Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Pesantren Dan Masyarakat Lereng Gunung Slamet Masih Kekurangan Air Bersih

Setelah proyek WAFP Lereng Gunung Slamet I di resmikan yakni di pesantren yakni At Tholibiyah dan Tarbiyatut Tholibin, BWA masih menjumpai pesantren lain di lereng Gunung Slamet yang masih kesulitan untuk mendapat air bersih. Mereka mengajukan permintaan ke BWA agar membantu menyelesaikan krisis air yang selama ini menimpa mereka.

Lokasi tersebut adalah :

  • Pondok Pesantren Mafatihul Huda Al Ihsan , Kelurahan Pager kasih, Kec. Bumijawa Kabupaten Tegal.

  • Pondok Pesantren Al Umri Tegal Kubur, Kelurahan Yomani, Kec. Lebaksiuh Kabupaten Tegal.

  • Kampung Babakan, kelurahan Tuwel , Kec. Bojong, Kabupaten Tegal

Ke 3 lokasi tersebut adalah lokasi yang kesulitan mengakses air bersih baik santri/santriwati maupun masyarakat umum. Lokasi tersebut memiliki permasalahan yang berbeda beda sehingga membutuhkan penyelesaian yang berbeda pula. BWA telah melakukan survei dan mengidentifikasi permasalahan di lokasi tersebut sebagai berikut: 

  1. Pondok Pesantren Mafatihul Huda Al Ihsan 

Ponpes yang dipimpin oleh Kiai Nasihudin ini memiliki santri  kurang lebih 200 santri. Awalnya pondok ini mendapat bantuan pipa untuk jaringan air bersih, namun seiring jalannya waktu ternyata kebutuhan masyarakat sekitar yang tinggi termasuk digunakan juga untuk irigasi sawah membuat aliran air ke pondok menjadi kecil, bahkan beberapa kali ada ‘oknum’ yang memutus jaringan air ke pesantren. Sehingga air tidak mengalir dan harus dilakukan pengecekan untuk mencari penyebab gangguan.

Kejadian semacam ini terjadi berulang kali apalagi frekuensinya meningkat pada musim kemarau, santri terkadang harus mandi di sungai jika pasokan air mati. “Kami ingin santri disini mendapat air yang cukup saat dibutuhkan untuk beribadah dan bersuci tanpa harus bersinggungan dengan masyarakat”, ucap Kiai Nashihudin kepada Tim BWA saat survei di lokasi.

Ada sumber air yang ada besar berada di ketinggian 662 MDPL yang bernama “ Mata Air Gong”. Jaringan pipa dari sumber inilah yang mengalir ke pondok, dan masyarakat desa setempat. Sumber air ini berjarak ± 2.500 m dari pondok. Mata Air  ini yang rencana akan menjadi target inti untuk proyek wakaf sarana air bersih di Pondok ini.

Para Santri kadang harus mandi di sungai

 

  1. Pondok Pesantren Al Umri 

Pondok Pesantren ini memiliki santri berjumlah ± 250 jiwa dan akan berkembang terus dengan perkiraan akan mencapai 500 santri untuk kedepannya. Di pondok saat ini telah digali sebanyak 5 sumur cincin. Sayangnya, semua sumber yang ada di sumur ini adalah sumber air resapan yang saat kemarau airnya hilang. Hal ini yang membuat pondok sangat kesusahan. “Santri terpaksa mandi di kolam dekat sawah dan kami terpaksa meminta bantuan ke kabupaten agar dikirim air tangki, jika kondisinya sudah mendesak”, Ujar Ahmad Dhiya yang sehari-hari mengurusi air di pondok.

Sebenarnya di lokasi tersebuat ada jaringan air dari PAMSIMAS namun pondok merasa keberatan untuk berlangganan karena merasa terlalu berat untuk membayar tagihan air bulanan. Apalagi jika ada acara pengajian atau haul, pemakaian air meningkat berkali-kali lipat. 

Harapan itu ada saat pondok mengetahui bahwa di dekat sumber yang saat ini dimanfaatkan PAMSIMAS ada sumber lain yang bisa dimanfaatkan untuk dialirkan ke pondok. Sumber ini jaraknya kurang lebih 2 Km dari pondok.

kolam pinggir sawah tempat para santri mandi

 

  1. Kampung Babakan

Kampung Babakan terdiri dari 5 RT yang berpenduduk kurang lebih 300 KK, 2 RT (yakni RT 2 dan RT 4) paling kesulitan mendapatkan air bersih. Karena belum ada bantuan dari pemerintah setempat, masyarakat terpaksa mengambil air dari rembesan sungai. Air yang diambil dari sungai ini terkadang kualitasnya sangat buruk, bahkan menimbulkan penyakit. “Masyarakat sempat sakit gatal-gatal dan ikan peliharaan pada mati”, Kata Pak Junaidi kepada Tim BWA di lokasi.

Masyarakat setempat telah beberapa kali mencari sumber yang bagus yang airnya layak dimanfaatkan masyarakat. AKhirnya mereka menemukan sumber yang jaraknya kurang lebih 1,5 km dari kampung mereka, namun mereka kesulitan untuk memanfaatkan sumber tersebut karena keterbatasan dana. Mereka berharap melalui wasilah BWA mereka bisa mendapatkan air bersih yang layak.

Rencana Proyek.

Setelah melakukan survei dan kajian lapangan BWA merencanakan Proyek Wakaf Sarana Air bersih sebagai berikut:

  1. Pondok Pesantren Mafatihul Huda Al Ihsan

Rencana proyek untuk pondok ini adalah memasang  jalur baru dengan pipa HDPE  diameter 1,5 inch sepanjang 2,5 km dengan 1 bak penampung kapasitas 20 kubik. Jika air pondok berlebih maka bisa dialirkan ke bak milik masyarakat terdekat.

  1. Pondok Pesantren Al Umri Tegal Kubur

Rencana proyek untuk pondok ini adalah membeli sumber air, membuat bak tampung di sumber air , memasang  jalur pipa baru dengan pipa HDPE  diameter 1,5 inch sepanjang 2 km yang dikhususkan untuk pondok, dengan 1 bak penampung kapasitas 20 kubik.

  1. Kampung Babakan, kelurahan Tuwel 

Rencana proyek untuk  kampung Babakan  ini adalah membeli sumber air, membuat bak tampung di sumber air , memasang  jalur pipa baru dengan pipa HDPE  diameter 1,5 inch sepanjang 1,5 km ke wilayah pemukiman warga, dengan 1 bak penampung kapasitas 25 kubik.

 

NILAI PROYEK

  Rp 2.067.905.000,-

BWA membuka penggalangan dana untuk merealisasikan program WAFP Lereng Gunung Slamet II ini dan mengajak para wakif untuk berpartisipasi sehingga santri santri mudah mendapatkan air bersih serta jaringan air bersih yang baik. Sehingga dengan air yang cukup para santri dan jamaah bisa menuntut ilmu dan beribadah dengan lebih tenang.

Semoga amal shalih para wakif semakin mengokohkan kita menjadi penolong-penolong agama Allah yang berjihad dengan harta kita.

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis