Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Nuhaa Menderita Ispa, Disaat Ayah Kehilangan Pekerjaan

Perkenalkan Namaku Nuhaa Muhammad, usiaku baru 6 bulan. Sejak hari Jum’at (9/11) Aku terbaring di ruang PICU RSUD Pasar Rebo – Jakarta Timur karena menderita penyakit ISPA atau  Infeksi saluran pernapasan. ISPA adalah infeksi yang mengganggu proses pernafasan seseorang. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernafasan), atau bahkan paru-paru.

(Nuhaa Muhammad saat di ruang UGD)

Aku masih sering mengalami gagal bernafas sehingga dokter terus memberiku alat bantu nafas. Ayah, Mohamad Winanto (37 tahun) dan Ibuku, Siti Nurjanah (39 tahun) sangat khawatir dengan kondisi kesehatanku yang belum membaik walaupun sudah beberapa hari di ruang PICU.

Ayah dan Ibu juga masih kebingungan mencari biaya pengobatan. Apalagi saat ini Ayah baru saja kehilangan pekerjaannya. Untuk sementara Ayahku pinjam sana sini agar Aku tetap bisa berobat. 

Aku sendiri tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Ayah dan Ibu bukannya tak mau membuatnya, namun kami tidak bisa melengkapi syarat-syaratnya. Ayah dan Ibu tidak memiliki Surat Nikah sehingga merekapun tak  miliki Kartu Keluarga.

Menurut Ayah, pernikahan mereka tidak disetujui oleh Kakek dan Nenek. Sehingga mereka memutuskan untuk menikah siri untuk menghindari dosa.Entah sampai kapan Aku harus terbaring di ruang PICU ini. Sepertinya akan memakan waktu cukup lama, karena sampai saat ini kondisiku tak kunjung membaik. Pastinya biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. 


Aku hanya bisa berharap Allah subhanahu wata’ala memberikan pertolongan melalui hamba-hambanya yang dermawan.

Partner Lapang : M. Iqbal
Donasi yang dibutuhkan : Rp. 200.000.000,-


 

Nuhaa Menderita Ispa, Disaat Ayah Kehilangan Pekerjaan

Update #1. Nuhaa Meninggal Dunia

 

Nuhaa Muhammad, bayi berusia 8 bulan penderita Ispa akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan kurang lebih satu setengah bulan di rumah sakit. (25/12)

Tiga pekan masa perawatan, Nuhaa habiskan diruang PICU karena kondisinya kritis. Selama di ruang khusus bayi itu, Nuhaa tidak pernah lepas dari alat bantu nafas.

(Kondisi Nuhaa pasca operasi)

Dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi Trakeostomi, sejenis operasi pembuatan lubang nafas pada  tenggorokan agar Nuhaa bisa bernafas dengan baik. 

Operasinya berjalan lancar, namun dua hari pasca operasi Nuhaa meninggalkan kita semua.

Mohamad Winanto (37 tahun) dan Siti Nurjanah (39 tahun) selaku orangtua Nuhaa mengaku pasrah dengan takdir ini. Mereka berdua yakin ini yang terbaik untuk anaknya.

Pak Winanto mewakili keluarga Nuhaa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kaum muslimin yang telah membantu biaya pengobatan Nuhaa selama ini. Pak Winanto hanya bisa mendoakan semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan balasan terbaik.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.