ada juga anggapan bahwa penyebutan tadi karena mereka belum memeluk agama formal yang diakui Pemerintah Indonesia, khususnya Agama Islam. Karena "Lom" atau "Lum" adalah Bahasa Bangka yang terjemahan dalam bahasa Indonesianya berarti "belum".

Ustadz Tabah, Bendahara masjid Al Hidayah, Belinyu, Bangka Belitung mengatakan, “Dulunya agama kepercayaan masih banyak di daerah ini namun seiring berjalannya waktu mereka belajar Islam dan menjadi muslim, namun dikarenakan kurangnya pengajar yang mengajari mereka, kelihatannya mereka belum memiliki arah yang jelas atas keyakinan Islam mereka ini" ujarnya.

Ustadz Tabah juga mengatakan, anak-anak desa Gunung Pelawan, Balinyu saat ini memiliki antusiasme yang sangat tinggi untuk belajar membaca Iqro dan Al-Quran. Menurut Tabah, ada orangtua yang memiliki agama “Aliran Kepercayaan” tapi ketika anaknya ingin belajar Islam, tidak ada larangan dari orang tua mereka.  "Orang tua mereka tidak melarang, mereka biarkan untuk belajar kepada pengajar, walaupun pengajarnya masih terbatas," tuturnya.

Masalah yang hampir serupa juga terjadi di beberapa daerah pedalaman di Sumbagsel, seperti di Wilayah Jalur-Sumsel, Desa Sumber Makmur-Banyu Asin, Desa Gunung Pelayan- Bangka Belitung, dan beberapa tempat lainnya. Tentunya saudara muslim kita ini sangat membutuhkan pembinaan dan Al Qur’an sebagai sarana pembinaan masyarakat.

Melihat kondisi ini, BWA mengajak kaum muslimin menyukseskan proyek wakaf penyaluran 100.000 Al-Qur’an wakaf dan 10.000 buku Iqra’ serta mengadakan training dakwah dan pemahaman Islam bagi para da’i di wilayah Sumatera Bagian Selatan ( Sumbagsel ). Semoga  dari setiap huruf Al-Qur’an yang mereka baca akan mengalirkan pahala untuk Anda ila yaumil qiyamaah aamiin.

Nilai Wakaf yang dibutuhkan

Rp 10.000.000.000,-

Partner Lapang

Ustd. Sofyan Rudiyanto (Bangka Belitung), Ustd. Mahmud Jamhur (Sumatera Selatan), Ustd. Subandi (Jambi), Ustd. Fahrudin (Lampung) dan Ustd. Fakhrudin Halim (Bengkulu)

Masyarakat Pedalaman Sumatera Bagian Selatan Masih Butuh Al Qur’an dan Pembinaan

Update #5: Alhamdulillah Wakaf Al Quran sudah didistribusikan di Jambi dan sekitar

Alhamdulillah setelah melalui perjalanan panjang di provinsi Jambi pada tgl 14-20 September 2020, Ekspedisi Wakaf Al Quran BWA sudah menyelesaikan distribusi wakaf Al Quran sejumlah 20.000 eksemplar, dengan rincian Kota Jambi 2.200 eksemplar, Muaro Jambi 3.420 eksemplar, Tanjung Jabung Barat 4.800 eksemplar, Tanjung Jabung Timur 2.200 eksemplar, Tebo 2.240 eksemplar, Kerinci/Kota Sungai Penuh 3.000 eksemplar, Merangin 2.000 eksemplar dan lainnya di Batanghari dan Muara Bungo.

Aktifitas ini didukung pebuh oleh Korem 042 Garuda Putih di bawah pimpinan Brigjen M  Zulkifli dan Kepala Rehabilitasi  kemensos sumbagsel, Bp. Imron Rosyadi.

Update #4: Sinergi BWA dengan Pemerintah Daerah

Alhamdulillah distribusi Al Quran Wakaf dari Badan Wakaf Al Quran di Kota Pagaralam disambut dan diterima dengan baik langsung oleh Bapak Walikota Alpian Maskoni. SH, di ruangan dinas beliau,  dalam pertemuan tersebut Pak Alpian didampingi oleh Kepala Dinas Kemendikbud Pagaralam Bapak Cholmin dan Kabag Kesra Bapak Asdimanto.

(Sinergi dengan Berbagai Pihak dalam Distribusi Al-Qur'an)

(Sinergi dengan Berbagai Pihak dalam Distribusi Al-Qur'an)

Beliau sangat berterima kasih kepada BWA yang telah mendistribusikan Al-Qur’an di daerah beliau karena memang sangat dibutuhkan oleh seluruh kaum muslim umumnya yang ada di Pagaralam terutama dan khususnya Pondok Pesantren, Masjid, Musholah, Majlis Taklim, TPA yang berada di 6 Kecamatan Pagaralam.  

Sepanjang perjalan distribusi alhamdulillah kami di kawal oleh Kasubag Kesra Bapak Riswanda. Di jelaskan bahwa penduduk Pagaralam kurang lebih 60.000 jiwa dan 97% adalah muslim. 1.500 Al-Qur’an yang kami distribusikan masih jauh dari kebutuhan kaum muslim Pagaralam umumnya dan khususnya Pondok Pesantren, Pondok Tahfidz, Majlis Taklim, Masjid, musholah dan TPA yang ada.

Baru 15 Pondok Pesantren dan Pondok Tahfidz yang mampu kami distribusikan di Pagaralam, masih banyak yang belum. Insyaa Allah target Badan Wakaf Al Quran untuk tahun 2020 sebanyak 50.000 dapat terlaksana agar kaum muslim di Lahat dan Pagaralam dapat memiliki, membaca, mengamalkan, dan menyampaikan Al Quran sesuai dengan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Update #3: Al-Qur’an Wakaf Sebagai Sarana Pembinaan Mualaf

Distribusi Al-Qur’an hari ke 2 adalah ke daerah Jalur, Banyu Asin, Palembang, kami ditemani oleh Ustadz Umar Said, beliau adalah Ustadz yang membentengi aqidah kaum muslim di daerah tersebut dari serbuan misioneris. Semenjak sekitar tahun 90an mereka memurtadkan kaum muslim dengan iming-iming ekonomi.

Kami berangkat dari daerah Sukarame, KM 7,5 menuju Jalur, Banyu Asin menggunakan mobil dengan waktu tempuh sekitar 4 jam setengah lebih untuk mencapai tujuan. Setelah melewati 1/3 jarak tempuh yang kami lalui aspal dan hot mic pun hilang berganti jalan tanah dan bebatuan yang sudah tidak beraturan tapi lebih menyerupai bukit-bukit kecil dan jembatan yang hanya bisa dilalui 1 mobil, berdebu tebal dengan hampir keseluruhan pemandangan adalah kebun sawit dan 1 pabrik pengolahannya.

(Al-Qur'an Sebagai Media Pembinaan)

(Al-Qur'an Sebagai Media Pembinaan)

Ternyata kedatangan kami sudah di tunggu oleh perwakilan dari kecamatan setempat, tokoh masyarakat, Kapolsek Banyu Asin dan staf beserta warga. Alhamdulillah 1.000 Al Quran Wakaf yg berbentuk mushaf dan terjemah dari kaum muslimin yang di amanahkan melalui Badan Wakaf Al Quran diserahkan kepada perwakilan camat untuk kaum muslim, masjid, musholah  majlis taklim, TPA dan rumah binaan yang dibangun oleh ustadz Umar sebagai tempat pembinaan bagi warga yang sudah kembali Islam dan para mualaf.

Ustadz Umar mulai berjuang membentengi kaum muslim bersama dengan rekannya di daerah Jalur sejak sekitar tahun 2002 dengan berprinsip 1.000 tikus melawan 3 kucing. Dengan berbekal nasi dan lauk pauk dari rumah serta perjalanan 3 jam pulang pergi melalui sungai yang selalu beliau tempuh untuk dakwah dan menyelamatkan kaum muslim dari serbuan para misionaris, tanpa ingin membebani masyarakat di Jalur.

Alhamdulillah saat ini masyarakat didaerah jalur sudah mulai ada yang tersadarkan berkat kesabaran beliau dalam menyampaikan kebenaran Islam. Insyaa Allah apa yang beliau lakukan mendapatkan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mendapatkan ganjaran yang setimpal di saat semua anggota tubuh bersaksi kecuali mulut.

Update #2: Sosok-sosok Inspiratif (Cerita Perjalanan Distribusi Wakaf Al-Qur’an)

Dalam perjalanan pendistribusian Al-Qur’an kami bertemu dengan begitu banyak sosok-sosok inspiratif. Tidak terkecuali dalam pendistribusian Al-Qur’an di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Bapak Rudi, demikian dia sering disapa. Pak Rudi adalah mualaf yang mengabdikan diri menjadi pengurus masjid/marbot di Masjid Al Islam Cheng Hoo Sriwijaya, Palembang,

(Distribusi Al-Qur'an Sumbagsel)

(Distribusi Al-Qur'an Sumbagsel)

Sejak tahun 2005 hingga kini, Pak Rudi menjadi marbot di masjid tersebut.  Suka duka banyak dirasakan olehnya. Dari tempat tinggalnya di daerah Musri, Pak Rudi harus tiga kali berganti kendaraan umum untuk bisa sampai di masjid tersebut. Hal tersebut tidak mengurangi semangatnya dalam berkhidmat untuk umat.

Tatkala menjumpai tim BWA yang sedang mendistribusikan Al-Qur’an di tempatnya, Pak Rudi tampak begitu senang dan haru menerima mushaf Al-Qur’an tersebut.

Kami sempat berbincang-bincang dengan Pak Rudi tentang bagaimana keadaan hidupnya, tentang masjid dan kesehariannya sebagai marbot masjid.  “Alhamdulillah selama menjadi marbot di masjid ini hidup saya kecukupan dan berkah InsyaAllah,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Dan disaat kami memberikan Al Quran Wakaf yang kami distribusikan untuk para mualaf dan sekolah tahfidz di Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya beliau tampak sangat senang dan terharu. "Ini benar buat saya ya, saya sangat berterimakasih sekali ustadz sekalian atas mushaf yang diberikan ini.” Tuntasnya.

Update #1: 100.000 Al-Qur’an Untuk Bangka Belitung

Pernah suatu kali Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang terletak di Kelurahan Simpang Perlang,  Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah mendapatkan bantuan Al-Qur’an. Namun, jumlahnya hanya 15 buah. Sementara jumlah santri Ustadz Syahbuddin Ahmad lebih dari 1.000 orang.

Sudah lama Ustadz Syahbuddin mengharapkan adanya bantuan Al-Qur’an untuk pondok pesantrennya. Bagi santri yang mampu membeli Al-Qur’an layak baca, mereka tidak menemui kendala.  Adapun santri yang tidak sanggup membeli, terpaksa menggunakan Al-Qur’an milik santri yang sudah lulus. Itupun sebagian besar Al-Qur’an sudah rusak dan usang sehingga sulit dibaca.

(Bantu Para Santri Mendapatkan Al-Qur'an)

(Bantu Para Santri Mendapatkan Al-Qur'an)

Menurut Ustadz Syahbuddin, di daerahnya jarang sekali mendapatkan bantuan Al-Qur’an. Kalaupun ada, Al-Qur’an yang diberikan pun sedikit dan pemberian dari perorangan. Kondisi ini tidak hanya dialami Pondok Pesantren Al-Muhajirin, tetapi juga di beberapa daerah di Bangka Belitung. Terutama di Ponpes, TPQ, atau majelis taklim yang jaraknya jauh dari kota.

"Kita saja yang di kota sulit mendapatkan bantuan, apalagi mereka yang jauh dari kota. Semoga BWA bisa membantu kesulitan kami karena banyak masyarakat yang membutuhkan Al-Qur’an,” harap Ustadz Syahbuddin.

Setelah mengunjungi Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Tim BWA yang dipimpin oleh Ustadz Sofyan Rudianto bertolak mengunjungi beberapa pondok pesantren, masjid, TPQ, dan majelis taklim yang ada di Bangka Belitung. Melalui survei tersebut, masyarakat di Bangka Belitung mengharapkan adanya peremajaan Al-Qur’an karena Al- Qur’an yang mereka pakai sudah usang dan rusak.

Untuk mewujudkan keinginan mereka, BWA bermaksud mendistribusikan 100.000 Al-Qur’an ke Bangka Belitung dan daerah lain yang berdekatan melalui project Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Namun, 100.000 Al-Qur’an tidak akan terwujud tanpa kontribusi wakif.

Yuk bersama-sama kita menjadi pelopor penyemangat para santri dan kaum muslimin Bangka Belitung dalam mempelajari Al-Qur’an. Insya Allah Al-Qur’an yang dibaca dapat mengalirkan pahala bagi kita yang mewakafkan hartanya di jalan Allah SWT.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur

Komunitas Pendukung