Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Perkuat Akidah Muslim Hingga ke Pesisir Jogja

Kota Yogyakarta atau yang sering disebut kota jogja. Merupakan kota yang sangat Istimewa. Bagaimana tidak selain disebut kota pelajar, Jogja juga dikenal sebagai kota pariwisata, karena memiliki beraneka ragam objek wisata yang dapat dikunjungi.

Saat ini Jogja menjadi tujuan wisata favorit di Indonesia, baik wisatawan lokal maupun asing, karena selin memiliki banyak objek wisata, Jogja juga termasuk kota yang sangat stratigis dan mudah dijangkau.

Kalau anda mendengar Yogyakarta, sudah dapat dipastikan anda akan teringat dengan keindahan Malioboronya yang ngangeni. Keramahan penduduknya, senyum mas-mas yang menawarkan jasa andong, tukang becak yang pantang menyerah, dan seabreg kearifan lokal khas Yogyakarta. Pantaslah disebut Daerah Istimewa.

Jika kita menelusuri jejak sejarah keislaman di jogja bahwa Perkembangan Islam di Yogyakarta sebetulnya tidak boleh disebut baru. Menurut sejarah, Yogyakarta telah menjadi kesultanan Islam sejak 1755.

Selain itu, dalam sambutannya di pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-6 di Yogyakarta, Gubernur sekaligus Sultan Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwana X menyampaikan bahwa keraton Yogyakarta merupakan kelanjutan Khilafah Turki Utsmani. “Sultan Turki Utsmani meresmikan Kesultanan Demak pada tahun 1479 sebagai perwakilan resmi Khalifah Utsmani di tanah Jawa, ditandai penyerahan bendera hitam dari kiswah Ka’bah bertuliskan La ilaha illallah dan bendera hijau bertuliskan Muhammad Rasul Allah. Hingga kini (kedua bendera itu) masih tersimpan baik di keraton Jogja,” paparnya. “Dalam arti Kesultanan Ngayogyakarta adalah kekhilafahan yang masih eksis di bumi pertiwi,” tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, Yogyakarta kemudian berkembang menjadi Daerah Istimewa yang menarik banyak perhatian. Akulturasi pun terjadi, tidak hanya budaya yang mulai luntur, namun pemahaman Islam masyarakatnya pun kini mulai heterogen (Beragam), sehingga jika di biarkan ini akan mengakibatkan lemahnya akidah saudara muslim di Jogja.

Di wilayah pesisir yang menjadi pusat tempat destinasi wisata perlu ada pembinaan dan pengajaran agama islam kepada masyarakat melalui ustadz- ustadz setempat. Untuk men-counter pendangkalan aqidah tersebut, maka dibutuhkan pembinaan yang bersifat massive dan terarah.

Pada tahun 2017 lalu masyarakat jogja mendapat ujian yang cukup berat dengan adanya dampak dari iklim cuaca siklon tropis cempaka yang mengakibatkan banjir. Menurut Pak Prabukusumo banyak masjid yang terendam air sehingga banyak Al-Qur’an yang rusak dan tidak layak lagi di gunakan.

Alhamdulillah Pada Tanggal 8 Februari 2018 lalu, bertempat di nDalem Prabukusumo, Bpk. Muhammad Ichsan Salam selaku Direktur Operasional dan Keuangan Badan Wakaf Al-Qur’an secara simbolis menyalurkan bantuan 500 mushaf Al-Qur’an kepada masjid-masjid terdampak siklon tropis cempaka di wilayah kabupaten/kota Yogyakarta melalui Palang Merah Indonesia (PMI) DIY.

Alhamdulillah, kita dibantu 500 kitab suci Al-Qur’an dan langsung diberikan ke masjid-masjid yang terkena musibah," GBPH Prabukusumo | Ketua PMI DIY. Besar harapan kami suatu saat akan datang lebih banyak lagi Al-Quran untuk masyarakat muslim di jogja.

Oleh karena itu, BWA mengajak para donatur dan wakif sekalian untuk berwakaf Al-Qur'an di Yogyakarta guna menguatkan aqidah kaum muslim di sana.

 

Biaya yang di Butuhkan

Rp 1.000.000.000 ( 10.000 Al-Quran)

 

Partner Lapang

Abah Narko

Belum ada Update

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 1.000.000.000



7.14%
butuh Rp. 928.600.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.