Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Pesantren Selamatkan Nabil dari Salah Pergaulan

Pergaulan memang besar pengaruhnya bagi perkembangan Muhammad Nabil Ramadhan Mista (15 tahun), santri Pondok Pesantren Tahfidz dan Kitab Al-Falahiyah Daarul Mukhtarin, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Dengan sekolah di pesantren, akhlaknya kembali menjadi baik dan waktunya banyak dihabiskan untuk menuntut ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an.

 

 

Nabil anak yang cukup aktif semasa di sekolah dasar (SD). Hal itu dibuktikan dengan seringnya ia mengikuti perlombaan dan kompetisi baik internal maupun eksternal sekolah. Nabil mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat dan juga pernah mewakili sekolahnya sebagai kontestan Polisi Cilik.

Beranjak ke sekolah menengah pertama (SMP), Nabil ternyata bertransisi menjadi anak yang kurang baik di sisi pergaulan lingkungan sosial. Ia berubah menjadi anak yang kurang menurut kepada orang tua dan sering banyak melakukan aktivitas di luar rumah bersama teman-temannya yang sekadar buang-buang waktu saja.

Ibunya, Yummi Azmi (41 tahun), sering menasehati agar Nabil tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan juga suka sering mengingatkan agar Nabil menjadi anak yang baik.

Di suatu kesempatan, Yummi menyampaikan nasehat dengan ucapan yang sama kepada Nabil, kemudian Nabil menjawab, “Bu, kalau Nabil mau jadi anak baik, makanya Ibu masukin Nabil ke sekolah pesantren.”

Mendengar jawaban itu dari Nabil, lantas Yummi pun membicarakannya dengan Mista (56 tahun), ayahnya Nabil. Akhirnya, ketika naik ke kelas 2 SMP Nabil pindah sekolah ke pesantren.

Berpindahnya Nabil dari sekolah umum ke pesantren ternyata juga berdampak menjadi semakin besarnya pengeluaran karena semakin meningkatnya kebutuhan sekolah. Dengan adanya peningkatan biaya itu, mengakibatkan Nabil memiliki tunggakan administrasi pesantren.

Maklumlah penghasilan Mista yang seorang supir ojek online hanya dapat mencukupi cicilan rumah, kebutuhan sehari-hari dan biaya kebutuhan sekolah adiknya Nabil.

Mengingat adanya tunggakan administrasi pesantren, warga kelurahan Sindangsari Pasar Kemis ini, merasa khawatir kalau kelancaran belajar Nabil menjadi terganggu.

Untuk mengurangi beban keluarga Nabil, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB). Sehingga Nabil bisa meneruskan sekolah pesantrennya dan kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Donasi yang dibutuhkan

Rp. 8.700.000,- (Untuk membayar SPP satu tahun,  pendaftaran dan  Kebutuhan yang lainnya)

Partner Lapang

Edi Humaedi

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.