Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Beginilah Kegigihan Azzam Menghafal 30 Juz Al-Qur’an

Beginilah Kegigihan Azzam Menghafal 30 Juz Al-Qur’an  

Sejak duduk di bangku kelas 1 SMP, M. Azzam Hanif Furqoni. sudah bercita-cita ingin  menjadi seorang hafidz dan melanjutkan pendidikan  ke Kairo, Mesir. Namun cita-cita itu sekadar angan-angan saja bila melihat keterbatasan ekonomi orang tua.


 

Tapi justru keterbatasan itulah yang membuatnya  semakin terpacu untuk lebih giat belajar, terutama menghafal Al-Qur'an. Maka tak aneh saat lulus SMP di salah satu pesantren di Solo yang menentukan target hafal 3 juz, Azzam malah  hafal sampai 8 juz.

Pada 2015,  ia melanjutkan pendidikan ke MAN 2 Surakarta Jurusan IPA. Namun  Azzam tidak putus asa dan tidak kenal lelah untuk menjadi hafidz.  Maka setiap sore sampai malam ia menempa hafalannya di Ma'had Tahfidz Qur'an Abu Bakar Kota Barat Surakarta.  Setiap hari dari sekolah ke ma’had yang berjarak 3 km tersebut ditempuhnya dengan berjalan kaki.

Saat liburan kenaikan kelas 12 pada Ramadhan 2017, Azzam pun bertekad  untuk menyelesaikan hafalannya 30 juz dengan  mengikuti daursh tahfidz di Ma'had Syaraful Haramain Bogor. Dengan izin Allah SWT, ketika liburan berakhir ia sudah bisa menyelesaikan hafalannya sebanyak 30 juz.

Inilah yang menjadi modal bagi Azzam untuk menggapai cita-citanya untuk melanjutkan pendidikannya ke Kairo Mesir. Melalui wasilah para ustadz di Ma'had Syaraful Haramainlah  Azzam dipertemukan dengan ustadz dari Ma'had Ibnu Abbas  Serang Banten yang menghantarkan putra putri Indonesia Belajar ke Kairo Mesir.

Doa dan harapan Azzam pun bersambut dengan tawaran ustadz dari ma'had tersebut untuk bergabung dengan teman-temannya melanjutkan pedidikan ke Kairo melalui program dirasah khashah Ma'had Al Azhar Kairo Tahun Ajaran 2017/2018.

Namun dalam pemberangkatannya, butuh biaya Rp 21 juta untuk biaya pembuatan pasport dan transportasi. Uang sebesar itu tentu saja tak dimiliki oleh ayahanda M Suyatno, karyawan swasta di Jakarta yang berpenghasilan di bawah UMR.

Untuk mengurangi beban keluarga yang berdomisili di Perum BKKBN Blok C Mustikajaya Kec Mustikajaya, Bekasi,  melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi. Sehingga Azzam  bisa meneruskan pendidikannya ke Kairo Mesir. Dan kita semua mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Donasi yang Diperlukan:

Rp 50.804.000,- (Transport Indonesia-Mesir, Boarding selama 6 Bulan )

Mitra Lapang:

Weli Kurniawan

Beginilah Kegigihan Azzam Menghafal 30 Juz Al-Qur’an

Dulu Ngompol di Masjid, Kini Azzam Jadi Imam di Mesir

Anda masih ingat  dengan  M. Azzam Hanif Furqoni? Alumnus MAN 2 Surakarta yang ingin meneruskan kuliah ke Universitas Al-Azhar Kairo. Sejak Oktober 2017, ia sudah berada di negeri kinanah tersebut untuk digembleng kemampuan bahasa Arabnya selama enam bulan ke depan, sebagai salah satu syarat agar dapat kuliah di universitas tersebut.


Siapa sangka, warga Perum BKKBN Blok C Mustikajaya Kec Mustikajaya, Bekasi yang waktu kecil ngompol saat shalat Tarawih di shaf pertama masjid dekat rumah sehingga membikin malu orang tuanya, kini kerap menjadi imam shalat berjamaah di masjid dekat asramanya.

Awalnya, Azzam telat datang shalat Maghrib sehingga hanya kebagian sujud terakhir di rakaat ketiga. Ketika berdiri untuk rakaat pertama, bahunya ditepuk orang yang hendak bermakmum kepadanya.

Usai shalat, orang Mesir yang menjadi makmum menghampiri dan menjabat tangannya sembari berkata, “Shautuka jamil (suaramu bagus)”. Yang lainnya berterima kasih, “Jazakallah khairan katsiran (semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan berlipat ganda)”. Esoknya ketika hendak shalat Shubuh, Azzam disuruh menjadi imam.

“Azzam menolak karena syaikh-syaikh semua, pada hafidz quran mutqin semua, Azzam belum ada apa-apanya,” ujarnya.

Setelah tiga kali ditawari dan ditolak, dengan terpaksa akhirnya Azzam menerimanya. Sejak saat itu ia kerap  Begitulah pengalaman pertama dirinya menjadi imam shalat di Mesir.

Selain itu, prestasinya selama mengikuti bimbingan belajar untuk menentukan level kelas Darul Lughah juga di atas rata-rata. Kelas ini harus diikuti semua calon mahasiswa Universitas Al-Azhar yang tidak masuk level Mutaqaddim (mahir berbahasa Arab). “Total rata-rata nilainya 87, sedangkan total nilai rata-rata kelas hanya 73,” ungkap Mudir Bimbel Markaz Birrul Walidain Ustadz Rio Gunawan Pulungan, Ahad (7/1/2018) di Jalan Jamal Hamdan No. 19 Lantai 1 Nasr City, Kairo.

Berdasarkan hal itu, Azzam direkomendasikan masuk ke kelas Mutawasith (satu level di bawah Mutaqaddim).    

Azzam  pun dihadiahi  kitab sejarah Nabi dan 300 Hadits Bukhari Muslim karena termasuk salah satu dari empat santri teladan. Tetapi harus dihafal. “Hafalan Azzam insya Allah per hari nambah dua hadits,” ungkap pemuda yang sudah hafizh 30 juz Al-Qur’an tersebut.

Azzam merupakan adik asuh program Indonesia Belajar (IB) Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA). Biaya transportasi Indonesia-Mesir dan asrama selama enam bulan merupakan donasi dari kaum Muslimin yang digalang BWA melalui program ini.[] 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.