Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Khusus Dakwah

Pesantren Gratis di Beroro NTB Membutuhkan Fasilitas Pendidikan yang Layak

Pesantren “Gratis” di Beroro NTB Membutuhkan Fasilitas Pendidikan yang Layak

Sejak 12 tahun lalu Pondok Pesantren Aunul Ibad NW telah mewarnai kehidupan masyarakat Dusun Beroro, Desa Jembatan Kembar Timur. Daerah ini berada di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Pondok Pesantren Aunul Ibad NW lahir dari kepedulian untuk memberikan wadah pendidikan agama Islam bagi anak-anak usia sekolah di lingkungan sekitar. Metode pengajarannya menggabungkan kurikulum pemerintah dan kurikulum pondok. Sehingga para santri mendapatkan pendidikan formal ditambah pengetahuan agama yang lebih mendalam, seperti mengkaji kitab dan memperkuat hafalan Al Quran.

(Salah Satu Santri Nampak Khusyuk Belajar)

Pondok Pesantren Aunul Ibad NW Beroro ini terbilang istimewa, karena memiliki santri-santri dengan latar belakang keluarga yang memiliki beragam persoalan. Banyak di antaranya merupakan anak-anak yang ditinggal oleh orang tuanya karena merantau ke luar negeri atau korban perceraian. Di sini mereka dibina agar dapat melanjutkan kehidupan dengan bekal ilmu dan pemahaman agama.

(Jumlah Santri Kini Mencapai 200 Orang)

Semua santri belajar dengan beasiswa penuh, alias tidak membayar atau gratis. Saat ini jumlah muridnya sudah mencapai 200 orang dengan rentang usia antara 4-17 tahun. Sesungguhnya banyak warga ingin menyekolahkan anaknya ke pesantren ini. Namun, pihak pengelola yang dipimpin oleh Ustadz Masjudin, SPd belum berani membuka pendaftaran baru karena fasilitas yang ada sangat terbatas.

Kapasitas pesantren tidak cukup untuk menampung tambahan santri-santri baru. Sekarang saja, mereka menggunakan ruang belajar seadanya. Dan, hanya 40 orang—yaitu 20 santri putra dan 20 santri putri—saja yang bisa menginap di asrama. Ruang asrama ini sebetulnya merupakan ruang kelas yang digunakan untuk belajar di siang hari, kemudian dirangkap  fungsinya sebagai tempat menginap di malam hari.

(Ruang Kecil yang Diisi oleh 20 Anak)

Tiap ruang asrama berukuran 3x4 meter persegi, yang diisi oleh 20 anak. Terbayang, mereka berbaring berdempet-dempetan hanya beralaskan tikar, tanpa kasur apalagi tempat tidur. Sedihnya pula, ruangan ini tidak bisa digunakan untuk beristirahat di siang hari karena dipakai untuk kegiatan belajar mengajar bagi santri lain.

Pondok Pesantren Aunul Ibad NW Beroro sangat ingin mengembangkan fasilitas pesantren. Salah satu yang dicita-citakan terdapat bangunan yang khusus berfungsi sebagai asrama bagi santri putra dan puteri, di samping juga ingin menambah ruang kelas yang digunakan kegiatan belajar mengajar. Untuk pengembangan ini, area pesantren perlu diperluas sehingga dibutuhkan pula pembebasan lahan baru.

Semua keinginan ini membutuhkan dana yang besar. Pihak pengelola pesantren tidak mampu memenuhinya sendirian. Karena itulah Badan Wakaf Al Quran (BWA) mengajak para wakif untuk bersama-sama membantu mendanai pengembangan Pondok Pesantren Aunul Ibad NW Beroro, agar pesantren ini dapat memberikan tempat pendidikan yang layak bagi santri-santrinya, serta dapat pula menampung murid-murid baru yang sudah mengantri ingin masuk.

Harapannya, pengembangan pesantren dapat segera terlaksana. Semoga Allah meridhoi niat baik ini dan memberikan para wakif curahan rahmat yang berlipat ganda.

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.4.915.415.385

Partner Lapangan:

Ustadz Masjudin

 

#BWA #InovasiWakaf #WKD #WakafKhususDakwah

 

Pesantren Gratis di Beroro NTB Membutuhkan Fasilitas Pendidikan yang Layak

Update #1: Pembangunan Sarana Pendidikan Ponpes Aunul Ibad Sangat Mendesak untuk Segera Dirampungkan

Pondok Pesantren Aunul Ibad selama ini menggratiskan biaya bagi para santrinya. Dengan beragam kondisi dan latar belakang para santri yang belajar di pondok, selama 12 tahun pondok berdiri, Ponpes Aunul ‘ibad berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan “gratis” kepada seluruh siswa dan santrinya. Tentu semua ini membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan membutuhkan bantuan dari semua pihak.

Selama ini para santri belajar di ruangan seadanya. Bangunan asrama santri masih gabung dengan ruang belajar (ruang kelas) dengan kondisi bangunan yang belum rampung. Temboknya belum diplaster dan dicat, lantainya belum dipasangkan keramik serta belum ada plafon. Kondisi sarana prasarana seperti ini tentunya membuat para santri kurang nyaman dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan tinggal di dalam asrama, oleh sebab itu pembangunan sarana pendidikan ini sangat mendesak untuk segera dirampungkan agar para santri bisa belajar dengan nyaman.

(Bangunan Pondok Pesantren)

“Karena satu ruang dipakai untuk asrama maka sebagian santri belajar di ruang aula yang sekaligus dijadikan sebagai mushalla tempat ibadah santri, sehingga kegiatan belajar mengajar kurang kondusif dan efektif. Oleh karena itu kami sangat berharap kepada muslimin muslimat, dermawan dan dermawati serta pihak-pihak terkait bisa menginfaqkan sebagian harta yang dimiliki untuk membantu kami dalam menyelesaikan renovasi serta pembangunan di pondok pesantren Aunul Ibad NW, semoga ini menjadi bagian dari investasi akhirat kita dalam memperjuangkan agama melalui pendidikan di pondok pesantren,” tutur salah seorang pengurus Pondok.

“Satu kamar ini ditempati oleh sekitar 30 orang santri, dengan kondisi ini tentunya membuat para santri tidak nyaman dan betah tinggal di asrama, oleh sebab itu kami sangat berharap pihak-pihak yang peduli akan Pendidikan anak-anak penghapal Al-Qur’an, generasi penerus bangsa ini untuk ikut mengambil andil dalam mencetak generasi bangsa yang qur’ani melalui Lembaga pondok pesantren dengan memberikan dukungan moril dan materil hususnya kepada Pondok Pesantren Aunul Ibad NW yang program unggulannya adalah mencetak para penghapal Al-Qur’an,” sambung beliau.

(Ruang Tidur Para Santri)

Kamar mandi santri kini sudah rusak dan perlu diperbaiki dalam waktu dekat agar para santri bisa hidup sehat dan bersih. Pembangunan kamar mandi harus segera dilaksanakan karena ini merupakan kebutuhan utama bagi para santri yang ada di lingkungan pondok pesantren.

Kamar mandi santri ada 4 kamar dan satu tempat wudu’ dengan jumlah keran yang sangat terbatas sedangkan jumlah santri sekitar 200 orang sangat tidak sebanding dengan jumlah kamar mandi dan tempat wudu’ yang ada sehingga ini menjadi faktor santri telat mengikuti kegiatan-kegiatan atau program pondok seperti solat berjamaah, kajian kitab, mengikuti program tahfiz dll karena lama antri di kamar mandi.

(Kamar Mandi Perlu Diperbaiki dalam Waktu Dekat)

“Dukungan semua pihak sangat diharapkan agar semakin banyak para penghapal Al-Qur’an yang lahir dari Pondok Pesantren Aunul Ibad NW. Lahan kosong yang rencananya akan dibangun asrama saat ini belum lunas dibayar, kami baru membayar setengah harganya,” cerita pengurus pondok.

(Lahan yang Akan Dibangun)

Aktivitas santri dan santriwati yang sedang menghapal Al-qur’an rutin dilakukan setiap hari dengan jadwal waktu magrib sampai isya’. Mereka menghapal selesai shalat subuh, kemudian setor hapalan selesai shalat dzuhur, muraja’ah dengan saling simak antar santri, mudah-mudahan mereka semua menjadi hafiz dan hafizoh, bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.

(Para Santri Pondok Aunul Ibad NW)

Mari ikut serta berwakaf untuk pembangunan pondok Aunul Ibad NW Beroro, NTB. Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita dalam membantu saudara muslim dan membalas dengan pahala yang penuh keberkahan, aamiin.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.