Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Melalui Program Sedekah Kemanusiaan, Bantu Penanggulangan Bencana di Indonesia

Melalui Program Sedekah Kemanusiaan, Bantu Penanggulangan Bencana di Indonesia

Fenomena bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan dan kebakaran hutan yang dilakukan manusia sering sekali terjadi di negeri ini, bahkan terjadi di setiap tahunnya. Masih membekas dalam ingatan bencana gempa bumi di Lombok (Juli 2018), lalu gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala (September 2018),  tak berselang lama kembali terjadi bencana tsunami di Selat Sunda (Desember 2018).

Memasuki tahun 2019 bencana kembali datang silih berganti, seperti bencana banjir di Sulawesi Selatan (Januari 2019), longsor di Sulawesi Utara (Februari 2019), gempa bumi di Lombok (Maret 2019) banjir di Sentani sehari sebelumnya. Adapun pada April 2019 terjadi banjir di Bengkulu, sebulan selanjutnya terjadi banjir di Jombang (Mei 2019), selain itu terjadi banjir di Konawe (Juni 2019), disusul gempa di Halmahera Selatan (Juli 2019), Belum lagi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan pada Agustus 2019.

(Daerah Terdampak Bencana di Kalsel)

(Daerah Terdampak Bencana di Kalsel)

Sementara itu pada September 2019 kembali terjadi bencana gempa di Maluku, selanjutnya puting beliung di Bandung (Oktober 2019), putting beliung di Bojonegoro (November 2019), dan terkahir banjir, dan longsor di Solok Selatan (Desember 2019).

Di awal tahun 2020 bencana banjir melanda Ibu Kota Jakarta,  beberapa hari kemudian disusul bencana banjir bandang dan longsor di Lebak dan Bogor, masih di bulan yang sama terjadi juga banjir bandang di Bondowoso. Memasuki bulan Maret 2020 corona ditetapkan sebagai bencana skala nasional yang hingga kini belum juga teratasi. Ditengah wabah corona bencana banjir bandang kembali menimpa negeri, tepatnya di Luwu Utara (Juli 2020) dan diawal Desember 2020 gunung Semeru menunjukan aktivitas letusannya.

Duka kembali menyelimuti negeri di awal tahun 2021 yang baru menginjak hitungan minggu bencana tanah longsor di Sumedang, tak lama berselang terjadi peristiwa pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ 182 di laut Jawa, kepulauan Seribu. Belum tuntas pencarian korban pesawat jatuh dan longsor di Sumedang, negeri ini kembali diuji dengan bencana banjir. Dilaporkan bencana tersebut menerjang daerah Kalimantan Selatan. Di waktu yang tak berselang lama, Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat digoyang rentetan gempa. Gempa pertama terjadi pada Kamis, 15 Januari 2021 dengan keluatan magnitudo 5,9 sr.

(Sineritas dengan Berbagai Pihak dalam Penanggulangan Bencana)

(Sinergitas dengan Berbagai Pihak dalam Penanggulangan Bencana)

Tak dapat dipungkiri, bencana yang sering terjadi berdampak pada timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Dan ketika bencana terjadi, kegiatan tanggap darurat bencana merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Kegiatan ini untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.

(Bantuan Kebencanaan BWA)

(Bantuan Kebencanaan BWA)

Tujuan utama penanggulangan bencana adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana dan menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.

Melihat dari banyaknya fakta yang terjadi BWA tergerak untuk turut serta membantu dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam menagani masalah yang timbul akibat dari bencana yang terjadi. Selain berperan dalam kegiatan recovery baik bangunan fisik ataupun mental penyintas yang Alhamdulillah telah BWA lakukan di beberapa titik lokasi yang terjadi bencna. Kedepannya BWA ingin melibatkan diri dalam kegiatan tanggap darurat kebencanaan dan menyalurkan bantuan dan BWA kembali mengajak kepada para donatur untuk berkontribusi dalam niat baik ini melalui program Sedekah Kemanusiaan Kebencanaan.

Semoga niat baik dan tindakan kita terhadap penyintas yang terdampak bencana dihitung sebagai pahala oleh Allah SWT, dan apa yang kita lakukan mendapat kemudahan agar penyintas dapat berkurang beban hidupnya setelah mereka mendapati ujian dari Allah berupa musibah/bencana.

 

Sedekah yang Dibutuhkan:

Rp.2.500.000.000

Partner Lapangan:

Novi Wahyudi

 

#BWA #SedekahKemanusian #Bantuan #Kebencanaan

Melalui Program Sedekah Kemanusiaan, Bantu Penanggulangan Bencana di Indonesia

Update #8: Penghujung Ramadhan BWA Berbagi 150 Paket Sembako Kepada Dhuafa dan Jompo di Kabupaten Lebak

Di penghujung bulan suci Ramadhan 1442 H, BWA melalui program Sedekah Kemanusiaan menyalurkan 150 paket sembako, yang didistribusikan kepada para dhuafa dan jompo di beberapa desa yang ada di Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Banten.

Adapun setiap paketnya berisikan 2 liter beras, 1 kg minyak sayur, 1 kg gula pasir, 1 saset susu kental manis, 1 saset teh, 1 kaleng sarden, 5 bungkus mie instan, dan 1 bungkus kue lebaran.

(150 Bantuan Paket Sembako BWA)

(150 Bantuan Paket Sembako BWA)

Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Sedekah Kemanusiaan Kebencanaan yang sebagian dari  donasinya dialokasikan untuk mendistribusikan bantuan paket sembako kepada para dhuafa dan jompo.

Sabtu siang, 8 Mei 2021 tim bergerak menuju Kecamatan Gunung Kencana, dengan menggunakan mobil lostbak, seluruh paket bantuan sembako dibawa menuju Desa Sukanagara dan Desa Gunung Kencana, yang ada di kecamatan Gunung Kencana.

Dalam pendistribusian bantuan tim BWA didampingi Pak Ujang selaku prajurit TNI dari Koramil Gunung Kencana, Pak Samsudin lurah Desa Sukanagara, dan teman-teman dari komunitas Remaja Cinta Masjid yang ada di Kabupaten Lebak. 

(Penerima Manfaat Bantuan Sembako BWA)

(Penerima Manfaat Bantuan Sembako BWA)

Paket bantuan sembako tim distribusikan ke rumah-rumah pemetik manfaat, Alhamdulillah para dhuafa dan jompo sangat senang menerima bantuan ini. Para penerima manfaat juga mendoakan kepada para donatur dan tim yang mendistribusikan bantuan agar senantiasa dibarikan kesehatan dan kemudahan rezeki.

Mengingat hari yang semakin sore, sisa dari paket bantuan tim serahkan ke kantor Desa Sukanagara dan diterima langsung oleh kepala desa. Nantinya paket sembako ini akan kembali didistribusikan kepada masyarakat melalui pihak RT dan RW desa Sukanagara.

(Penyerahan Bantuan di Desa Sukanegara)

(Penyerahan Bantuan di Desa Sukanagara)

Pak kepala Desa Sukanagara, mewakili warganya banyak mengucapkan terimakasih kepada tim BWA yang jauh-jauh datang ke desanya membawa bantuan berupa paket sembako, “Terimakasih, khususnya kepada tim BWA yang telah peduli kepada masyarakat kami. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat kami yang kurang mampu,” ujar Samsudin selaku kepala desa Sukanagara.

Kegiatan ini menjadi agenda penutup tim Sedekah Kemanusiaan di bulan suci Ramadhan, Insyaallah kegiatan serupa akan tetap BWA lakukan di bulan-bulan selanjutnya. Mengingat masih banyak saudara-saudara kita diluar sana yang masih membutuhkan bantuan terutama bantuan pangan.

Update #6: Banjir di Pekalongan, BWA Salurkan Bantuan Sembako dan 450 Makanan Siap Saji di Empat Desa

Pekalongan, 23/02/21, Tim Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) kembali melakukan kegiatan sosial kemanusiaan kepada masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang  terdampak banjir. Tahap awal tim melakukan asesmen terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan apa yang dibutuhkan penyintas pada saat itu, tim melakukan asesmen di empat Desa, keempat desa tersebut meliputi desa Panjangbaru, desa Tegaldowo, desa Jeroksari, dan desa Wonokerto Wetan.

Dua pekan lebih banjir yang mengenang di beberapa desa belum juga surut, potensi hujan masih sangat tinggi. Info yang tim dapati dari BMKG menyebutkan bahawa potensi hujan di wilayah Pekalongan masih tinggi hingga pertengahan bulan Mei mendatang. Tentu hal ini membuat masyarakat yang rumahnya masih tergenang khawatir terhadap ancaman banjir yang lebih parah.

Setelah data asesmen didapat, siang harinya tim segera melakukan loading bahan bantuan untuk korban banjir di Pekalongan, adapun bantuan yang kami distribusikan meliputi kebutuhan sembako atau bahan logistik mentah untuk dapur-dapur umum di tiga desa, obat-obatan, dan 450 bungkus makanan siap saji, untuk satu desa.

(Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir di Pekalongan)

(Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir di Pekalongan)

Pada pendistribusian awal 450 bungkus makanan siap saji, obat-obatan, dan juga sembako tim salurkan ke desa Panjangbaru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Hujan yang cukup lebat mengguyur tim ketika itu, dalam rencana awal tim ingin mendistribusikan bantuan ke rumah-rumah warga.

Namun, rencana untuk mendistribusikan langsung ke rumah-rumah warga terpaksa tidak kami lakukan, karena hujan yang belum juga reda. Bantuan tersebut kami titipkan kepada ustadz Abu Ayas selaku tokoh desa disana, InsyaAllah beliau dan timnya yang bergerak mendistribusikan paket makanan siap saji ke masyarakat yang terdampak banjir.

“Alhamdulillah pada saat ini saya telah menerima 450 nasi siap saji dan beberapa logistik bahan mentah yang insyaallah sangat bermanfaat di tengah situasi banjir bagi warga di sekitar sini, dan insyaallah sesegera mungkin kita akan distribusikan,” ujar ustadz Abu Ayas.

Setelah mendistribusikan 450 paket makanan siap saji tim kembali melanjutkan perjalanan menuju desa berikutnya.

Desa Tegaldowo, desa Jeroksari, di Kecamatan Tirto dan  terakhir  desa Wonokerto Wetan, di Kecamatan Wonokerto, Kab. Pekalongan  adalah  desa-desa yang kami tergetkan untuk menyalurkan bantuan sembako atau bahan logistik mentah, hal ini dikarenakan dimasing-masing desa tersebut sudah berdiri dapur-dapur umum yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat.

(Tim Menggunakan Perahu untuk Mendistribusikan Bantuan Pangan)

(Tim Menggunakan Perahu untuk Mendistribusikan Bantuan Pangan)

Di masing-masing desa tersebut tim menyalurkan sembako masing-masing empat dus mie instan, empat dus air mineral, obat-obatan, empat liter minyak goreng, satu liter kecap manis, 3½ kg telur, 25 kg beras, dan pembalut wanita.

Alhamdulillah tim mendapati respon yang sangat baik dari para pengungsi di dapur- dapur umum, mereka sangat berterimaksih sekali atas apa yang telah mereka terima, karena sangat bermanfaat untuk masyarakat yang kebanyakan dari mereka saat ini belum bisa beraktivitas normal, karena masih terdampak banjir.

Di desa Tegaldowo setidaknya ada 750 rumah yang terdampak banjir dan untuk yang mengungsi ada sekitar 700 Kepala Keluarga yang tersebar di tujuh titik pos-pos pengungsian, ada juga masyarakat yang masih bertahan dirumah.

“Kami merasa terbantu sekali dengan bantuan yang telah diberikan oleh donatur, dan Alhamdulillah dengan adanya bantuan kami terbantu sekali, karena kami disini tidak bekerja, tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, dengan adanya bantuan dari donatur kami sangat-sangat berterimakasih sekali,” ujar ibu Uswatun selaku warga desa Tegaldowo, Kecamatan tirto, Kabupaten Pekalongan.

Hal senada juga kami dapati dari pak Lurah di desa Jeroksari, di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, yang dimana beliau sangat bangga sekali atas apa yang dilakukan oleh tim yang jauh-jauh datang untuk menyalurkan bantuan.

“Saya atas nama pemerintah desa Jeroksari, yang pertama saya bersyukur dan berterimaksasih kepada BWA yang telah datang ke desa ini dengan susah payah, dalam keadaan banjir dan memberikan sesuatu kepada kami, yang sangat bermanfaat sekali, untuk itu kami sangat berterimakasih dan mudah-mudahan para donatur selalu diberkahi Allah SWT dan selalu dimudahkan rejekinya,” ujar Lurah di desa Jeroksari.

Akses jalan yang cukup sulit dilalui kendaraan roda empat mengharuskan bantuan diangkut menggunakan sampan milik warga, yang kemudian bantuan tersebut akan di simpan di dapur umum warga untuk diolah menjadi makanan siap saji, dan nantinya diberikan kepada warga desa Jeroksari yang terdampak banjir.

Selesai mendistibusikan bantuan, tim segera melanjutkan perjalanan menuju desa terakhir, tepatnya di desa Wonokerto Wetan, Kec Wonokerto, Kab. Pekalongan. Kumandang adzan magrib mulai terdengar ketika tim tiba di desa itu, dan disana pak Muhaimin selaku perangkat desa yang sudah menunggu. Tanpa mengurangi banyak waktu tim segera memindahkan sisa logistik keatas motor roda tiga.

“Untuk logistik bantuan dari BWA ini akan didistribusikan di dapur umum di empat lokasi, kami atas nama pemerintah desa Wonokertowetan mengucapkan terimakasih dari tim BWA,” ujar pak Muhaimin.

Pendistribusian paket sembako di desa Wonokerto menjadi penutup kegiatan tim di hari itu, Insyaallah kegiatan ini akan tim lakukan hingga lima hari kedepan di desa- desa lain. Tim melihat masih cukup banyaknya desa-desa yang terdampak dari bencana banjir. Semoga niat baik kita dimudahkan oleh Allah SWT, dan donasi yang donatur amanakah kepada BWA insyaallah akan tepat sasaran kami salurkan ke penerima manfaat.

Update #7: 200 Box Makanan Siap Saji dan 100 Paket Sembako BWA Salurkan Untuk Korban Banjir Semarang

Semarang, 25/02/21, Melalui program Sedekah Kemanusiaan, Tim BWA kembali mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada para penyintas bencana banjir di Semarang.

Setibanya di Semarang tim segera membeli bahan-bahan sembako di salah satu toko swalayan, nantinya kebutuhan sembako yang dibeli akan tim kemas ulang sebelum di distribusikan kepada para penyintas.

Adapun barang-barang yang tim belanjakan meliputi, 275 kg beras, 10 dus mie instan, 100 kemasan sedang minyak goreng, 100 kg gula pasir, 100 kemasan sedang kopi, 100 kemasan kecil susu kental manis, 100 kemasan sedang teh tubruk, dan 100 kemasan besar biskuit.

(Bantuan Siap Didistribusikan)

(Bantuan Siap Didistribusikan)

Selama berkegiatan, tim dibantu oleh staf BWA kantor cabang Semarang, disana tim mulai mengemas paket sembako. Alhamdulillah 100 paket sembako telah selesai dikemas, setiap paketnya berisikan ±2kg beras, 8 pcs mie instan, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 500 gram kopi, 2 kemasan teh, 10 pcs susu kental manis, dan 1 bungkus biskuit.

Tidak hanya menyiapkan 100 paket sembako atau bahan logistik mentah, tim juga menyiapkan 200 paket makanan siap saji. Insyaallah sudah siap untuk kita distribusikan kepada korban banjir di Semarang.

Desa Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, menjadi lokasi pertama yang tim kunjungi untuk menyalurkan bantuan. Tidak semua warga di desa Genuksari RT/RW 08/03 mengungsi, karena banjir yang mulai surut. Hanya sebagian saja warga yang mengungsi. Disana tim mendistribusikan 100 paket makanan siap saji dan 66 paket sembako yang diberikan untuk 66 kepala keluarga yang terdampak banjir.

(Menembus Banjir untuk Mendistribusikan Bantuan)

(Menembus Banjir untuk Mendistribusikan Bantuan)

Dalam pendistribusian tim didampingi oleh pak Wanto selaku ketua RT 08, beliau menerima dengan tangan terbuka kedangan tim BWA di wilayahnya. Dibantu dengan warganya paket sembako dan makanan siap saji di pindahkan dari mobil lostbak ke rumahnya yang dijadikan posko sementara menggunakan rakit sederhana.

“Terimakasih kepada BWA yang sudah membantu penanganan banjir di wilayah RT 08 RW 03 dengan bantuan yang berupa sembako 66 kantong dan nasi bungkus 100 box,” tutur Wanto.

Setelah tim mendistribusikan bantuan di desa Genuksari, tim segera berpindah ke desa selanjutnya. Lokasi yang tim datangi adalah desa Banjardowo RT 02 RW 04, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Kondisi di sana tak jauh berbeda dengan desa sebelumnya, air masih saja menggenang dijalan-jalan desa dengan ketinggian yang mencapai lutut orang dewasa.

(Bantuan Langsung Diterima oleh Warga Terdampak)

(Bantuan Langsung Diterima oleh Warga Terdampak)

Di lokasi kedua tim menurunkan 34 paket sembako dan 100 makanan siap saji dari atas mobil lostbak. Akses jalan yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat membuat pendistribusian sedikit terhambat. Tim dibantu dengan pak Partono selaku ketua RT 02 dan warganya untuk memindahkan barang bantuan.

Warga menggunakan ban dalam mobil truk yang digunakan sebangai pelampung untuk memindahkan 34 paket sembako, sementara 100 box makanan siap saji tim bawa dengan cara dipikul maupun di angkat dengan kedua tangan untuk menembus banjir. Alhamdulillah dengan kebersamaan warga dan tim seluruh barang bantuan selesai dipindahkan.

“Kami warga yang mengalami bencana banjir yang melanda sekarang berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada BWA yang telah memberikan donasi berupa 34 sembako dan 100 nasi kotak yang diberikan kepada warga kami,” ujar Partono.

Setelah seluruh paket bantuan diterima oleh pak ketua RT yang mewakili warganya, tim berpamitan untuk kembali. Alhamdulillah tuntas sudah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh BWA untuk menyalurkan amanah dari para donatur yang menyedekahkan hartanya di BWA. InsyaAllah amanah yang dipercayakan, akan tim salurkan tepat sasaran kepada penerima manfaat.

Update #5: Sinergi BWA dengan Santri Ponpes Ikhwatul Mukminin Bantu Tanggap Darurat Bencana di Adonara Timur

Adonara Timur, 11/04/2021. Sisa-sisa lumpur masih menumpuk di rumah-rumah warga, akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada Sabtu dini hari (3/21). Sebelumya warga di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT tidak pernah menyangka jika akan terjadi banjir bandang separah ini.

Dampak dari banjir bandang, setidaknya puluhan rumah rusak berat, terutama rumah- rumah yang berdiri di sepanjang aliran sungai. Akses jalan sepeti jembatan ikut terputus, padahal jembatan ini satu-satunya akses penghubung antara Desa Waiburak dengan Waiwerang, untuk sementara akses jalan dialihkan dengan membuat jembatan sementara.

Dampak banjir bandang di Desa Waiburak, Adonara Timur

(Dampak banjir bandang di Desa Waiburak, Adonara Timur)

Informasi terakhir terkumpul 12 korban jiwa akibat bencana yang terjadi di desa Waiburak. Alat-alat berat dari Kementrian PUPR sudah diterjunkan untuk membantu proses evakuasi membuka akses jalan yang terhalang pohon-pohon besar yang tumbang. Anggota gabungan dari unsur TNI, POLRI, BPBD dan juga para relawan daerah juga ikut terjun membantu proses evakuasi.

Dalam masa tanggap darurat, BWA ikut terjun ke lokasi guna melakukan kegiatan kemanusiaan. Kali ini BWA bekerja sama dengan Ustadz Arifudin Anwar (54 tahun) selaku partner lapangan yang biasa mendistribusikan Al Qur’an Wakaf untuk wilayah Indonesia di bagian timur.

Ustadz Arifudin selaku pimpinan Pondok Pesantren Ikhwatul Mukminin menurunkan sekitar 70 santri ke lokasi bencana di Desa Waiburak, untuk membantu mengangkat sisa-sisa lumpur di rumah warga. Truk tangki air wakaf project WAFP (Water Action For People) yang merupakan salah satu project BWA di tahun 2013 ikut difungsikan dalam bencana kali ini.

Para santri Ikhwatul Mukminin yang ikut terjun ke lokasi

(Para santri Ikhwatul Mukminin yang ikut terjun ke lokasi)

Truk tangki air BWA yang difunsikan untuk membersihkan sisa lumpur

(Truk tangki air BWA yang difungsikan untuk membersihkan sisa lumpur)

Salah seorang ibu yang rumahnya dibersihkan dari sisa-sisa lumpur merasa sangat terbantu sekali dengan kegiatan yang dilakukan tim, sebab ia tidak mampu untuk membersihkan rumahnya jika hanya seorang diri.

“Alhamdulillah, terimakasih banyak atas bantuannya dari BWA dan santri yang membersihkan rumah saya, semoga Allah SWT memberikan kebaikan kepada kita semua,” ujar Siti Suryani (54 tahun).

Selain membantu proses pembersihan rumah warga, BWA beserta para santri Ponpes Ikhwatul Mukminin juga memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga yang terdampak bencana di Desa Waiburak.

Tim sedang mengemas paket sembako

(Tim sedang mengemas paket sembako)

“Terimakasih untuk Badan Wakaf Al Qur’an atas bantuannya, semoga Allah  memberi berkah kapada kita semua,” ujar Rugaya salah seorang Ibu yang menerima bantuan sembako dari BWA.

Di Desa Waiburak tim juga mendirikan posko bantuan kemanusiaan, yang difungsikan sebagai sebagai tempat pengumpulan dan pengemasan bantuan sebelum didistribusikan.

Lokasi posko kemanusiaan di Desa Waiburak, Adonara Timur

(Lokasi posko kemanusiaan di Desa Waiburak, Adonara Timur)

Insyaallah, kegiatan yang dilakuan tidak hanya untuk hari ini, dalam beberapa hari kedepan tim masih terjun kelokasi. Mengingat tak lama lagi kaum muslimin akan memasuki bulan suci Ramadhan, kami mencoba memberikan perhatian lebih terkhusus kepada mereka yang sedang diuji bencana.

Melalui program Sedekah Kemanusian, BWA mengajak sahabat sedekah sekalian untuk turut serta membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, khususnya mereka korban banjir bandang di Adonara, Flores Timur, NTT. Besar atau kecil nilai sedekah yang sahabat berikan sangatlah bermanfaat bagi mereka.

 

#BWA #SK #SedekahKemanusiaan #PrayforNTT

Update #4: Flores Timur Berduka! Ayo Segera Bantu Saudara-Saudara Kita!

(Pray for NTT)

Innalillahi! Cuaca ekstrim (Hidrometeorologi)  picu bencana pada Minggu dini hari pukul 01.00 WITA melanda sejumlah kabupaten di Flores Timur.

Menurut BBC Indonesia, bencana tersebut setidaknya mengakibatkan 55 orang tewas, 44 warga menghilang, serta kerusakan rumah warga. Sebanyak 256 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike.

Mari kita doakan agar proses evakuasi warga berjalan lancar. Semoga Allah memberikan kekuatan pada mereka untuk menempuh ujian maha dahsyat ini. Aamiin.

Sahabat Wakaf, yuk bantu ringankan beban dan penderitaan mereka dengan bersedekah dan berdonasi di project Bantuan Kebencanaan ini.

 

#BWA #SK #SedekahKemanusiaan

Update #1: Sinergi BWA & ISN Salurkan Bantuan Logistik ke Lokasi Yang Sulit di Akses

Banjarmasin, 27/01/2020, tepat pukul 10.30 tim BWA menginjakan kaki di tanah Kalimantan Selatan, tepatnya di Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor. Tim di jemput oleh partner lapangan sekaligus relawan dari Islam Selamatkan Negeri (ISN).

BWA kembali bersinergi dengan ISN untuk mendistribusikan bantuan logistik dan kebutuhan lainnya kepada penyintas yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan.

Bakda dzuhur tim tiba di posko induk relawan ISN yang berlokasi di Desa Tj. Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Selepas makan siang dan sholat dzuhur tim mulai menyiapkan 70 paket sembako dari donatur BWA ke atas mobil pick up untuk didistribusikan ke desa Tanipah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Tengah.

pick up logistik yang menerjang jalan yang terendam

(Pickup Logistik Menerjang Jalan yang Terendam)

Tim memilih mendistribusikan ke desa Tanipah dikarenakan minimnya bantuan yang masuk ke desa tersebut, hal ini dikarenakan bantuan yang masih terpusat di Kota Banjarmasin, dan juga yang mudah untuk diakses kendaraan roda empat saja. Dua jam lamanya perjalanan menuju lokasi, dalam perjalanan kami dapati kondisi pusat kota Banjarmasin yang berangsur pulih, tak seperti seminggu yang lalu, yang sempat terdampak banjir besar.

Curah hujan yang cukup tinggi membuat beberapa ruas jalan menuju desa Tanipah kembali tergenang, parahnya genangan air bisa mencapai lutut orang dewasa, tak sedikit juga kendaraan roda dua yang mengalami kerusakan mesin karena terendam air.

(Pengiriman Bahan Bantuan Melalui Sampan)

(Pengiriman Bahan Bantuan Melalui Sampan)

Mobil pick up yang kami bawa hanya bisa masuk sampai tepi sungai di desa Tanipah, tepatnya di depan masjid Darul Aman, desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan karena akses jalan yang teputus oleh luapan sungai.

Untuk mencapai desa Tanipah logistik dipindahkan ke atas sampan tanpa mesin dan juga perahu karet yang dibawa tim BWA dan ISN. Setelah bantuan logistik dipindahkan ke atas sampan tim mulai menyeberangi sungai untuk menuju lokasi.

Alhamdulillah, Kondisi air di desa Tanipah berangsur surut, tak seperti dua minggu lalu yang bisa mencapai dada orang dewasa, namun tak menutup kemungkinan akan kembali naik mengingat curah hujan yang cukup tinggi hingga sepekan kedepan, menurut simber BMKG.

Masyarakat di desa Tanipah yang kami temui kebanyakan masih bertahan di rumahnya masing-masing, hal ini dikarenakan air yang mulai berangsur surut. Di samping itu rumah-rumah di desa tersebut didesain panggung/tinggi, jadi air tidak terlampau menggenang masuk ke dalam rumah, akan tetapi tetap saja akses jalan yang masih terendam membuat warga disini sulit untuk beraktivitas.

Menjelang maghrib 70 paket sembako berhasil tim distribusikan di desa tersebut, kondisi pakaian yang basah dan tubuh yang mulai mengigil karena guyuran air hujan tak menyurutkan langkah kami untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang terdampak bencana.

Alhamdulillah bantuan logistik telah terdistribusi dan diterima oleh penerima manfaat, semoga donasi yang para donatur amanakan ke BWA diganti oleh Allah dengan pahala yang melimpah, dan untuk tim yang bekerja dilapangan diberikan kesehatan dan kerendahan hati, agar dapat menyalurkan amanah lebih baik lagi.

Update #2: BWA Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Subang dan Majalengka

Pamanukan, 20/02/2021, Tim Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) bersinergi dengan relawan Islam Selamatkan Negeri (ISN) menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada penyitas bencana banjir di desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan,  Kabupaten Subang, Jawa Barat dampak dari meluapnya sungai Cipunagara.

Pada kegiatan kali ini tim mendistribusikan 300 paket makanan siap saji dan obat- obatan seperti obat penurun demam, minyak kayu putih, dan krim obat kulit kapada para penyintas.

(Bantuan Diterima Langsung oleh Para Penyintas)

(Bantuan Diterima Langsung oleh Para Penyintas)

Sore hari tim mengunjungi penyintas yang mengungsi di Masjid Hidayatul Jariyah, desa Mulyasari untuk memberikan makanan siap saji dan obat-obatan. Antusias masyarakat cukup tinggi ketika tim menyalurkan bantuan makanan, Alhamdulillah masyarakat dapat dengan tertib menerima bantuan.

Rasa trauma belum bisa hilang dari para penyintas, bayang-bayang banjir susulan masih sering membayangi pikiran mereka, seperti apa yang disampaikan oleh Iyan Abdilah selaku warga desa Mulyasari

“Mudah-mudahan jangan sampai terjadi lagi, sekarang Sungai Cipunegara meluap  lagi sudah naik sampai ke kebun, tapi mudah-mudahan bisa turun, karena tanggul yang jebol sudah kembali diperbaiki karena sudah turun alat berat,” ujarnya.

Iyan, merasa sangat terbantu dengan kedatangan tim yang memberikan makanan siap saji seperti ini, karena kebanyakan pengungsi disini tidak sempat menyelamatkan perlengkapan memasak karena hanyut terbawa banjir.

(Bantuan Untuk Penyintas Banjir di Majalengka)

(Bantuan Untuk Penyintas Banjir di Majalengka)

“Alhamdulillah, terima kasih banyak makanan dari bapak, karena jam segini sedang jam-jamnya lapar masyarakat disini, kebanyakan masyarakat disini belum banyak yang bisa masak, karena di rumahnya banyak alat masak yang hanyut, makannya jika ada sumbangan makanan ini sangat diterima sekali,” tutupnya.

Malam harinya setelah tim selesai mendistribusikan paket makanan siap saji dan obat- obatan tim berpamitan dengan relawan ISN. Tim segera berpindah ke lokasi selanjutnya, tepatnya di Kabupaten Majalengka untuk kembali menyalurkan bantuan kepada penyintas bencana banjir disana.

 

Update #3: BWA Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jakarta terkepung banjir sejak Sabtu (20/2) sampai Ahad (21/2). Salah satu lokasi langganan banjir di Jakarta adalah Jalan Tendean, Jakarta Selatan dan sekitarnya. Hal itu karena memang di wilayah ini terdapat Kali Mampang yang kerap meluap saat hujan deras dan lama.

Beberapa wilayah RT di sekitar Jalan Tendean terendam banjir dengan ketinggian sampai 2 meter. Walaupun pada hari Ahad (21/2) banjir sudah mulai surut, namun ancamana banjir masih mengintai daerah ini.

Terkait dengan musibah banjir di Jakarta tersebut, Badan Wakaf Alquran (BWA)  dengan Tim Gerak Cepat, tanpa menunggu lama, segera turun ke lokasi banjir. Mereka menyalurkan bantuan dari para donatur dan wakif. Kali ini dipilih daerah Tendean karena cukup dekat dengan kantor BWA.

Sebanyak 200 paket makan siap saji didistribusikan bersama warga setempat ke RT 11, 12 dan 14 RW 04 Kuningan Barat,  Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

(BWA Salurkan 200 Paket Makanan Siap Saji)

(BWA Salurkan 200 Paket Makanan Siap Saji)

Bantuan diserahkan oleh Mufrodi sebagai perwakilan dari BWA dan diterima oleh FKDM RW 04 Kuningan Barat, Fauzan. Fauzan mengatakan ”Ahad Subuh ini banjir sudah mulai surut. Pukul 1.00 dini hari, air masih setinggi 2 meter, namun sebagian besar warga masih bertahan dikarenakan bingung untuk bergerak ke mana.  Mereka bisa bertahan di lokasi yang dekat namun tidak terdampak banjir. Saat ini RW 04 masih belum dapat menentukan apakah akan membuat dapur umum, dikarenakan hampir semua lokasi RW 04 adalah lokasi yang terendam banjir.”

Walaupun banjir sudah surut, terpantau banyak sampah, kerikil, batu, tanah akibat banjir ini dan harus segera dibersihkan.

Mufrodi mengatakan,  melihat situasi yang ada disana, paling tidak dibutuhkan waktu satu  minggu untuk recovery ke keadaan semula dengan asumsi tidak ada hujan lagi. “Untuk itu, insya Allah BWA akan mengajak donatur dan wakif untuk membantu warga sekitar sini dengan bantuan makanan siap saji atau bahan mentah paling tidak untuk 1 minggu awal sampai kondisi di sana kondusif dan warga hidup selayaknya lagi seperti sedia kala,” ujar Mufrodi dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Kali ini BWA akan fokus memberikan bantuan pada warga sekitar Jalan Tendean, sambil melakukan pantauan di beberapa titik Jadetabek, kami akan selalu mengajak para donatur dan wakif untuk terlibat langsung mau pun tidak langsung dalam membantu korban kebanjiran ini.

“BWA mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu proses pengadaan dan penyaluran bantuan kepada korban banjir, semoga amal baik ini mendapatkan ganjaran berlipat ganda,” tutup Mufrodi.

 

Sumber: https://republika.co.id/berita/qovurr374/bwa-salurkan-bantuan-untuk-korban-banjir-di-jakarta

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis