Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Meski Kendaraan Sering Mogok, Dakwah Ustadz Abdul Haq dan Tim Tidak Pernah Terhenti

Meski Kendaraan Sering Mogok, Dakwah Ustadz Abdul Haq dan Tim Tidak Pernah Terhenti

Ustadz Abdul Haq Mudzakir adalah pimpinan tim Dakwah Garut Selatan. Ustadz Abdul Haq dan Tim telah melakukan dakwah dan pembinaan di Garut Selatan sejak 2015 yang lalu.

Garut bagian Selatan memiliki wilayah yang luas, ada 22 kecamatan yang berada di wilayah tersebut dari 44 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. 22 kecamatan inilah yang menjadi perhatian Ustadzz Abdul Haq dan tim, khususnya di pelosok Garut selatan.

(Medan yang Ekstreme Harus Dilalui Tim Dakwah)

(Medan yang Ekstreme Harus Dilalui Tim Dakwah)

Penyebaran penduduk di Garut bagian selatan ini tidaklah merata. Berdasarkan kepadatan penduduknya, tersebar dan dipisahkan oleh bentang alam dan medan alam yang bervariatif serta jarak yang jauh.

Dari 22 Kecamatan ini baru 6 kecamatan yang bisa dibina. Yaitu kecamatan Cikajang, Cigedug, Pamulihan, Pakenjeng, Pameungpeuk, dan Cikelet. Adapun 16 kecamatan lagi belum terbina dengan baik. Karena terkendala  wilayah dan medan alam yang luas dan ekstrim, serta jumlah modal transportasi yang kurang dan tidak layak untuk medan berat dengan jarak yang jauh.

(Dakwah Tim Ustadz

(Dakwah Tim Ustadz Abdul Haq)

“Kami setiap minggunya terbiasa melewati jalan khas perkebunan teh yang hanya berupa gilasan batu. Seperti jalan menuju Cikopo di perkebunan teh Papandayan, atau menembus pekatnya kabut di perkebunan teh Cikembang di Cikajang, dan Neglasari. Kami juga sering menembus rapatnya hutan Jati di daerah Cikelet.  Hutan Leuweung Panjang Papandayan di Pamulihan serta leuweung Gunung Gelap di Cihurip biasa kami lalui,” cerita Ustadzz Abdul Haq

“Ada rasa takut ketika melintasi jalan-jalan di perkebunan bila menggunakan motor yang kurang memadai. Karena beberapa kali kami pernah melintasi jalanan yang rusak, menanjak di tengah perkebunan teh motor mogok” lanjutnya.

“Kendala yang dihadapi adalah minimnya asatidz, para da’i, mubaligh yang mau membina masyarakat sini. Akibatnya pengetahuan Islam sangat sedikit, bahkan masih banyak masyarakat baik tua, muda dan anak-anak yang belum mampu membaca Al-Qur’an,” tuntas Ustadz Abdul Haq

Ustadz Abdul Haq mudzakir bertutur bahwa ia dan tim menemukan fakta-fakta bahwa di Garut Selatan pernah dijadikan sebagai lahan garapan misionaris atau kristenisasi, Alhamdulillah masa itu telah berakhir, namun bukan berarti terbebas dari rawan akidah dan rawan pendidikan.

Ustadz Abdul Haq juga menambahkan bahwa masyarakat pelosok Garut Selatan ini haus akan pendidikan agama. Antusias masyarakat dalam belajar ngaji dan berusaha mengamalkan ilmu agama itu yang menjadi motivasi Tim Dakwah Garut Selatan.

Dengan segala keterbatasan Tim Dakwah Garut pimpinan Ustadz Abdul Haq Mudzakir ini dalam membina dan mengembangkan desa binaannya semakin bersemangat. Harapannya di suatu hari nanti seluruh pelosok desa di Garut Selatan terbebas dari rawan akidah dan rawan pendidikan.

Untuk mewujudkan impian tersebut Ustadz Abdul Haq dan seluruh tim membutuhkan support dan bantuan dari seluruh kaum Muslimin. Bantuan motor sebagai transportasi untuk membina dan menyelamatkan masyarakat dari rawan akidah dan rawan pendidikan.

Jangan biarkan Ustadz Abdul Haq dan tim Dakwah Garut Selatan menanggung beban sendiri. Jangan biarkan masyarakat tergadai akidahnya. Mereka butuh uluran tangan dan bantuan kita semua. Ayo bantu Ustadz Abdul Haq dan tim Dakwah memiliki transportasi yang memadai sehingga mereka bisa membina masyarakat Islam Garut Selatan.

 

Nilai Wakaf Kendaraan yang Dibutuhkan:

Rp.131.600.000

Partner Lapangan:

Ustadz Abdul Haq Mudzakir

 

#BWA #Wakaf #WakafKhususDakwah #WKD #MotorDakwah

 

Meski Kendaraan Sering Mogok, Dakwah Ustadz Abdul Haq dan Tim Tidak Pernah Terhenti

Update #2: Silaturahmi dan Dakwah Saat Ini Terasa Lebih Dekat Berkat Wakaf Motor Dakwah

Perjuangan dakwah Ustadz Abdul Haq Mudzakir belum berhenti dan akan terus beliau upayakan untuk berjalan. Meskipun di masa pandemi saat ini, dimana akses perjalanan dibatasi, beliau berusaha untuk tetap rutin membina warga, mengajarkan Alquran di pelosok wilayah Garut Selatan.

Beberapa waktu lalu tim BWA melakukan kunjungan ke salah satu daerah binaan dari Ustadz Abdul Haq yang bertempat di kampung Cibalagung desa Cicambe kec. Cikelet kab. Garut. Tim merasakan langsung susahnya akses menuju daerah tersebut. Jalanan berbatu dengan kontur wilayah yang naik turun, ditambah lagi licinnya jalan karena masih berupa tanah berbatu yang belum diaspal. Terbayang oleh kami perjuangan dakwah Ustadz Abdul Haq selama bertahun-tahun menerabas jalanan terjal di pelosok Garut Selatan.

Tim BWA yang terdiri dari 3 orang sempat mengalami kejadian di luar dugaan, mobil yang kami kendarai sempat tergelincir hingga ke tepi jurang yang cukup dalam, dikarenakan medan tempuh yang cukup terjal dan licin. Sebelumnya tim BWA dan tim dakwah Garut Selatan bertemu di titik kumpul di kampung Cicayur Lebak, desa Cintanagara kec. Cigedug tepat di bawah kaki gunung Cikuiray. Perjalanan kami mulai pada pagi hari selama kurang lebih 4 jam, melalui rute Cikajang-Pamengpeuk sampai akhirnya sampai di Cikelet melewati jalan berliku dan cukup melelahkan.

lokasi dakwah dengan medan yang terjal dan licin

Sesampainya di lokasi tujuan, tim BWA bertemu dengan salah satu keluarga binaan dakwah dari Ustad Abdul Haq di kampung Cibalagung. Di sana kami sempat berbincang mengenai manfaat dari program motor dakwah yang telah diterima oleh tim dakwah Garut. 

“Dengan adanya motor dakwah dari BWA sekarang tim nya Ustadz Abdul Haq jadi lebih sering datang kesini, dulu sebelum ada motor, Ustadz datangnya suka lama, sekarang mah lebih sering. Jadinya kami di sini lebih sering mendapat ilmu dan ngaji,” ungkap bapak Suryana, salah satu kepala keluarga di desa tersebut.

Ucapan terima kasih tidak henti-hentinya Pak Suryana ucapkan untuk para wakif dan juga BWA karena telah mewujudkan dan men-support tim dakwah garut selatan dengan program motor dakwah

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain. Sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesusahan orang lain, atau melunasi utang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjidku ini selama satu bulan.” (HR. Thabrani). 







 

Karena Kebutuhan tenaga dakwah harus terus di tambah untuk semakin memperluas wilayah jangkauan dari tim dakwah garut selatan, untuk itu kami mengajak kepada para wakif untuk membantu rekan – rekan tim dakwah garut selatan dengan penambahan unit kendaraan baru sebagai sarana dakwah 

Kebutuhan :  4 unit kendaraan operational

Update #1: Semangat Berdakwah Tetap Membara Meski Dihadang Longsor dan Jalan yang Curam

Sungguh tak mudah menyebarkan dakwah ke daerah-daerah pelosok Garut Selatan, Jawa Barat. Selain keahlian dalam ilmu agama, dibutuhkan kepiawaian dalam mengendarai sepeda motor, juga kesiapan fisik dan mental. Medan jalan yang dilalui sehari-hari cukup berat. Butuh konsentrasi yang tinggi untuk dapat melewatinya dengan aman dan selamat.

situasi medan perjuangan dakwah Garut Selatan

Tim Dakwah Garut Selatan yang dipimpin Ustadz Amir Safir, bersama rekan-rekannya—Ustadz Ceng Idris, Ustadz Ade Eka dan Mang Jajang—mengalami sendiri saat-saat genting di dalam perjalanan menuju lokasi binaan. Setelah silih berganti melewati jalan tanah dan berbatu, Tim Dakwah terhalang dengan longsoran tanah akibat hujan deras. Air hujan membuat jalan yang menanjak dan menurun menjadi licin, sehingga setiap jengkal jalan harus dilalui dengan hati-hati.

Tim Dakwah berkali-kali harus berhenti di tengah jalan, untuk sejenak mengistirahatkan motor yang tidak kuat mengarungi pendakian dan penurunan yang panjang dan curam. “Kadang kami harus turun dulu dan berhenti sekedar untuk mendinginkan rem cakram, dan menyiramnya dengan air selokan di tengah hutan,” tutur Ustadz Amari Safar. Ini menegaskan bahwa kegiatan dakwah di pelosok Garut Selatan perlu dilengkapi dengan kendaraan roda dua yang kuat dan sesuai dengan peruntukkan medan yang ditempuh. Tanpa kendaraan yang memadai, kegiatan dakwah bisa tersendat, bahkan terhenti.

Sesulit apapun kendala yang dihadapi dalam perjalanan, semua terbayarkan dengan berhasilnya mencapai lokasi binaan, sehingga dakwah Islam dapat tersampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan bimbingan dan pencerahan.

Pastikan menjadi bagian dalam wujudkan motor dakwah bagi ustad ustad di Garut dalam meningkatkan pembinaan dan dakwah Islam disana.

situasi medan perjuangan dakwah Garut Selatan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.