Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Menjadi Guru Ngaji di Pelosok, Ustaz Adit Butuh Biaya Bersalin Istrinya

Menjadi Guru Ngaji di Pelosok, Ustaz Adit Butuh Biaya Bersalin Istrinya

Ahmad Aditya Iin Krisdiansyah (49 tahun), yang kerap disapa Ustad Adit meninggalkan tanah perantauan Jakarta dan hijrah ke pedalaman, tepatnya di Kampung Cikuya, Desa Bojongsari, Kecamatan Gunung Tanjung, Tasikmalaya, Jawa Barat, demi berjuang di jalan Allah sebagai guru ngaji.

Ia memilih tinggal di pedalaman agar bisa menebar manfaat salah satunya dengan menjadi  guru ngaji sekaligus berdakwah.“Saya coba untuk terus mengabdikan diri agar bisa bermanfaat di tengah-tengah masyarakat,”ujar Ustaz Adit.

(Ustadz Bersama Anak dan Istrinya)

(Ustadz Bersama Anak dan Istrinya)

Kehadiran calon anak kelima begitu dinantikan oleh Ustad Adit. Saat ini kandungan sang istri, Nonah (27 tahun) sudah memasuki usia enam bulan. Nonah begitu manjaga calon bayi yang ada di dalam kandungannya dengan sepenuh hati. Namun, di tengah rasa bahagia yang sedang dirasakan, mereka sedikit dirundung rasa khawatir dengan bayang-bayang biaya bersalin dan kebutuhan pasca bersalin yang jumlahnya tidak sedikit.

Selama ini Ustad Adit hanya mengandalkan penghasilan dari mengabdikan diri sebagai guru ngaji dan pendakwah di tempat tinggal istri. Bekerja sebagai guru ngaji, membuat kondisi ekonomi keluarga Ustaz Adit kesulitan karena penghasilan yang didapat tergantung dari kebaikan hati para dermawan, seringkali penghasilan yang didapat baru cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari bersama anak-anaknya.

Bidan setempat memprediksi jika waktu bersalin sang istri pada Juni 2020. Selama itu juga Ustad Adit harus memperhatikan kebutuhan istri dan calon bayi di dalam kandungan. Selain saat bersalin sang Ustaz juga harus memikirkan pemenuhan hidup pasca melahirkan, keterhimpitan ekonomi yang terjadi saat ini membuatnya harus memutar otak agar bisa mencukupinya.

Untuk mengurangi beban keluarga Ustad Adit, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak para donator untuk berdonasi melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) sehingga dapat meringankan biaya bersalin dan pasca persalinan. Semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur dengan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin.[]

 

Sedekah Yang Diperlukan:

Rp.22.500.000 (Biaya bersalin, kebutuhan hidup 6 bulan, perlengkapan bayi, dan obat-obatan)

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#BWA #Wakaf #WakafQuran #SedekahKemanusiaan

Menjadi Guru Ngaji di Pelosok, Ustaz Adit Butuh Biaya Bersalin Istrinya

Update #1: Alhamdulillah, Proses Persalinan Ibu Nonah Berjalan Lancar

Pada 22 April 2020, proses persalinan anak kelima dari pasangan Krisdiansyah (49 tahun) dan Nonah (27 tahun) berjalan dengan lancar di salah satu bidan yang ada di kampung Caringin, desa Kalimanggis, Tasikmalaya.

(Nonah dan Anak-anaknya)

(Nonah dan Anak-anaknya)

Bayi mungil itu terlahir normal dengan berat badan tiga kilogram, berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Hanif Nasrullah. Kondisi sang istri alhamdulillah baik, hanya sedikit merasakan rematik bawaan hamil yang mengharuskannya selektif dalam mengkonsumsi sayur-sayuran.

Donasi yang diberikan donatur telah digunakan dengan baik untuk memenuhi seluruh kebutuhan persalinan dan pasca melahirkan. Sebagian sisanya digunakan untuk membayar hutang belanja di warung dan juga membelikan makanan sehat dan bergizi untuk keluarga, serta kelengkapan keperluan bayi.

“Saya sangat berterima kasih atas semua bantuannya, semoga Allah SWT membalas berlipat kepada para dermawan,” ujar Nonah.

Keluarga Ibu Nonah sangat senang, gembira, dan terharu atas donasi yang diterima dari para donatur melalui program Sedekah Kemanusiaan BWA.

“Kami sangat terbantu sekali, apalagi bagi kami yang ekonomi nya pas-pasan kadang kurang. Semoga BWA semakin maju dan semakin banyak yang terbantu,” tutupnya.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis