Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Demi Air Bersih, Setiap Hari Warga Madawau Susuri Bukit dan Lembah

Setelah sukses tahap I dan II, kini proyek pembangunan wakaf sarana air bersih di lereng Gunung Doro Oromboha memasuki tahap III. Pelaksanaan pembangunan tahap III dilakukan untuk Desa Madawau dan Dusun Karaku, Kecamatan Mada Pangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Desa berpenduduk lebih dari 400 KK tersebut mengalami krisis air bersih setiap tahunnya. Nama “Madawau” diambil dari aktivitas keseharian warganya yang harus berjalan sekitar 2-3 kilometer menyusuri perbukitan dan lembah untuk mengambil air di sumber air yang berada di dasar lembah.

Sumber air ini tidak pernah mati sepanjang tahun, namun saat musim kemarau debit airnya sangat kecil sehingga puluhan warga harus antre untuk mendapatkan air bersih dalam mencukupi kebutuhan minum dan masak mereka sehari-hari.


Selain Madawau, pembangunan tahap III juga dilakukan di Dusun Karaku, Desa Manggena’e, Kabupaten Dompu.

Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) telah berhasil menyelesaikan pembangunan tahap pertama di Desa Bumipajo dengan membuat bendungan aliran sungai sumber air yang berfungsi juga sebagai bak penampung. Ada sekitar 550 KK yang sudah merasakan manfaat air bersih.

Sedangkan pembangunan tahap kedua dilakukan di Desa Rora dan Desa Ndano‘nae dengan meneruskan pipanisasi yang telah terpasang sampai ujung Desa Bumipajo dan juga pembangunan bak-bak penampung air di beberapa titik di Desa Bumipajo dan 1 bak utama di Desa Ndano‘nae dan juga bak utama di Desa Rora.

Doroomboha

(Proses pembuatan bak penampung tahap 2)

Pada pembangunan tahap ketiga atau tahap akhir ini, rencananya Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melalui program Water Action For People (WAfP) akan melakukan 4  hal.

Pertama, pipanisasi dari bak penampung di Desa Rora sepanjang 3200 meter  dengan pipa HDPE 2 inci ke Desa Madawau. Kedua, pipanisasi dari Desa Rora ke Dusun Karaku sepanjang 1000 meter dengan pipa HDPE diameter 1,5 inci.

Ketiga, pembangunan bak penampung air sebanyak 3 unit kapasitas 10.000 liter. Keempat, pemasangan dan perbaikan jaringan pipa ke rumah warga Desa Madawau dan Dusun Karaku.   

Doroomboha

(Loading pipa HDPE tahap 2)

Untuk membebaskan warga dari krisis air yang telah mendera puluhan tahun, BWA mengajak kaum Muslimin untuk menyukseskan proyek yang diagendakan berlangsung pada Juli-November 2018 tersebut.

Insya Allah setiap tetes air yang digunakan warga untuk berwudhu atau membasahi tenggorokan mereka karena kehausan akan menjadi saksi dan pemberat amal kebaikan kita kelak di akhirat. Aamiin.[]

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.  1.949.160.000,- 

Partner lapang:

Muhtar Hamid

 

Demi Air Bersih, Setiap Hari Warga Madawau Susuri Bukit dan Lembah

UPDATE #2 : Sebentar Lagi Pipa Ke Desa Madawau Mengaliri Air Bersih

Pembangunan wakaf sarana air bersih untuk Madawau yang dilakukan BWA bersama partner lapang Pak Muhtar, telah dilaksanakan sejak bulan September 2018. Dengan semangat gotong royong, masyarakat membantu BWA membangun bak-bak penampung yang akan menjadi tempat penampungan dan pengaturan aliran air ke rumah-rumah mereka. Memasuki bulan Desember 2018, di NTB memasuki musim penghujan. Sehingga beberapa kali warga harus hujan-hujanan ketika mereka membersihkan dan merenovasi Bak Utama di desa Bumipajo. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat masyarakat dusun Karaku dan desa Madawau untuk mengalirkan air bersih ke rumah-rumah mereka.

Sejak September 2018 hingga awal Januari 2019, BWA bersama masyarakat telah berhasil membangun 4 bak penampung, yaitu di dusun Karaku, dusun Dorowulu, desa Madawau, dan di SDN 32 Dompu. Rencananya 4 bak penampung ini akan menampung aliran air yang telah sampai di bak penampungan di desa Rora. Masyarakat juga telah menyiapkan jalur pipa dan membersihkan semak-semak yang menghalanginya. Selain itu, BWA dan masyarakat di kaki gunung Doro Oromboha ini juga telah berhasil merenovasi instalasi pipa utama dari mata air Madasiwu dan bak utama yang sempat bermasalah karena tertutup lumpur musim penghujan.

Ada perasaan was-was dan pekerjaan sempat terhenti karena pipa yang dikirim dari Jakarta tidak kunjung tiba di Bima. Pasalnya, saat perjalanan, perjalanan truk pengangkut tersebut terhambat kondisi ombak di laut sehingga tidak memungkinkan memungkinkan kapal feri menyebrangkan logistik dan kendaraan ke Bima, NTB. Dengan izin Alloh, akhirnya truk pertama pengangkut pipa HDPE tersebut sampai di Doro Oromboha dengan selamat pada 7 Januari 2019, tinggal 1 truk lagi masih diperjalanan, menurut informasi, pada tanggal 8 januari 2019 masih di Sumbawa Alas. Semoga Alloh subhaanahu wa ta’ala memudahkan truk tersebut sampai ke Doro Oromboha.




Untuk mengalirkan air ke desa Madawau dan dusun Karaku, pekerjaan terakhir yang dibutuhkan adalah penggalian jalur pipa untuk instalasi pipa HDPE. Pekerjaan ini tidak kalah berat dengan membangun bak atau membersihkan serta merenovasi bak utama di desa Bumipajo. Harapannya pipa sepanjang 2700 m dapat terpasang sempurna pada bulan Februari atau awal Maret 2019, sehingga masyarakat dapat merasakan air bersih di musim kemarau nanti. InsyaaAllah.

Selain itu, project Wakaf Sarana Air Bersih tahap #3 di Doro Oromboha ini yang merupakan project terakhir dari 3 tahap pembangunan sarana air bersih di sana. Namun ternyata masih banyak membutuhkan dana, artinya masih terbuka lebar peluang bagi para donatur dan wakif untuk menginfakkan hartanya di jalan Alloh.

Sarana air bersih ini akan mengalirkan air untuk 400 KK, atau sekitar 1200 jiwa. Bayangkan, 1200 jiwa memanfaatkan air yang Anda berwakaf pada sarananya, berapa banyak pahala yang akan mengalir kepada Anda dan orang tercinta Anda. Mari selesaikan project ini dengan semangat lillaahi ta’ala.

UPDATE #1 : Pembangunan Tahap #3 Project Wakaf Sarana Air Bersih Doro Oromboha

Warga dusun Karaku, sebetulnya tidak berada di Kabupaten Bima. Letaknya persis di perbatasan Bima - Dompu. Namun, sulitnya air ternyata tidak dibatasi oleh sekat kabupaten.

Pernah suatu hari, warga dusun Karaku berebut air bersih dengan warga Desa Madawau. Masjid Baaburrahman yang berada di perbatasan kedua wilayah tersebut, sering kali kesulitan air. Dampaknya, para jama'ah pun jadi sulit berwudhu dan bersuci.

Namun, itu cerita lama dari Doro Oromboha. Sejak 2014 lalu, perlahan namun pasti, Badan Wakaf Al-Qur'an bersama masyarakat Doro Oromboha, mulai membangun sarana air bersih berbasis wakaf dari para wakif dan donatur. Dengan semangat ukhuwah dan kemanusiaan, selama 4 tahun, akhirnya Project Doro Oromboha sampai pada pembangunan tahap 3, tahap akhir dari seluruh tahapan pembangunan sarana air bersih di Doro Oromboha.

Di tahap 3 ini, mitra lapang BWA bersama masyarakat Karaku dan Madawau bahu membahu untuk merampungkan project tersebut. Diawali dengan merenovasi Bak Utama di Mata Air Madasiwu, merapihkan jalur pipa, membersihkan dan merenovasi bak pembagi di Bumipajo, kemudian membangun bak di Karaku.

Pekerjaan selanjutnya, membangun instalasi pipa ke Madawau dan Karaku.

Mari sempurnakan sarana air bersih di Doro Oromboha yang akan di rasakan oleh masyarakat 4 desa 1 dusun. Salam dari masyarakat Bumipajo, Rora, Pemukiman, Madawau, dan dusun Karaku untuk para wakif dan donatur sekalian.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 1.949.160.000



19.74%
butuh Rp. 1.564.460.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.