Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Diprediksi Radang Otak, Santriwati Yatim Ini Masih Koma

“Sampai saat ini, Salsabila Az-Zahra/Caca (16 tahun) masih terbaring koma di ruang PICU RS. PKU Muhammadiyah Solo – Jawa Tengah. Menurut dokter, Caca diprediksi mengalami radang otak dan kemungkinan bisa sadar kembali setelah dua pekan sampai satu bulan masa perawatan di ruang PICU.”

Caca adalah anak dari pasangan (Alm) Bapak Iwan Setiawan (43 tahun) dan Ibu Sumarni (41 tahun) asal Moncongloe, Lappara, Makasar – Sulawesi Selatan. Sehari-hari Caca menjadi seorang Santriwati di KMI NDM (Kulliayytul Mu’allimin Nadlatul Muslimat) Solo – Jawa Tengah. Alhamdulilah Caca sudah hafal 4 juz Al-Quran.

Caca

(Salsabila/Caca Sebelum Sakit)

Sejak dirawat 09 -19 Februari 2018, tagihan biaya pengobatannya sudah mencapai angka 50 juta lebih dan akan terus bertambah lagi. Sumarni, orangtua Caca kesulitan membayar biaya sebesar itu. Penghasilannya dari jualan warung kelontong selama ini hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah anak-anaknya.

Para guru dan santri sudah berusaha menggalang dana untuk Caca, namun masih juah dari cukup. Untuk itu Badan Wakaf Al-Quran mengajak seluruh kaum muslimin membantu biaya pengobatan Caca. Agar Caca bisa kembali pulih dan melanjutkan belajar untuk meraih cita-citanya menjadi seorang Da’i dan penghafal Al-Qur’an.

Semoga bantuan dari para donatur untuk santriwati yatim ini dibalas oleh Allah subhanahu wata’ala dengan sebaik-baiknya balasan yaitu bisa bersanding bersama Rasulullah di Surga kelak.

 

Partnel Lapang : Ustadzah Nafiah

Donasi yang dibutuhkan : 155.300.000,- (Perkiraan biaya pengobatan)

Diprediksi Radang Otak, Santriwati Yatim Ini Masih Koma

Update #1. Satu Bulan Di Ruang NICU, Caca Masih Koma

Satu bulan sudah berlalu, Caca, santriwati yatim ini masih belum sadarkan diri. Dia di rawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah – Solo sejak 8 Februari 2018 karena radang otak yang dideritanya.

Ibunya Caca

(Partner lapang BWA menyerahkan donasi kepada Ibundanya Caca)

Hasil pemeriksaan dokter pada awal Maret menyebutkan bahwa batang otaknya Caca sudah mati. Nafasnya sudah berhenti namun denyut jantungnya masih ada. Akhirnya Caca dipasang ventilator agar tetap bisa bernafas. Sumarni (41 tahun), Ibunda Caca, sudah siap dengan segala kemungkinan terburuk yang akan dialami anak sulungnya itu.

Semula Caca diprediksi tidak akan bertahan lama, namun Allah yang punya kuasa, sampai detik ini Caca masih bertahan. Semoga ini tanda Allah akan memberikan kesembuhan kepada Caca.

Mohon do’a dari seluruh kaum muslimin untuk kesembuhan Caca agar bisa meraih cita-citanya menjadi ustadzah dan penghafal Al Qur’an. Donasi yang terkumpul sudah diserahkan kepada Ibundanya Caca melalui Partner Lapang BWA, Ustadzah Nafiah.

Atas bantuan dana dan do’a, Ibu Sumarni mengucapkan Jazakallah khairan katsir, Insya Allah bantuan dari para donatur sangat membantu Caca. Semoga diberi kebarokahan dalam rejekinya, diberi kesehatan dan keistiqomahan di jalan Allah.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.