Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Melalui Program Sedekah Kemanusiaan, Bantu Penanggulangan Bencana di Indonesia

Melalui Program Sedekah Kemanusiaan, Bantu Penanggulangan Bencana di Indonesia

Fenomena bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan dan kebakaran hutan yang dilakukan manusia sering sekali terjadi di negeri ini, bahkan terjadi di setiap tahunnya. Masih membekas dalam ingatan bencana gempa bumi di Lombok (Juli 2018), lalu gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala (September 2018),  tak berselang lama kembali terjadi bencana tsunami di Selat Sunda (Desember 2018).

Memasuki tahun 2019 bencana kembali datang silih berganti, seperti bencana banjir di Sulawesi Selatan (Januari 2019), longsor di Sulawesi Utara (Februari 2019), gempa bumi di Lombok (Maret 2019) banjir di Sentani sehari sebelumnya. Adapun pada April 2019 terjadi banjir di Bengkulu, sebulan selanjutnya terjadi banjir di Jombang (Mei 2019), selain itu terjadi banjir di Konawe (Juni 2019), disusul gempa di Halmahera Selatan (Juli 2019), Belum lagi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan pada Agustus 2019.

(Daerah Terdampak Bencana di Kalsel)

(Daerah Terdampak Bencana di Kalsel)

Sementara itu pada September 2019 kembali terjadi bencana gempa di Maluku, selanjutnya puting beliung di Bandung (Oktober 2019), putting beliung di Bojonegoro (November 2019), dan terkahir banjir, dan longsor di Solok Selatan (Desember 2019).

Di awal tahun 2020 bencana banjir melanda Ibu Kota Jakarta,  beberapa hari kemudian disusul bencana banjir bandang dan longsor di Lebak dan Bogor, masih di bulan yang sama terjadi juga banjir bandang di Bondowoso. Memasuki bulan Maret 2020 corona ditetapkan sebagai bencana skala nasional yang hingga kini belum juga teratasi. Ditengah wabah corona bencana banjir bandang kembali menimpa negeri, tepatnya di Luwu Utara (Juli 2020) dan diawal Desember 2020 gunung Semeru menunjukan aktivitas letusannya.

Duka kembali menyelimuti negeri di awal tahun 2021 yang baru menginjak hitungan minggu bencana tanah longsor di Sumedang, tak lama berselang terjadi peristiwa pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ 182 di laut Jawa, kepulauan Seribu. Belum tuntas pencarian korban pesawat jatuh dan longsor di Sumedang, negeri ini kembali diuji dengan bencana banjir. Dilaporkan bencana tersebut menerjang daerah Kalimantan Selatan. Di waktu yang tak berselang lama, Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat digoyang rentetan gempa. Gempa pertama terjadi pada Kamis, 15 Januari 2021 dengan keluatan magnitudo 5,9 sr.

(Sineritas dengan Berbagai Pihak dalam Penanggulangan Bencana)

(Sinergitas dengan Berbagai Pihak dalam Penanggulangan Bencana)

Tak dapat dipungkiri, bencana yang sering terjadi berdampak pada timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Dan ketika bencana terjadi, kegiatan tanggap darurat bencana merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Kegiatan ini untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.

(Bantuan Kebencanaan BWA)

(Bantuan Kebencanaan BWA)

Tujuan utama penanggulangan bencana adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana dan menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.

Melihat dari banyaknya fakta yang terjadi BWA tergerak untuk turut serta membantu dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam menagani masalah yang timbul akibat dari bencana yang terjadi. Selain berperan dalam kegiatan recovery baik bangunan fisik ataupun mental penyintas yang Alhamdulillah telah BWA lakukan di beberapa titik lokasi yang terjadi bencna. Kedepannya BWA ingin melibatkan diri dalam kegiatan tanggap darurat kebencanaan dan menyalurkan bantuan dan BWA kembali mengajak kepada para donatur untuk berkontribusi dalam niat baik ini melalui program Sedekah Kemanusiaan Kebencanaan.

Semoga niat baik dan tindakan kita terhadap penyintas yang terdampak bencana dihitung sebagai pahala oleh Allah SWT, dan apa yang kita lakukan mendapat kemudahan agar penyintas dapat berkurang beban hidupnya setelah mereka mendapati ujian dari Allah berupa musibah/bencana.

 

Sedekah yang Dibutuhkan:

Rp.2.500.000.000

Partner Lapangan:

Novi Wahyudi

 

#BWA #SedekahKemanusian #Bantuan #Kebencanaan

Melalui Program Sedekah Kemanusiaan, Bantu Penanggulangan Bencana di Indonesia

Update #5: Sinergi BWA dengan Santri Ponpes Ikhwatul Mukminin Bantu Tanggap Darurat Bencana di Adonara Timur

Adonara Timur, 11/04/2021. Sisa-sisa lumpur masih menumpuk di rumah-rumah warga, akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada Sabtu dini hari (3/21). Sebelumya warga di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT tidak pernah menyangka jika akan terjadi banjir bandang separah ini.

Dampak dari banjir bandang, setidaknya puluhan rumah rusak berat, terutama rumah- rumah yang berdiri di sepanjang aliran sungai. Akses jalan sepeti jembatan ikut terputus, padahal jembatan ini satu-satunya akses penghubung antara Desa Waiburak dengan Waiwerang, untuk sementara akses jalan dialihkan dengan membuat jembatan sementara.

Dampak banjir bandang di Desa Waiburak, Adonara Timur

(Dampak banjir bandang di Desa Waiburak, Adonara Timur)

Informasi terakhir terkumpul 12 korban jiwa akibat bencana yang terjadi di desa Waiburak. Alat-alat berat dari Kementrian PUPR sudah diterjunkan untuk membantu proses evakuasi membuka akses jalan yang terhalang pohon-pohon besar yang tumbang. Anggota gabungan dari unsur TNI, POLRI, BPBD dan juga para relawan daerah juga ikut terjun membantu proses evakuasi.

Dalam masa tanggap darurat, BWA ikut terjun ke lokasi guna melakukan kegiatan kemanusiaan. Kali ini BWA bekerja sama dengan Ustadz Arifudin Anwar (54 tahun) selaku partner lapangan yang biasa mendistribusikan Al Qur’an Wakaf untuk wilayah Indonesia di bagian timur.

Ustadz Arifudin selaku pimpinan Pondok Pesantren Ikhwatul Mukminin menurunkan sekitar 70 santri ke lokasi bencana di Desa Waiburak, untuk membantu mengangkat sisa-sisa lumpur di rumah warga. Truk tangki air wakaf project WAFP (Water Action For People) yang merupakan salah satu project BWA di tahun 2013 ikut difungsikan dalam bencana kali ini.

Para santri Ikhwatul Mukminin yang ikut terjun ke lokasi

(Para santri Ikhwatul Mukminin yang ikut terjun ke lokasi)

Truk tangki air BWA yang difunsikan untuk membersihkan sisa lumpur

(Truk tangki air BWA yang difungsikan untuk membersihkan sisa lumpur)

Salah seorang ibu yang rumahnya dibersihkan dari sisa-sisa lumpur merasa sangat terbantu sekali dengan kegiatan yang dilakukan tim, sebab ia tidak mampu untuk membersihkan rumahnya jika hanya seorang diri.

“Alhamdulillah, terimakasih banyak atas bantuannya dari BWA dan santri yang membersihkan rumah saya, semoga Allah SWT memberikan kebaikan kepada kita semua,” ujar Siti Suryani (54 tahun).

Selain membantu proses pembersihan rumah warga, BWA beserta para santri Ponpes Ikhwatul Mukminin juga memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga yang terdampak bencana di Desa Waiburak.

Tim sedang mengemas paket sembako

(Tim sedang mengemas paket sembako)

“Terimakasih untuk Badan Wakaf Al Qur’an atas bantuannya, semoga Allah  memberi berkah kapada kita semua,” ujar Rugaya salah seorang Ibu yang menerima bantuan sembako dari BWA.

Di Desa Waiburak tim juga mendirikan posko bantuan kemanusiaan, yang difungsikan sebagai sebagai tempat pengumpulan dan pengemasan bantuan sebelum didistribusikan.

Lokasi posko kemanusiaan di Desa Waiburak, Adonara Timur

(Lokasi posko kemanusiaan di Desa Waiburak, Adonara Timur)

Insyaallah, kegiatan yang dilakuan tidak hanya untuk hari ini, dalam beberapa hari kedepan tim masih terjun kelokasi. Mengingat tak lama lagi kaum muslimin akan memasuki bulan suci Ramadhan, kami mencoba memberikan perhatian lebih terkhusus kepada mereka yang sedang diuji bencana.

Melalui program Sedekah Kemanusian, BWA mengajak sahabat sedekah sekalian untuk turut serta membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, khususnya mereka korban banjir bandang di Adonara, Flores Timur, NTT. Besar atau kecil nilai sedekah yang sahabat berikan sangatlah bermanfaat bagi mereka.

 

#BWA #SK #SedekahKemanusiaan #PrayforNTT

Update #4: Flores Timur Berduka! Ayo Segera Bantu Saudara-Saudara Kita!

(Pray for NTT)

Innalillahi! Cuaca ekstrim (Hidrometeorologi)  picu bencana pada Minggu dini hari pukul 01.00 WITA melanda sejumlah kabupaten di Flores Timur.

Menurut BBC Indonesia, bencana tersebut setidaknya mengakibatkan 55 orang tewas, 44 warga menghilang, serta kerusakan rumah warga. Sebanyak 256 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike.

Mari kita doakan agar proses evakuasi warga berjalan lancar. Semoga Allah memberikan kekuatan pada mereka untuk menempuh ujian maha dahsyat ini. Aamiin.

Sahabat Wakaf, yuk bantu ringankan beban dan penderitaan mereka dengan bersedekah dan berdonasi di project Bantuan Kebencanaan ini.

 

#BWA #SK #SedekahKemanusiaan

Update #3: BWA Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jakarta terkepung banjir sejak Sabtu (20/2) sampai Ahad (21/2). Salah satu lokasi langganan banjir di Jakarta adalah Jalan Tendean, Jakarta Selatan dan sekitarnya. Hal itu karena memang di wilayah ini terdapat Kali Mampang yang kerap meluap saat hujan deras dan lama.

Beberapa wilayah RT di sekitar Jalan Tendean terendam banjir dengan ketinggian sampai 2 meter. Walaupun pada hari Ahad (21/2) banjir sudah mulai surut, namun ancamana banjir masih mengintai daerah ini.

Terkait dengan musibah banjir di Jakarta tersebut, Badan Wakaf Alquran (BWA)  dengan Tim Gerak Cepat, tanpa menunggu lama, segera turun ke lokasi banjir. Mereka menyalurkan bantuan dari para donatur dan wakif. Kali ini dipilih daerah Tendean karena cukup dekat dengan kantor BWA.

Sebanyak 200 paket makan siap saji didistribusikan bersama warga setempat ke RT 11, 12 dan 14 RW 04 Kuningan Barat,  Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

(BWA Salurkan 200 Paket Makanan Siap Saji)

(BWA Salurkan 200 Paket Makanan Siap Saji)

Bantuan diserahkan oleh Mufrodi sebagai perwakilan dari BWA dan diterima oleh FKDM RW 04 Kuningan Barat, Fauzan. Fauzan mengatakan ”Ahad Subuh ini banjir sudah mulai surut. Pukul 1.00 dini hari, air masih setinggi 2 meter, namun sebagian besar warga masih bertahan dikarenakan bingung untuk bergerak ke mana.  Mereka bisa bertahan di lokasi yang dekat namun tidak terdampak banjir. Saat ini RW 04 masih belum dapat menentukan apakah akan membuat dapur umum, dikarenakan hampir semua lokasi RW 04 adalah lokasi yang terendam banjir.”

Walaupun banjir sudah surut, terpantau banyak sampah, kerikil, batu, tanah akibat banjir ini dan harus segera dibersihkan.

Mufrodi mengatakan,  melihat situasi yang ada disana, paling tidak dibutuhkan waktu satu  minggu untuk recovery ke keadaan semula dengan asumsi tidak ada hujan lagi. “Untuk itu, insya Allah BWA akan mengajak donatur dan wakif untuk membantu warga sekitar sini dengan bantuan makanan siap saji atau bahan mentah paling tidak untuk 1 minggu awal sampai kondisi di sana kondusif dan warga hidup selayaknya lagi seperti sedia kala,” ujar Mufrodi dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Kali ini BWA akan fokus memberikan bantuan pada warga sekitar Jalan Tendean, sambil melakukan pantauan di beberapa titik Jadetabek, kami akan selalu mengajak para donatur dan wakif untuk terlibat langsung mau pun tidak langsung dalam membantu korban kebanjiran ini.

“BWA mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu proses pengadaan dan penyaluran bantuan kepada korban banjir, semoga amal baik ini mendapatkan ganjaran berlipat ganda,” tutup Mufrodi.

 

Sumber: https://republika.co.id/berita/qovurr374/bwa-salurkan-bantuan-untuk-korban-banjir-di-jakarta

Update #2: BWA Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Subang dan Majalengka

Pamanukan, 20/02/2021, Tim Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) bersinergi dengan relawan Islam Selamatkan Negeri (ISN) menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada penyitas bencana banjir di desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan,  Kabupaten Subang, Jawa Barat dampak dari meluapnya sungai Cipunagara.

Pada kegiatan kali ini tim mendistribusikan 300 paket makanan siap saji dan obat- obatan seperti obat penurun demam, minyak kayu putih, dan krim obat kulit kapada para penyintas.

(Bantuan Diterima Langsung oleh Para Penyintas)

(Bantuan Diterima Langsung oleh Para Penyintas)

Sore hari tim mengunjungi penyintas yang mengungsi di Masjid Hidayatul Jariyah, desa Mulyasari untuk memberikan makanan siap saji dan obat-obatan. Antusias masyarakat cukup tinggi ketika tim menyalurkan bantuan makanan, Alhamdulillah masyarakat dapat dengan tertib menerima bantuan.

Rasa trauma belum bisa hilang dari para penyintas, bayang-bayang banjir susulan masih sering membayangi pikiran mereka, seperti apa yang disampaikan oleh Iyan Abdilah selaku warga desa Mulyasari

“Mudah-mudahan jangan sampai terjadi lagi, sekarang Sungai Cipunegara meluap  lagi sudah naik sampai ke kebun, tapi mudah-mudahan bisa turun, karena tanggul yang jebol sudah kembali diperbaiki karena sudah turun alat berat,” ujarnya.

Iyan, merasa sangat terbantu dengan kedatangan tim yang memberikan makanan siap saji seperti ini, karena kebanyakan pengungsi disini tidak sempat menyelamatkan perlengkapan memasak karena hanyut terbawa banjir.

(Bantuan Untuk Penyintas Banjir di Majalengka)

(Bantuan Untuk Penyintas Banjir di Majalengka)

“Alhamdulillah, terima kasih banyak makanan dari bapak, karena jam segini sedang jam-jamnya lapar masyarakat disini, kebanyakan masyarakat disini belum banyak yang bisa masak, karena di rumahnya banyak alat masak yang hanyut, makannya jika ada sumbangan makanan ini sangat diterima sekali,” tutupnya.

Malam harinya setelah tim selesai mendistribusikan paket makanan siap saji dan obat- obatan tim berpamitan dengan relawan ISN. Tim segera berpindah ke lokasi selanjutnya, tepatnya di Kabupaten Majalengka untuk kembali menyalurkan bantuan kepada penyintas bencana banjir disana.

 

Update #1: Sinergi BWA & ISN Salurkan Bantuan Logistik ke Lokasi Yang Sulit di Akses

Banjarmasin, 27/01/2020, tepat pukul 10.30 tim BWA menginjakan kaki di tanah Kalimantan Selatan, tepatnya di Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor. Tim di jemput oleh partner lapangan sekaligus relawan dari Islam Selamatkan Negeri (ISN).

BWA kembali bersinergi dengan ISN untuk mendistribusikan bantuan logistik dan kebutuhan lainnya kepada penyintas yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan.

Bakda dzuhur tim tiba di posko induk relawan ISN yang berlokasi di Desa Tj. Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Selepas makan siang dan sholat dzuhur tim mulai menyiapkan 70 paket sembako dari donatur BWA ke atas mobil pick up untuk didistribusikan ke desa Tanipah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Tengah.

pick up logistik yang menerjang jalan yang terendam

(Pickup Logistik Menerjang Jalan yang Terendam)

Tim memilih mendistribusikan ke desa Tanipah dikarenakan minimnya bantuan yang masuk ke desa tersebut, hal ini dikarenakan bantuan yang masih terpusat di Kota Banjarmasin, dan juga yang mudah untuk diakses kendaraan roda empat saja. Dua jam lamanya perjalanan menuju lokasi, dalam perjalanan kami dapati kondisi pusat kota Banjarmasin yang berangsur pulih, tak seperti seminggu yang lalu, yang sempat terdampak banjir besar.

Curah hujan yang cukup tinggi membuat beberapa ruas jalan menuju desa Tanipah kembali tergenang, parahnya genangan air bisa mencapai lutut orang dewasa, tak sedikit juga kendaraan roda dua yang mengalami kerusakan mesin karena terendam air.

(Pengiriman Bahan Bantuan Melalui Sampan)

(Pengiriman Bahan Bantuan Melalui Sampan)

Mobil pick up yang kami bawa hanya bisa masuk sampai tepi sungai di desa Tanipah, tepatnya di depan masjid Darul Aman, desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan karena akses jalan yang teputus oleh luapan sungai.

Untuk mencapai desa Tanipah logistik dipindahkan ke atas sampan tanpa mesin dan juga perahu karet yang dibawa tim BWA dan ISN. Setelah bantuan logistik dipindahkan ke atas sampan tim mulai menyeberangi sungai untuk menuju lokasi.

Alhamdulillah, Kondisi air di desa Tanipah berangsur surut, tak seperti dua minggu lalu yang bisa mencapai dada orang dewasa, namun tak menutup kemungkinan akan kembali naik mengingat curah hujan yang cukup tinggi hingga sepekan kedepan, menurut simber BMKG.

Masyarakat di desa Tanipah yang kami temui kebanyakan masih bertahan di rumahnya masing-masing, hal ini dikarenakan air yang mulai berangsur surut. Di samping itu rumah-rumah di desa tersebut didesain panggung/tinggi, jadi air tidak terlampau menggenang masuk ke dalam rumah, akan tetapi tetap saja akses jalan yang masih terendam membuat warga disini sulit untuk beraktivitas.

Menjelang maghrib 70 paket sembako berhasil tim distribusikan di desa tersebut, kondisi pakaian yang basah dan tubuh yang mulai mengigil karena guyuran air hujan tak menyurutkan langkah kami untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang terdampak bencana.

Alhamdulillah bantuan logistik telah terdistribusi dan diterima oleh penerima manfaat, semoga donasi yang para donatur amanakan ke BWA diganti oleh Allah dengan pahala yang melimpah, dan untuk tim yang bekerja dilapangan diberikan kesehatan dan kerendahan hati, agar dapat menyalurkan amanah lebih baik lagi.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 2.500.000.000



5.74%
Butuh Rp 2.356.479.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.