Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Perjuangan Suherman Menghidupi Delapan Anaknya

 

Suherman (66 tahun) adalah warga Jl Marjuki, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Dari hasil pernikahannya dengan Muliyanti (46 tahun), Suherman dikaruniai delapan orang anak, 6 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.

Bagi Suherman, tidak mudah menghidupi 8 orang anak dan seorang istri dengan hanya berpenghasilan 20 sampai 30 ribu perharinya. Apalagi sekarang sudah menunggak kontrakan selama 3 bulan.

Segala macam cara sudah ia dilakukan, dari menjual es cendol keliling sampai menjadi tukang jahit Suherman lakukan, namun dari usahanya tersebut tidak mencukupi untuk membayar sewa kontrakan dan kebutuhan keluarga. Bahkan Anak laki-laki yg paling besar Feyzi Rafsanjani (26 tahun) juga turut berusaha mencari pekerjaan, namun sampai saat ini belum membuahkan hasil.

Sebagai manusia biasa, Suherman pernah hampir putus asa dengan beban hidup yang semakin berat. Berbekal Iman yang terpatri di dada, walaupun dalam kondisi serba sulit seperti ini, Herman tidak ingin terjebak utang riba. Herman yakin suatu hari Allah subhanahu wata’ala akan memberikannya jalan keluar melalui hamba-hambaNya yang dermawan.

Kesulitan hidup sebagian kaum muslimin adalah ladang amal bagi kaum muslimin yang diberi kelapangan harta oleh Allah subhanahu wata’ala. Untuk itu BWA mengajak seluruh kaum Muslimin untuk membantu meringankan beban keluarga Suherman melalui program Zakat Peer to Peer. Seratus persen untuk mustahik.

Semoga dana yang kita keluarkan dicatat sebagai amal sholeh dan dibalas dengan balasan terbaik di sisi Allah subhabahu wata’ala.

Donasi yg dibutuhkan

Rp.12.000.000.-

Partner Lapang

Rifai

Perjuangan Suherman Menghidupi Delapan Anaknya

Update #1. Kontrakan Terbayar, Suherman Merasa Lega

( Penyerahan dana zakat secara simbolis kepada Suheman)

Suherman tak kuasa menahan haru saat BWA menyerahkan bantuan. Sambil berkaca-kaca, Suherman mengaku lega, akhirnya tunggakan kontrakannya bisa terbayar.

Selama ini, Suherman terus memikirkan tunggakan kontrakan. Dia khawatir tidak diperkenankan lagi tinggal di kontrakan yang sudah lama didiaminya itu.

Bukan hanya Suherman, istri dana anak-anaknya pun sangat bersyukur. Mereka juga mengaku bahagia dengan adanya bantuan ini.

Suherman tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan para Muzakki. Dia hanya bisa mendo’akan para donatur. “Semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu”, ungkap Suherman.

Masih banyak orang seperti Pak Suherman yang membutuhkan uluran tangan kita. Dukung terus Program Zakat Peer to Peer BWA.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.