Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Muallaf Pekerja Serabutan Butuh Modal Usaha Untuk Membayar Hutang dan Tunggakan Kontrakannya

Muallaf Pekerja Serabutan Butuh Modal Usaha Untuk Membayar Hutang dan Tunggakan Kontrakannya

Sebagai pekerja serabutan, penghasilan Faisal (36 tahun) sehari-harinya tak menentu bahkan tak jarang menganggur. Sebelum pandemi Covid-19, pekerjaan sehari-hari mantan non Muslim ini sebagai pedagang kaki lima keliling yang menjual perabotan ringan rumah seperti sendok, garpu, dan piring ke pasar-pasar.

“Dengan hasil dari jualan perabotan itu saya cuma mendapatkan 10rb-30rb sehari itupun kalau ada orang yang baik memberikan uang lebih buat anak saya,” ujar Faisal.

Namun sejak wabah corona usahanya mulai redup dan tidak berjualan lagi, dikarenakan modalnya habis dan ia pun terpaksa gulung tikar.

(Faisal dan Keluarganya)

(Faisal dan Keluarganya)

Padahal ia harus menghidupi istri beserta kedua anaknya yang masih berusia 7 tahun dan 8 bulan. Namun, jangankan untuk membayar kontrakan yang sewa per bulannya mencapai Rp800 ribu serta membeli susu untuk anaknya yang masih kecil, untuk memenuhi kebutuhan pangan saja warga Jalan Krekot Bunder IX No 29, Sawah Besar, Jakarta Pusat, tak jarang berutang ke tetangga.

“Akan tetapi dengan keterbatasan saya yakin bisa jadi lebih baik karena agama saya mengajarkan bahwa Allah tidak akan merubah suatu kaum/golongan kalau kita tidak mau merubahnya sendiri,” ujar Faisal.

Untuk mengurangi beban Faisal, BWA mengajak kaum Muslimin menunaikan zakatnya melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) sehingga ia mampu bangkit kembali serta memiliki modal untuk memulai usahanya menjual perabotan lagi. Selain itu, tentu saja kewajiban zakat para muzaki (penunai zakat) tertunaikan.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan para muzaki dengan balasan kebaikan yang berlipat  ganda. Aamiin.[]

 

Nilai Zakat Harta yang Diperlukan :

Rp.17.000.000

Patner Lapangan:

Ridzky Maulana

 

#BWA #ZakatPeertoPeer #ZPP

Muallaf Pekerja Serabutan Butuh Modal Usaha Untuk Membayar Hutang dan Tunggakan Kontrakannya

Update #1: Faisal, Muallaf Ini Merasa Sangat Tersentuh Bisa Dibantu Program Zakat BWA

“Pandemi ini sangat berdampak pada orang-orang kecil seperti kami, kerjaan susah. Betul-betul kami mengalami kesulitan ekonomi,” cerita Faisal saat ditanya tentang keadaannya waktu itu. Sebagai pekerja serabutan waktu sebelum pandemi saja penghasilannya tidak menentu, apalagi masa pandemi seperti sekarang.

Faisal merasa beruntung bisa bertemu dengan BWA. Melalui program ZPP, ia dan keluarganya terbantu dengan bantuan dari para muzakki. “Alhamdulilah atas izin Allah SWT, saya dipertemukan dengan lembaga BWA. Orang-orangnya sangat baik,” tutur Faisal.

(Penyerahan Donasi Zakat)

(Penyerahan Donasi Zakat)

Saat sedang mengalami kesulitan ekonomi, Faisal sempat berpikir apakah ini karena ia adalah seorang mualaf sehingga ia diterpa ujian bertubi-tubi. Sampai suatu ketika ia dipertemukan dengan BWA melalui salah satu tetangganya.

“Waktu itu saya sedang diminta ngantar tetangga saya. Di jalan saya cerita tentang kondisi saya dan akhirnya disarankan untuk mengontak mas Rizki dari BWA,” kenang Faisal.

“Itu titik balik saya, untuk semakin mengimani agama ini. Sebagai mualaf saya sangat tersentuh bisa dibantu seperti ini. Dibantu oleh orang-orang yang sebelumnya tidak kenal sama saya,” sambungnya.

“Sekali lagi beribu terimakasih saya ucapkan kepada BWA, pimpinan dan para stafnya. Serta untuk para muzakki atas bantuan tulus ikhlas hingga memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap ekonomi saya sekeluarga, alhamdulillah. Semoga Allah membalas kebaikan bapak ibu. Sangat banyak hal  yang berkesan dan inspiratip ketika saya sebagai penerima manfaat sekaligus sebagai seorang mualaf,” tutup Faisal.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.