Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Beginilah Derita Warga Tanjung Bahagia Ketika Kemarau Tiba

Sejak awal Juli 2017 kemarau kembali melanda Tanjung Bahagia. Sudah sebulan lebih pula warga Ujung Tanjung Pulau Lembata, NTT, tersebut kembali kesulitan mendapatkan air tawar. Semua air tanah yang ada berasa asin, sama persis dengan air laut.

“Kami mencoba menimba air di beberapa sumur yang ada untuk berwudhu, masya Allah asiiiiin banget, bagaimana untuk konsumsi ini?” ujar mitra lapang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Ustadz Arifuddin Anwar saat survei pertengahan Juli lalu.

Warga yang biasanya mengumpulkan air hujan terpaksa merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli air dari truk tangki untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Truk tangki wakaf dari kaum Muslimin yang digalang BWA pun selalu dikerumuni warga setiap kali datang. Namun daya beli mereka sangat rendah.

“Kami hanya memungut biaya sebatas untuk menutupi biaya operasional karena air yang diambil dari kota Lembata berjarak 30 KM,” lapor Pimpinan Pondok Pesantrean Ikhwanul Mukminin Adonara, NTT tersebut.

Namun,  minoritas nelayan Muslim miskin yang tinggal di Desa Kolipadan; Tagawiti; Palilolon; Dulitukan; Riang Bao dan desa baru Bewutawan Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata tetap saja banyak yang tidak mampu untuk membelinya, sehingga air tak habis terjual. “Maka, kami bagikan saja kepada mereka dan juga ke masjid,” ujarnya.

Tahun lalu, warga keenam desa tersebut mendapatkan donasi biaya transportasi air dari kaum Muslimin melalui BWA.

“Tahun ini mereka menyerbu kami dan berharap agar tahun ini dapat dibantu kembali sumbangan air bersih karena akses air bersih mereka sama sekali tidak ada. Sejak awal Juli dan diprediksikan hingga Desember, wilayah ini mengalami kekeringan yang sangat dan tentu air sumur yang ada pun semakin asin bahkan mengering,” ungkapnya.

Untuk meringankan beban warga, melalui Program Water Action for People (WAfP), BWA mengajak kaum Muslimin berdonasi untuk dropping air bersih di kecamatan Ile Ape ini. Semoga Allah SWT pun akan memudahkan urusan kita baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “...Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat...” (HR Imam Muslim).[]

Nilai Donasi yang Diperlukan:

Sebesar Rp. 375.000.000,- (untuk memenuhi kebutuhan warga selama 5 bulan)

Mitra Lapang:

Ustadz Arifuddin Anwar

Beginilah Derita Warga Tanjung Bahagia Ketika Kemarau Tiba

Update #1 Cerianya warga Ileape menerima bantuan dropping air bersih

Wajah senyum ceria warga kolipadan muncul tatkala mobil tangki yang membawa air dari kota lewoleba yang berjarak kurang lebih 30 KM. Bersama beberapa ibu lainnya yang sedang menunggu giliran jatah air bersih ibu Nurlin tampak berseri-seri saat ditanya ustadz arifudin anwar tentang project dropping air bersih di desanya “neka way leka senang le take? (apakah senang dapat bantuan air?) ujar ustadz Arifudin Anwar. “Senang....”, jawab ibu Nurlin dan juga ibu-ibu yang lain serempak.

Antusiasme warga mendapat dropping air bersih

 

Bagaimana tidak senang, hujan di daerah mereka sangat sedikit sehingga kebaradaan air bersih merupakan hal yang langka bagi warga kolipadan kecamatan lembata NTT. Hal yang sama juga terjadi di desa sekitarnya yakni Dulitukan, Palilolon, dan Tagawiti.

Dropping air ini dimulai sejak bulan Agustus 2017, yang dilakukan bergilir setiap harinya ke desa-desa pesisir utara pulau Lembata NTT. Rencananya project dropping air bersih ini akan terus dilakukan sampai musim hujan tiba yang diperkiran bulan Desember.

Ibu Nurlin saat menerima bantuan air bersih

 

Meskipun di sebagian wilayah Jawa sudah turun hujan, namun diwilayah NTT turunnya hujan merupakan hal yang langka. Bagi warga yang berada, mereka bisa membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari mereka,namun tidak halnya bagi warga yang tidak punya. Solusinya mereka harus antri bahkan sampai malam untuk memperoleh air dari sumur yang ada di kampung hanya untuk sekedar mendapatkan 1 jerigen air.

Saat malampun Droping air terus dilakukan untuk kebutuhan warga

 

Mari berpartisipasi sukseskan dropping air bersih ke minoritas nelayan muslim miskin yang tinggal di Desa Kolipadan; Tagawiti; Palilolon; Dulitukan; Riang Bao dan desa baru Bewutawan Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata tetap saja banyak yang tidak mampu untuk membelinya.

Tiap tetes airnya InsyaAllah akan menjadi pahala yang memberatkan amal kebaikan kita kelak di akhirat! Aamiin []

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.