Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Ayo Sayangi Anak Yatim

Kurang sempurna rasanya jika pada bulan Muharram hanya membangun spritualitas saja. Sebab, Rosulullah SAW juga menganjurkan membangun kualitas ibadah sosial, yaitu memberikan santunan kepada anak-anak Yatim.

Bahkan, Rasulullah SAW memberikan gambaran kedudukan kepada mereka yang menyantuni anak yatim, sebagaimana dua jari yang berdekatan.

"Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini", Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. " (HR. Bukhori 5304). 

Menyantuni anak Yatim tidak harus menunggu bulan Muharram, tetapi bukan berarti menyantuni anak Yatim pada bulan Muharram itu bertentangan dengan ajaran Islam.

Begitu pentingnya mengurus anak yatim sampai begitu banyak kebaikan yang Allah SWT janjikan untuk orang yang memperhatikan anak yatim

Dari Abu Dardai ra, beliau menulis sepucuk surat kepada Salman, diceritakan kepadanya bahwa ada seorang laki-laki mengeluh kepada Rosulullah SAW atas keras hatinya. Kemudian Rosulullah SAW berkata:”jika engkau ingin hatimu lembut, maka usaplah kepada anak Yatim dan berikan makan kepadanya (HR Baihaqi).

Sebuah kemulyaan bagi setiap orang yang masih diberi kesempatan menyantuni anak Yatim pada Muharram. Sebaik-baik rumah ialah di dalamnya terdapat anak Yatim. Berlomba-lombalah menjadi pelayan bagi anak Yatim, bukan menjadikan anak Yatim sebagi mesin untuk mendatangkan kekayaan.

Dalam rangka menyambut Muharam, melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi untuk menyantuni anak Yatim & Piatu. Sehingga Pendidikan mereka tetap terjaga dengan ilmu-ilmu Islam dan Umum. Semoga kita semua mendapat pahala yang berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Ayo Sayangi Anak Yatim

Gizi Buruk Bukan Halangan Tuk Tetap Sekolah

Diana Zulfah namanya, gadis kelahiran 14 Agustus 2000 ini mengalami kondisi yang sulit sejak lahir hingga saat ini. Ketika masih dalam kandungan sudah ditinggal bapaknya meninggal, sehingga membuat ibunya kesulitan memberikan asupan nutrisi bergizi yang dibutuhkan oleh janin yang dikandungnya, akibatnya ketika lahir sudah mengalami gizi buruk, dan ini mempengaruhi perkembangan otaknya.

Setelah masuk sekolah dasar Diana Zulfah sering kesulitan dalam menerima pelajaran sehingga di SD dia lalui dengan sangat berat dalam waktu 8 tahun dan pernah dua kali tidak naik kelas. Saat ini Diana menimba ilmu di SMP Muhammadiyah Cawang klas IX.

Dari tahun 2011 anak kedua dari pasangan Zaini dan Cholila ini telah menyandang status yatim piatu ia ditinggal ibunya meninggal dunia karena sebuah kecelakaan lalu-lintas korban tabrak lari.

Hal ini tentu semakin menyulitkan, beruntung masih ada keluarga ibunya sebagai tempat bersandar. Namun biaya pendidikan di SMP Muhammadiyah ini dirasa cukup berat. Beruntung pihak sekolah memberikan potongan biaya dari Rp. 450.000,- / bln menjadi Rp. 250.000,- / bln, ditambah kemudahan-kemudahan yang lain terkait keadaannya dalam menerima pelajaran sekolahnya.

Semangat belajar dan pantang menyerah inilah yang mendorong Bibi dan Pamannya berusaha keras membantunya. Keadaan bukan halangan untuk tetap sekolah bagi siswi yang bercita-cita menjadi juru masak tersebut.

Update#1 Biaya Pendidikan Terpenuhi M Yusuf Siap Menggapai Mimpi

Muhammad Yusuf Fadillah 13th adalah anak yatim yang sudah 3tahun lalu di tinggal wafat ayahnya. Di tahun ajaran 2016-2017 ini Yusuf telah menyelesaikan pendidikannya di SDN 05 pagi ciganjur jakarta selatan.

Anak dari pasangan Ibu sobiah dan Alm, Anwar Wibawa Atmaja ini  suka sekali mengaji, Setiap pagi Yusuf berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, sepulang sekolah Yusuf diam di rumah dan sesekali bermain dengan temannya. Sesudah magrib dia mengaji di bimbing oleh ibunda tercinta untuk menghapal surat pendek.

Berbekal dari pelajaran ilmu agama yang di terapkan dari ibunya inilah Yusuf ingin sekali melanjutkan sekolah di pesantren karena cita-citanya ingin menjadi ustadz dan menjadi seorang pengusaha.

Yusuf tidak ingin ikut terjerumus dan menjadi anak nakal yang nantinya akan membuat ibunya sedih, merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Maka dari itu Yusuf ingin sekali bersekolah di pesantren agar mempunyai akhlak yang baik dan ilmu agama agar kelak Yusuf bisa membagi ilmu yang di pelajarinya kepada orang lain. Keinginannya yang kuat untuk menimba ilmu dan keinginannya untuk berubah kearah lebih baik agar masa depannya nanti dapat menjadi orang yang berguna, agar Yusuf bisa menolong orang tuanya di akhirat kelak.

Akan tetapi masalah biaya pun menjadi hambatan di karenakan ayahnya yang sudah lama tiada dan kondisi ekonomi orang tua yang serba kurang membuat Yusuf cemas akan cita-citanya.

Alhamdulillah melalui para donatur Badan Wakaf Al-Quran pada tanggal 16 November 2017 Muhammad Yusuf Fadillah dapat meneruskan sekolahnya di pondok pesantren Az Ziyadah duren sawit Jakarta timur. Jazakumulloh Khoiron Katsiron semoga amal ibadah bapak dan ibu senantiasa mengalir ila yaumil qiyamah. Aamin  

 

Semangat 5 anak yatim dalam berjuang menempuh pendidikan.

Namanya ibu Neneng yang tinggal bersama 5 buah hatinya yang bernama Ikhsanudin (18Th), Aminah (14Th),  Muhammad Yusuf (12Th), Arif Nasrulloh (10Th), Ima Imamah (7Th) di Desa Cisaat Sukabumi-Jawa Barat.

Semenjak suaminya meninggal 7 tahun yang lalu ibu Neneng berjuang menafkahi kelima buah hatinya. Untuk dapat memenuhi kebutuhan biaya sekolah ke lima anaknya ibu neneng berjualan gorengan cireng dan es di belakang sekolah SDN 02  Mangkalaya Cisaat Sukabumi kadang dalam sehari jualannya mendapat keuntungan 20-30 ribu rupiah.

Anak pertama yang bernama Ikhsanudin kini duduk di bangku kelas 3 MAN 2 Sukabumi semenjak masuk di kelas 3 Ikhsan mulai kesulitan untuk membantu ibu berjualan, tak khayal prestasi belajar ikhsanpun sempat menurun dan akhirnya ikhsan memilih untuk fokus belajar.

Anak kedua yang bernama Aminah baru duduk di bangku kelas 3 MTs Yasti 1 Cisaat, aminah hanya dapat membantu ibu selepas pulang sekolah membantu menyelesaikan pekerjaan dirumah, walaupun biaya sekolah Aminah banyak yang tertunggak Aminah tidak patah semangat dalam belajar bahkan disekolah Aminah masuk dalam 10 besar.

Dan ketiga anak Ibu Neneng lainnya sekolah di SDN 02 Mangkalaya Cisaat, Muhammad Yusuf sekarang duduk di bangku kelas 6, dan yang keempat yang bernama Arif Nasrulloh baru duduk di bangku kelas 5 SD, dan Ima Imamah kelas 1 SD, dari ketiga anaknya inilah yang tiap hari membantu ibunya berjualan es dan jajanan ringan di belakang sekolah.

Semenjak di tinggal suami, ibu neneng berjuang keras mencari nafkah agar dapat menyekolahkan anak- anak dan memperbaiki rumah. perjuangan anak-anak dalam menempuh pendidikan sudah sangat luar biasa meski dalam pendidikan sering menunggak namun anak-anak tidak ada yang pernah mengeluh untuk berhenti sekolah, bahkan tak jarang anak kedua yang bernama Aminah sering berjalan pulang pergi kesekolah yang berjarak 2-3 kilometer dari rumah. Kondisi rumah yang ditinggalinya ini pun sudah tak layak huni, pondasi bangunan yang hampir rubuh, kayu-kayu yang sudah banyak dimakan rayap. Bahkan pernah ketika hujan datang disaat lagi memasak kejatuhan genteng dari atas sehingga kami sekeluarga semalaman menahan lapar karena bahan masakan yang kerubuhan genteng tak dapat di makan. Namun bagaimanapun juga kami harus tetap tegar karena saya yakin jika anak-anak saya menjadi anak-anak yang terdidik dalam agama dan pendidikan insya Allah mereka bisa menjadi orang sukses dan dapat membantu orang.

Hal ini kami sampaikan kepada Tim Badan Wakaf Al-Quran, Alhamdulillah melalui uluran tangan para donatur tim Badan Wakaf Al-Quran mendatangi kami pada tanggal 24 Oktober 2017, saya sangat terkejut sekali apa yang dilakukan oleh tim BWA yang rela mendatangi kami di pelosok desa di sukabumi, selama ini kami juga pernah mendapat santunan anak yatim, namun ini sangat berbeda bagi kami dan keluarga. Apa yang tim BWA lakukan bagaikan memperlakukan keluarga sendiri, saat itu tim BWA beserta anak-anak datang kesekolah untuk menyelesaikan seluruh tunggakan dan mnyelesaikan biaya sekolah untuk satu tahun ajaran baru. Tidak hanya itu BWA juga mengajak anak-anak kepasar ketika di ajak berbelanja keperluan sekolah. Anak-anak pun sangat senang sekali dan saya juga merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan Badan Wakaf Al-Quran. Jazakumulloh khoiron katsiron kepada para donatur dan Badan Wakaf Al-Quran semoga pahala senantiasa mengalir kepada donatur sekalian, semoga allah swt limpahkan rezeki yang berlimpah dan selalu di jaga kesehatannya diberikan nikmat iman dan islam. Aamiin

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.