Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Perdalam Ilmu Agama, Isal Ingin Jadi Pengusaha Sukses Tanpa Riba

Perdalam Ilmu Agama, Isal Ingin Jadi Pengusaha Sukses Tanpa Riba

 

Sedari kecil M Faisal Al Badawi, santri Kelas 2 SMA Plus Yayasan Pendidikan Islam Darul Al Fitrat (Yaspida) Sukabumi, sudah terbiasa dididik hidup mandiri. Sejak kelas satu SD, warga Jl Wahid Hasyim Kp Pd Petung Jurang Mangu Timur, Pondok Aren berangkat dan pulang sekolah sendiri, tidak pernah diantar ataupun dijemput.

M Faisal Al Badawi 

“Karena pada waktu itu bapak selalu berpesan begini, Isal (begitu panggilan akrabnya, red) sudah waktunya untuk jadi orang hebat dan jadi orang yang ikhlas ya!” ujar Isal menirukan nasihat ayahanda Suherman (45 tahun).

Sepulang sekolah Isal belajar ngaji dibimbing oleh Suherman yang waktu itu masih mengajar di TPQ Nurul Hikmah di sebelah Masjid Jami' Baitul Hikmah Perumahan Duta Bintaro. Alhamdulillah pada tahun 2009 Isal Juara 2 Lomba Adzan pada Acara Isra Mi’raj di masjid tersebut.

Jelang ujian nasional (UN) kelulusan SD, Isal menyampaikan keinginannya untuk mesantren di daerah yang dingin/pegunungan. “Akhirnya saya berusaha nyari-nyari  ke sana kemari, dapatlah sekolah di daerah Sukabumi Kecamatan Parungseah, nama sekolahnya Yaspida itu sekolah yang paling murah bayarannya,” ujar Suherman.

Maklumlah pekerjaan Suherman saat itu hingga kini adalah mengajar ngaji/tahsin privat dari rumah ke rumah, mulai dari tingkat anak-anak sampai orang dewasa yang penghasilannya tak menentu. “Cara mengajarnya pakai metode UMMI,  tapi lagu/irama menyesuaikan, tergantung permintaan dari murid,” ujar Suherman berpromosi.

Setamat SD, Isal pun nyantri mulai dari SMP hingga sekarang.

Setiap kali menjenguk Isal, Suherman selalu menanyakan perkembangan anaknya tersebut kepada pihak pesantren. “Prestasi untuk penelitian dan pengembangan hewan ternak bagus, untuk tahsin/tilawah suaranya merdu, kalau hafalan kurang, kalau ngaji kitab kuning ntuh bagus dia, untuk adab dan disiplin insyaa Allah bagus,” simpul Suherman menyebutkan perkembangan terakhir.

Saat ini Isal baru hafal juz 30 dan beberapa ayat pilihan. Pelajaran yang paling disukai biologi. Hobinya sepak bola, berenang, memanah serta berkuda. Cita-cita ingin menjadi pengusaha yang sukses tanpa riba dan juga praktik-praktik keharaman lainnya. 

Sudah lebih dari  setahun ini ibunda Suaibah (39 tahun) terkena sakit syaraf langka  autoimun meistenia grafis, sehingga setiap hari harus mengonsumsi obat yang perbulannya lebih dari Rp 1 juta. Tentu saja membuat Suherman kelabakan. Walhasil biaya sekolah Isal pun nunggak.

Untuk meringankan beban keluarga Isal, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB). Sehingga Isal bisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-citanya dan kita semua mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Donasi yang Diperlukan:

Rp  19.500.000 (Tunggakan SPP Mei-Juli Rp 450rb@3, SPP 1 th kedepan Rp 450rb@11, Daftar Ulang Rp 650rb, UAS Rp 150rb, Boarding 700rb@8bln )

Mitra Lapang:

Weli Kurniawan

 

Perdalam Ilmu Agama, Isal Ingin Jadi Pengusaha Sukses Tanpa Riba

Update #1. Faisal Sudah Lulus Sekolah

Muhammad Faisal Albadawi (19 tahun) atau biasa dipanggil “Isal” Alhamdulillah sudah menyelesaikan sekolahnya di Yayasan Pendidikan Islam  Darul Al Fitrat (Yaspida) Sukabumi.

Pak Suherman (45 tahun) Warga Jl Wahid Hasyim KP. Pd. Petung, Jurang Mangu Timur,Pondok Aren itu sangat merasa terbantu lantaran Anaknya (Isal) tersebut dapat melunasi semua biaya pendidikan yg tertunggak,karena memang saat ini penghasilan Suherman sangat minim dan harus menafkahi keluarga nya dan biaya berobat istrinya (Syuaibah 39 tahun) yg sedang sakit.

“SubhanaAllah,Alhamdulillah saya (Isal) sangat senang dan bahagia tambah semangat dan giat dalam beraktifitas belajar disekolah dan saya sangat mengapresiasi kepada Team BWA yg sudah banyak membantu sekaligus menjadi wadah lembaga sosial kemanusiaan dalam bidang pendidikan”

Saya mengucapkan terima kasih banyak jazaakumullah kepada segenap para donatur Bapak,Ibu yg sudah begitu banyak membantu keberlangsungan anak saya dalam belajar demi meraih karir dan cita-cita mulia yakni keta’atan kepada Allah dan RasulNya..

“Saya selalu mendo’akan kepada para donatur semuanya.. “ Semoga Allah selalu melimpahkan balasan yg terbaik dari harta yg telah di keluarkan dan balasan rezeki yg berlipat ganda..               Aamiin

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.