Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al Quran & Pembinaan

Pelosok & Pulau-pulau di Lampung Langka Al-Qur’an

Pelosok & Pulau-pulau di Lampung Langka Al-Qur’an

Jumlah penduduk Provinsi Lampung yaitu 9.081.792 jiwa. Jumlah penduduk muslimnya yaitu 8.675.884 jiwa atau sekitar 95.53% penduduk Provinsi Lampung merupakan muslim. Berdasarkan informasi dari kemenag ada sekitar 12.195 Masjid yang tersebar di Provinsi Lampung, ada sekitar 12.472 Musholla yang terdaftar.

Untuk pondok pesantren di Provinsi Lampung ada 677 dengan jumlah santri keseluruhan yaitu 64.251 santri. Di Lampung sendiri ada Perda yang mewajibkan anak sekolah beragama Islam membaca ayat suci Al Quran minimal selama empat kali dalam sepekan.

Provinsi Lampung memiliki sekitar 136 pulau. Sedangkan di sepanjang pantai merupakan daerah yang berbukit-bukit sebagai sambungan dari jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatera. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 bahwa ada sekitar 1.083.930 jiwa atau 11.92% yang merupakan kategori miskin.

Perjalanan Survey

Team melakukan survei kebutuhan Al-Qur’an di Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kab. Lampung Selatan. Perjalanan darat dari Kota Bandar Lampung menuju Dermaga Canti selama kurang lebih dua jam, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan dengan menaiki kapal laut kecil selama dua jam setengah yang memang sudah menjadi sarana transportasi bagi warga kepulauan di Lampung Selatan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka.

(Perjalanan menuju Pulau Sebesi)

Pulau Sebesi berada di Kec. Rajabasa, Kab. Lampung Selatan. Di Kab. Lampung Selatan sendiri mempunyai penduduk sebanyak 1.071.727 jiwa. Untuk di Kec. Rajabasa sendiri penduduknya ada sekitar 22.577 jiwa dan dari jumlah tersebut sebanyak 2.911 jiwa. Dengan dermaga utama yaitu Pelabuhan Desa Tejang Pulau Sebesi.

(Salah satu TPQ di Pulau Sebesi)

Salah satu yang kami datangi adalah TPQ yang lokasi tepatnya berada di Dusun Bangunan, Desa Tejang Pulau Sebesi, Kec. Rajabasa, Kab. Lampung Selatan. Dan kami pun bertemu langsung dengan Bapak Arlizon, beliau adalah PJ Kades Pulau Sebesi di Desa Tejang Pulau Sebesi.

(Kondisi Al Quran di Pulau Sebesi)

“Mayoritas mata pencaharian warga di Pulau Sebesi adalah petani, ada juga nelayan, ada buruh harian lepas, dan mayoritas penduduknya beragama Islam. Harapan saya sebagai Pj Kepala Desa disini adanya Al Quran untuk anak – anak pengajian di Pulau Sebesi,” ujarnya.

“Saya sebagai Kepala Desa dan warga masyarakat Desa Tejang Pulau Sebesi sangat berterimakasih sekali kepada pihak BWA yang dari Jakarta. Artinya Syukur Alhamdulillah desa kami dan anak – anak didik kami yang ada disini ya dari pengajian anak – anak syukur Alhamdulillah sudah dibantu bapak Al quran, walaupun itu sebagai simbolis dahulu yang kedepannya akan diupayakan dari empat dusun ini,” tambahnya.

 

(Kondisi salah satu Musholla di Pulau Sebesi)

“Namun yang kita harapkan terutama untuk anak pendidik ini, untuk pengajian – pengajian Al Quran di TPA – TPA itu dari keempat dusun ini Insya Allah kalaupun memang tadinya Al Qur’an rusak tetapi syukur Alhamdulillah karena bapak ada niatan berarti seluruh Al Qur’an mereka itu akan menjadi baru kembali, itulah yang sangat kami harapkan untuk di Desa Tejang Pulau Sebesi ini,” tambah Bapak Arlizon.

Hal unik buat kami di sini yaitu mayoritas metode pengajaran baca tulis Al Qur’an nya yaitu masih menggunakan metode tradisional yaitu metode turutan. Cuman ada yang menjadi catatan penting buat kami juga yaitu ada salah satu TPQ yang karena tidak ada dai yang mengajar di dusunnya, kemudian salah satu warga mengajar hanya berdasar ilmu dari menonton Youtube.

“Ya karena disini tidak ada yang bisa mengajar anak-anak ngaji, dengan ilmu saya yang hanya dari melihat di youtube saya mencoba mengajar. Saya tahu ilmu saya masih sangat kurang namun siapa lagi kalo bukan kita yang didik anak-anak disini,” ujarnya. Ini sebuah teguran buat kita semua tentang pentingnya bisa baca tulis Al-Qur’an. Sehingga kedepannya tidak ada hal yang terjadi seperti ini lagi.

Tim BWA melakukan perjalanan ke daerah pelosok di Kab. Tanggamus dan Kab. Lampung Barat. Perjalanan kesana cukup memakan waktu yaitu sekitar tujuh jam perjalanan karena merupakan daerah perbukitan dan dekat daerah Bukit Barisan. Di sana tim bertemu dengan Ustadz Husein yang merupakan da’i muda yang memang sangat semangat dalam berdakwah.

Ustadz Husein bercerita, “Di Tanggamus ini masih banyak daerah pelosok yang menurut kami sendiri sebagai orang asli sini sangat sulit untuk dijangkau. Ada beberapa daerah yang apabila sudah memasuki musim hujan sudah bisa dipastikan perjalanannya bisa mencapai 3 hari”.

Ustadz Husein kemudian mengatakan apabila mau distribusi kita siap sebagai dai-dai lokal disini. “Di daerah pelosok Lampung bisa dipastikan membutuhkan Al Qur’an, karena di daerah kota pun banyak ditemukan Al Qur’an rusak akibat umur maupun karena sering dibaca,” tutur beliau.

(Al-Qur’an untuk Muslim Lampung)

Sebagai dai lokal disini dan sebagai masyarakat Kab. Lampung Barat, Ustadz Munawir memiliki harapan. “Semoga pertemuan dengan BWA kali ini bukan merupakan pertemuan terakhir, karena dengan Al Quran sebanyak yang ada hanya sedikit sekali. InsyaAllah dengan rencana 100.000 Al Quran untuk Prov. Lampung bisa menjadi sarana dakwah untuk kita semua disini, Aamiin,” tutup beliau.

Rencana Project

Distribusi Al Quran akan di drop ke beberapa titik, yaitu:

  1. Tahap #1 Sebanyak 20.000 Al-Qur’an (Kab. Lampung Barat, Kab. Tanggamus, Kab. Lampung Selatan, Pulau Sebesi, Pulau Legundi)
  2. Tahap #2 Sebanyak 20.000 Al-Qur’an (Kab. Lampung Timur, Kab. Lampung Tengah, Kab. Lampung Utara)
  3. Tahap #3 Sebanyak 20.000 Al-Qur’an (Kab. Way Kanan, Kab. Tulang Bawang, Kab. Pesawaran)
  4. Tahap #4 Sebanyak 20.000 Al-Qur’an (Kab. Pringsewu, Kab. Mesuji, Kab. Tulang Bawang Barat)
  5. Tahap #5 Sebanyak 20.000 Al-Qur’an (Kab. Pesisir Barat, Kota Bandar Lampung, Kota Metro)

Pembinaan diprioritaskan untuk wilayah-wilayah pelosok yang membutuhkan bahkan dari dainya sendiri pun butuh pembinaan. Contoh: Kab. Mesuji dan sekitarnya, Kab. Lampung Barat, dan Kab. Lampung Tengah.

Masih banyak daerah pelosok dan pesisir kepulauan seperti Pulau Sebesi yang sangat membutuhkan Al Quran dan pembinaan. Pada saat melakukan survey seperti pelosok Kab. Mesuji, Kab. Pesisir Barat, Kab. Lampung Barat dan masih banyak lagi yang daerahnya termasuk pelosok maupun pesisir yang sulit untuk dijangkau. Jangankan untuk membeli Al Quran, untuk menuju kota aja membutuhkan waktu hingga belasan jam. Mari kita sukseskan Program WAP 100.000 Al Quran + 25.000 Iqra bersama BWA untuk Provinsi Lampung ini, Aamiin.

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp 10.000.000.000,- (Sepuluh Miliar Rupiah / 100.000 Eksemplar Al-Quran + 25.000 Iqra)

Partner Lapangan:

Ustadz Erwani

 

#BWA #InovasiWakaf #WAP #RoadTrip #Lampung

#2022SejutaQuran Satukan Indonesia

 

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.