Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Derita Prolaps Uteri, Ibu Meliy Harus Rela Kehilangan Rahimnya

Ibu Meliy Meliyyanti (39 tahun) hanya bisa pasrah ketika dokter menyarankan agar rahimnya diangkat, untuk menghilangkan rasa sakit yang dideritanya selama ini. sakit pada bagian rahim itu ia alami sejak tiga bulan lalu, puncaknya pada akhir April 2018. divagina terasa seperti ada yang mau keluar. Perutnya terasa seperti diperas, sulit duduk, sulit buang air besar, dan bagian bawah punggung terasa sakit.

Akibat rasa sakit yang diderita itu, berulang kali Ibu Meliy sering jatuh pingsan. Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata dia menderita Turun Peranakan atau dalam istilah kedokteran dikenal dengan Prolaps Uteri. Pada bagian rahimnya juga terdapat Kista dan Miom.  

Melilyyanti

(Ibu Meliyyanti sedang berbaring di ruang perawatan)

Turunnya rahim ini disebabkan oleh adanya kelemahan otot-otot dasar panggul (tempat rahim bergantung). Mengapa otot-otot tersebut bisa lemah? Ada beberapa kemungkinan, seperti adanya kelainan bawaan, faktor usia (proses penuaan), atau lantaran masa menopause karena pada masa ini umumnya sudah terjadi kelemahan otot-otot dasar panggul. Masih ada beberapa faktor risiko lain, seperti riwayat melahirkan normal hingga berkali-kali, melahirkan bayi dengan janin besar sekitar 3,8 - 4 kg, melahirkan dengan adanya kondisi penyulit sehingga ibu harus mengejan kuat atau divakum, atau adanya tumor di perut yang kemudian menekan rahim.

Akhirnya pada 09 Mei 2018, Ibu Meliy menjalani operasi pengangkatan rahim. Dirawat satu minggu di rumah sakit dan sekarang masih menjalani kontrol satu pekan sekali ke RSUD Pasar Rebo – Jakarta.

Mustakim (37 tahun) warga Lingkungan Bojong RT 002/019, Kel. Abadijaya, Kec. Sukmajaya – Depok merasa lega istrinya sudah melewati masa kritis. Namun dia sekarang masih terbebani hutang biaya operasi.Kala itu uang tabungan dari hasil kerjanya sebagai supir, habis untuk bayar kontrakan. Sehingga Pak Mustakim memutuskan untuk mencari uang pinjaman. Sebenarnya Ibu Meliy memiliki BPJS, namun waktu itu kondisinya darurat, pingsan dan harus segera dibawa ke rumah sakit sehingga BPJS nya tidak terpakai.

Di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak seluruh kaum muslimin untuk membantu Program Sedekah Kemanusiaan untuk melunasi hutang berobat Ibu Meliy Meliyyanti. Semoga segala pengorbanan para donatur Allah balas dengan pahala yang berlipat.

Partner Lapang : Weli

Donasi yang dibutuhkan : Rp. 45.000.000,-

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.