Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al Quran & Pembinaan

Memberantas Buta Huruf Al-Qur’an di Kepulauan Sulawesi Tenggara (Sultra)

Memberantas Buta Huruf Al-Qur’an di Kepulauan Sultra

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi di negeri ini yang terkenal sebagai provinsi kepulauan karena memiliki 180 (seratus delapan puluh) pulau dan  banyak sekali pulau kecil yang lokasinya terpencil. 

Peta

(Kepulauan di Sulawesi Tenggara)

Sudah barang tentu umat Islam provinsi ini menjadi penghuni pulau-pulau itu, sebut saja ada kepulauan Buton, yang terdiri dari 3 pulau besar yaitu pulau Buton, pulau Muna, dan Pulau Kabaena serta pulau pulau kecil sekitarnya dan juga  kepulauan Wakatobi yang berjejer membentang ke arah timur termasuk puluhan pulau di kepulauan Konawe .

Topografi seperti ini dengan Jaraknya yang jauh dari kota membuat tingginya biaya transportasi bila mereka akan mencari Al-Qur'an untuk pengajian, demikian pula kebutuhan pokok harian lainnya. Maka transportasi laut antar kota di kawasan ini serta ke kota Kendari ibu kota provinsi ini sangatlah ramai.

(Sinergi BWA dengan Pemerintah Kabupaten Buton)

“Hampir 90% umat Islam di Kabupaten saya kesulitan Al Qur'an di rumah rumah,” tutur Wakil Bupati Waktobi. Bupati Muna juga meminta tolong kepada BWA untuk alokasi Al-Qur’an bagi warganya. “Tolong kasih kami 50.000 Al Qur'an karena masyarakat kami kesulitan mengakses mushaf,” pinta beliau. Demikian pula fenomena yang tim BWA temukan di masjid-masjid kota apalagi kepulauan yang langka akan Al Qur'an. Oleh karenanya kami mengajak kaum muslimin dan muslimat yuk, mari berwakaf di BWA.

(Kapal Wakaf BWA Distribusikan Al-Qur'an Wakaf untuk Sulawesi Tenggara)

Ketika kapal wakaf kami bersandar di pelabuhan Batu pulau Buton saat Road Trip Taliabu tahun 2020, orang-orang di sana langsung mengenali kami yang membawakan Al Qur'an untuk mereka, karena di tahun 2016 kami pernah mendiskusikan Al Qur'an di kota Bau-bau bersama almarhum ustadz Hari Moekti mantan rokers Indonesia yang menjadi pembina BWA, jadi mereka telah mengenal kapal wakaf Ini.

(Berantas Buta Huruf Al-Qur'an di Sulawesi Tenggara)

(Berantas Buta Huruf Al-Qur'an di Sulawesi Tenggara)

MasyaAllah ketika kami menyerahkan beberapa mushaf Al-Qur'an yang dipakai di kapal kepada Bapak H. Sudir, tokoh setempat, banyak warga dari berbagai pulau itu datang berbondong bondong ke kapal seperti berebut barang dagangan untuk bisa mendapatkan Al-Qur’an. Kami kewalahan, terpaksa Al-Qur'an yang ada itu kami bagikan mereka.

(Bupati Buton bersama Direktur Program BWA serta Partner Lapang)

(Bupati Buton bersama Direktur Program BWA Beserta Partner Lapang)

Dengan penduduk hampir 3 juta jiwa (79% muslim) yang tersebar di 17 kabupaten kota, maka wajar BWA bersama partner lapangan Indonesia Timur yang berlayar menggunakan kapal wakaf dalam mengunjungi wilayah ini membuat program 100.000 Al Qur'an.

Mari bersama BWA, berwakaf Al-Qur’an untuk saudara-saudara muslim kita yang ada di Kepulauan Sultra. Semoga setiap huruf yang dibaca menjadi amal jariyah bagi anda yang tiada terputusnya hingga yaumil akhir, aamiin.

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar Rupiah / 100.000 Eksemplar Al-Quran)

Partner Lapangan:

Ustadz Irwansyah Amunu

 

#BWA #InovasiWakaf #WAP #WakafAlQurandanPembinaan #RoadTrip #Sultra

#2022SejutaQuran Satukan Indonesia

 

Memberantas Buta Huruf Al-Qur’an di Kepulauan Sulawesi Tenggara (Sultra)

Update #3: Setiap Tahun Kebutuhan Al-Qur’an Selalu Meningkat, Sementara Kami Susah Dapat Al-Qur’an

Ustadz In’amul Hasan merupakan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nizamuddin Auliya, yang berlokasi di Jl. Loko Lingkungan Waode Karaha, Kampeonaho, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Ditemui saat pendistribusian Al-Qur’an untuk wilayah Sulawesi Tenggara, beliau menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam.

“Alhamdulillah kita telah menerima wakaf Al-Qur’an dari BWA, kami bersyukur sekali karena memang kita butuh sekali dengan Al-Qur’an ini, karena setiap tahun kita akan ada santri-santri baru yang akan datang atau penambahan santri, sementara kami susah untuk dapat Al-Qur’an,” cerita Ustadz In’amul Hasan kepada team BWA.

(Al-Qur’an untuk Muslim Sulawesi Tenggara)

Beliau melanjutkan bercerita tentang kesusahan untuk bisa mendapatkan Al-Qur’an untuk para santri-santrinya. “Karena memang kita jauh juga ya dari kota untuk kebutuhan Al-Qur’an, tetapi Alhamdulillah wa syukurillah dengan berkat adanya BWA ini memudahkan kita untuk menghafal Qur’an, karena memang mungkin kalau untuk daerah kita ini banyak orang-orang yang ingin mendonasikan Al-Qur’an, tetapi terkadang tidak sesuai, Al-Qur’an nya kurang bagus buat santri ini menghafal Al-Qur’an, kadang-kadang tulisannya kurang pas. Tetapi Alhamdulillah dari BWA ini sangat-sangat pas sekali untuk para santri ini untuk menghafal Al-Qur’an karena tulisannya bagus, tintanya bagus dan Quran pojok, mushaf utsmani standar yang biasa dipakai diseluruh dunia.”

Ustadz In’amul berharap bantuan Al-Qur’an tidak hanya datang sekali ini saja. Karena memang kebutuhan di pesantren setiap tahunnya selalu meningkat. Al-Quran yang ada seringkali rusak karena dipakai secara bergantian oleh banyaknya santri yang ada di pesantren beliau.

Sebelum berpisah tidak lupa Ustadz In’amul mengucapkan terima kasih dan mendo’akan pewakif yang telah berwakaf di BWA. “Kami dari Pondok Pesantren Nizamuddin Auliya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, kami tidak bisa membalas, maka Quran-quran yang kami pakai ini menjadi amal-amal bagi para yang mewakafkan Al-Qur’an ini, mudah-mudahan diterima disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena setiap satu huruf saja itu Allah balas dengan 10 kebaikan, apalagi kebaikan ini akan Insyaa Allah akan mengalir kepada orang-orang yang mewakafkan Al-Qur’an, jadi kami berterima kasih kepada orang-orang yang mewakafkan dan kami bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena telah menghantarkan Al-Qur’an kepada kami.”

 

Update #2: InsyaAllah Al-Qur’an yang Diwakafkan Ini Menjadi Pahala yang Luar Biasa

Ustadz Faisal adalah pimpinan Pondok Pesantren Ar Royyan Tahfidzul Quran yang beralamat di Jl. Samparona, Kelurahan Kaisabu Baru, Kec Sorawalio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Ponpes tahfidz tersebut memang dikhususkan untuk anak lelaki saja, sedangkan ponpes untuk anak wanita berada d ilokasi yang berbeda.

“Alhamdulillah di tangan saya ini ada satu buah mushaf, dan tentu ada lagi mushaf yang lain, ini dari BWA. Alhamdulillah kami mendapat bantuan wakaf ini yang tentu akan dipakai oleh anak-anak santri untuk membaca Al-Qur’an, menghafalkan, serta mentadabburinya, dan tentu kami ucapkan terima kasih banyak kepada Badan Wakaf Al quran dari Jakarta atas bantuannya, Insyaa Allah ini menjadi amal jariah, menjadi pahala yang terus mengalir,” ungkap Ustadz Faisal.

(Ustadz Faisal)

“Untuk kaum muslimin dan muslimat khususnya yang berada di Kota Baubau, secara umum di Sulawesi Tenggara kami melalui kesempatan yang berbahagia ini mengajak kepada Bapak dan Ibu, kaum muslimin dan muslimat untuk bersama-sama ikut berpartisipasi dalam kegiatan wakaf Al-Qur’an,” tutur Ustadz Faisal.

“InsyaAllah satu Qur’an yang bapak ibu wakafkan itu akan menjadi pahala dan akan menjadi pemberat timbangan kebaikan,” sambung beliau.

(Penyerahan Al-Qur’an Wakaf)

Di akhir pertemuan, Ustadz Faisal menambahkan tentang kebaikan dan keutaman dalam wakaf Al-Qur’an ini. “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda ‘man qara’a harfan min kitaabillahi falahu bihi hasanatun wal hasanatu bi ‘asryiamtsaalihaa. Siapa yang membaca Al-Qur’an satu huruf kita mendapatkan satu kebaikan dan satu kebaikan diganjar dengan sepuluh kali lipat. InsyaAllah Al-Qur’an yang telah diwakafkan itu menjadi pahala yang luar biasa,” tambah Ustadz Faisal sambil mengutip sebuah hadits.

 

Update #1: Dukungan Bupati Buton untuk Distribusi Al-Qur’an BWA di Sulawesi Tenggara

BUTON-Bupati Buton, La Bakri menyatakan terima kasih kepada Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) yang telah menyalurkan ribuan mushaf Al-Qur’an di daerahnya.

Senin (21/03/2022) malam, Direktur Program BWA, H. Hazairin Hasan bersama tim bertemu Bupati La Bakry di Rujabnya di Kota Baubau. Pertemuan singkat tersebut, diuraikan maksud dan tujuan program BWA.

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Tim dari BWA, dalam rangka wakaf Al-Qur’an diseluruh Kepulauan Buton, termasuk wilayah-wilayah terpencil. Mudah-mudahan ini akan menambah semangat dalam suasana keberagamaan kita. Terutama anak-anak muda kita dalam menambah kecintaan kepada Al-Qura’an yang sama kita cintai sebagai pedoman hidup kita,” bebernya seraya mengajak mari berwakaf melalui BWA.

(Bupati Buton Bersama Direktur Program BWA)

(Bupati Buton Bersama Direktur Program BWA)

Untuk diketahui, BWA mengadakan program Al-Qur’an Road Trip Sulawesi Tenggara. Direktur Program BWA, H. Hazairin Hasan menjelaskan dalam agenda ini untuk Bumi Anoa ditargetkan sebanyak 100.000 mushaf Al-Qur’an disalurkan secara gratis kepada pihak yang membutuhkan. Direncanakan penyalurannya hingga memasuki Ramadan.

“Saya berharap melalui momentum Ramadan tahun 2022 atau 1443 H, mushaf AL-Qur’an yang akan dibagi melalui BWA bisa menjangkau 95 desa dan kelurahan di Kabupaten Buton, melalui Safari Ramadan yang sudah diagendakan bersama Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Buton dan masyarakat Kabupaten Buton di tujuh kecamatan, 95 desa/kelurahan,” papar La Bakry.

Kedatangan Direktur Program BWA, H. Hazairin Hasan bertemu Bupati La Bakry bersama Pemred Buton Pos, Irwansyah Amunu, dan Kepala Biro Buton Pos wilayah Buton, Djumaluddin.

 

Sumber:

https://publiksatu.co/2022/03/22/keciprat-ribuan-mushaf-al-quran-la-bakry-terima-kasih-bwa-220564

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.