Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Kondisi Muslim di Pelosok Kutai Kartanegara Sangat Memprihatinkan

Miris, Islam yang pernah berjaya dan sangat berpengaruh di Kalimantan Timur semasa Kesultanan Kutai dipimpin Sultan Muhammad Muslihuddin (1739-1782), kini kondisnya justru berbalik pasca datangnya penjajah Belanda pada 1844. Selain memporakporandakan pemerintahan Islam, Belanda merampok rempah-rempah seraya menyebarkan agama Kristen.

Meski penjajah telah pergi dan daerah ini masuk ke pelukan NKRI namun kondisi keberislaman warganya masih memprihatinkan tak nampak sama sekali bekas-bekas kejayaan Islamnya. Bahkan siapa yang menyangka bahwa Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kertanegara kini menjadi mayoritas berpenduduk Nasrani.

Namun ketika tim Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) survei pada 14 Desember 2017 lalu  nampak ada geliat dakwah Islam dengan ditandai banyaknya mualaf.  Di desa ini BWA bertemu dengan Ustadz Iqbal. Ia adalah ustadz pembina para mualaf  bahkan satu-satunya pembina para mualaf di Kedang Ipil.

Ustadz Iqbal sendiri sebetulnya bukanlah warga asli situ, ia berasal dari Sinjai. Pada 2013, ketika ia masih kuliah di Jurusan Syariah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah (STISID) Balikpapan ditugaskan oleh ormas dakwah Islam Hidayatullah menjadi dai di desa tersebut.

Lelaki kelahiran 30 Juni 1991 sangat prihatin akan kondisi kaum Muslim di sana terutama para mualaf yang jauh dari pembinaan. Lalu dengan pertimbangan dakwah,  pada 20 Maret 2014, ial memutuskan untuk menikahi gadis setempat dan menetap untuk membina para mualaf.

Warga sangat senang dengan pernikahan tersebut. “Alasannya karena dengan menikah maka saya akan tinggal selamnya di kampung mereka untuk mengajari mereka yang belum paham tenatang Islam,” bebernya.

Kepada BWA, ia mengeluhkan akan kondisi sangat minimnya pembinaan dan juga kelangkaan Al-Qur’an di Kedang Ipil.

Kondisi memprihatinkan nampak pula di Desa Jonggon, Kecamatan Loa Kulu. Warga setempat meskipun umumnya beragama Islam tetapi banyak yang belum tahu tata cara shalat. Kepala Suku Dayak Basap Muhammad Holansyah mengaku dirinya dan keluarga besarnya pada tahun 1997 masuk Islam di hadapan naib Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Sayangnya, mereka tidak dibina secara berkesinambungan. Sehingga untuk sekadar memahami tatacara shalat dan wudhu sangat merasa kesulitan.  Ia mengaku pernah memiliki buku tuntunan shalat yang ditinggalkan oleh pengurus  KUA, ketika buku itu ada dirinya merasa sangat terbantu untuk bisa mempelajari tata cara shalat, wudhu dan sebagainya,  tapi saat ini tidak tahu di mana kebaradaan buku tersebut, apa mungkin dipinjam oleh kerabatnya untuk dipelajari atau mungkin hilang ke mana.

Kondisi yang tak kalah memprihatinkan juga tampak di Muara Kaman dan kecamatan lainnya di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain banyak yang belum bisa membaca Al-Qur’an, dan parahnya, menurut salah satu pengurus masjid di desa itu, ada pula warga yang menganut paham bahwa Islam hanya cukup diyakini saja, tidak perlu shalat dan menjalankan ibadah lainnya.

Al-Qur’an Road Trip

Untuk itu, Badan Wakaf Al-Qur’an berencana mengadakan proyek Al-Qur’an Road Trip ke berbagai pelosok desa di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan menargetkan mendistribusikan sekitar 50 ribu Al-Qur’an wakaf plus 20 ribu buku Iqra’ wakaf.

Termasuk dalam proyek ini juga, Ustadz Iqbal akan menjadi motor penggerak pembinaan dan pengiriman da’i ke ke Kutai melalui program dauroh, pelatihan guru TPA, pembinaan da’i dan mubaligh serta pengiriman dan pembiayaan da’i lokal untuk melaksanakan pembinaan.

Ditargetkan proyek ini dapat dilangsungkan pada Desember 2018.

Anda dapat berpartisipasi walau dengan satu eksemplar wakaf Al Qur’an, Insya Allah Al-Qur’an wakaf Anda akan bermanfaat untuk menjaga akidah dan menumbuhkan semangat saudara-saudara kita yang ada di pedalaman Provinsi Kalimantan Timur.

Ingat, membaca satu huruf Al-Qur’an diganjar dengan 10 kebaikan, tentunya sebagai mualaf membaca Al-Qur’an tidak hanya sekali, namun berkali-kali sampai mereka paham dan bisa. Tentunya pahalanya akan besar sekali. Untuk itu Anda harus ikut![]

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp 5 miliar (50 ribu Al-Qur’an wakaf dan pembinaan plus 20 ribu buku Iqra’)

Partner Lapang:

Ustadz Iqbal 

Kondisi Muslim di Pelosok Kutai Kartanegara Sangat Memprihatinkan

Update #2 Mualaf Suku Dayak Basap.

Pak Holansyah. Beliau adalah kepala adat dari suku Dayak Basap, banyak sekali kisah beliau yang di ceritakan kapada saya, di antaranya adalah proses beliau memutuskan untuk memeluk Islam.

Akan tetapi beliau juga sangat menyayangkan akan kondisi dirinya. Keluarganya dan beberapa rakyatnya yang juga mengikuti beliau untuk memeluk Islam, karena hingga saat ini beliau sendiri belum pernah mendapatkan bimbingan yang maksimal, sejak menjadi mualaf sampai saat ini, bagaimana tidak?

Seperti yang di tuturkan oleh beliau sendiri, bawa beliau hingga saat ini untuk membaca Al-fatihah saja masih kesulitan, apa lagi akan mengamalkan ibadah-ibadah yang lain.

Kondisi ini mungkin juga terjadi di kalangan pengikutnya yang juga tidak pernah mendapatkan pembinaan secara baik untuk terus mendalami Islam itu sendiri.

Beliau sampaikan kepada saya, bahwa beliau sangat berharap akan ada para da'i yang dengan sukarela aktif memberikan bimbingan secara rutin kepadanya, keluarganya dan juga masyarakat dari suku dayak Basap lainnya yang sejak awal mengikuti beliau untuk memeluk Islam.

Beliaupun menyampaikan, sangat membutuhkan buku-buku ringan tentang fiqih/tuntunan sholat yang bisa beliau manfaatkan untuk belajar lebih dalam tentang ibadah dan kewajiban-kewajiban lain setelah beliau masuk islam. Terutama buku-buku yang didalamnya terdapat huruf latin mengenai bacaan-bacaan tata cara ibadahnya dan juga makna/terjemahannya untuk supaya mudah di pahami, karna beliau belum bisa untuk membaca huruf Arab.

---

Pak Holansyah (sebelah kanan) kepala suku dayak basap,, alhamdulillah mulai dari beliau banyak yang menjadi mualaf di desa Jonggon Kampung, melalui beliau juga masuk pemekaran Jonggon D yang belum masuk dalam peta Kaltim, Jonggon D dihuni oleh masyarakat eksodus dari Aceh sejak insiden GAM (Gerakan Aceh Merdeka) 2002 lalu kini keberadaannya ada sekitar 250 kk

Mari wujudkan harapan mereka dengan berwakaf Al-Qur’an. Insya Allah akan menjadi investasi yang mengalirkan banyak pahala walau kita telah tiada.

Update #2 Mualaf Suku Dayak Basap.

(Weli Kurniawan & Pak Holansyah)

Pak Holansyah. Beliau adalah kepala adat dari suku Dayak Basap, banyak sekali kisah beliau yang di ceritakan kapada saya, di antaranya adalah proses beliau memutuskan untuk memeluk Islam.

Akan tetapi beliau juga sangat menyayangkan akan kondisi dirinya. Keluarganya dan beberapa rakyatnya yang juga mengikuti beliau untuk memeluk Islam, karena hingga saat ini beliau sendiri belum pernah mendapatkan bimbingan yang maksimal, sejak menjadi mualaf sampai saat ini, bagaimana tidak?

Seperti yang di tuturkan oleh beliau sendiri, bawa beliau hingga saat ini untuk membaca Al-fatihah saja masih kesulitan, apa lagi akan mengamalkan ibadah-ibadah yang lain.

Kondisi ini mungkin juga terjadi di kalangan pengikutnya yang juga tidak pernah mendapatkan pembinaan secara baik untuk terus mendalami Islam itu sendiri.

Beliau sampaikan kepada saya, bahwa beliau sangat berharap akan ada para da'i yang dengan sukarela aktif memberikan bimbingan secara rutin kepadanya, keluarganya dan juga masyarakat dari suku dayak Basap lainnya yang sejak awal mengikuti beliau untuk memeluk Islam.

Beliaupun menyampaikan, sangat membutuhkan buku-buku ringan tentang fiqih/tuntunan sholat yang bisa beliau manfaatkan untuk belajar lebih dalam tentang ibadah dan kewajiban-kewajiban lain setelah beliau masuk islam. Terutama buku-buku yang didalamnya terdapat huruf latin mengenai bacaan-bacaan tata cara ibadahnya dan juga makna/terjemahannya untuk supaya mudah di pahami, karna beliau belum bisa untuk membaca huruf Arab.

---

Pak Holansyah (sebelah kanan) kepala suku dayak basap,, alhamdulillah mulai dari beliau banyak yang menjadi mualaf di desa Jonggon Kampung, melalui beliau juga masuk pemekaran Jonggon D yang belum masuk dalam peta Kaltim, Jonggon D dihuni oleh masyarakat eksodus dari Aceh sejak insiden GAM (Gerakan Aceh Merdeka) 2002 lalu kini keberadaannya ada sekitar 250 kk

Mari wujudkan harapan mereka dengan berwakaf Al-Qur’an. Insya Allah akan menjadi investasi yang mengalirkan banyak pahala walau kita telah tiada.

Distribusi Tahap #1 Bangkitkan Semangat Mengaji Mualaf Suku Dayak Kutai

Alhamdulillah kami dari Tim Badan Wakaf Al-Quran melaksanakan pendistribusian tahap #1 sebanyak 8000 alquran + 480 iqra, diantaranya untuk di distribusikan 3000 di kabupaten kutai kartanegara,  2000 Al-Quran di Balikpapan, 2000 Al-Quran di Samarinda, plus 1000 Al-Quran di Bontang.

Pendistribusian kami mulai hari Sabtu tgl 13/10/2018 sampai tanggal 19/10/2018,

Jalan terjal dan berbatu menjadi tantangan tersendiri saat mendistribusikan Al-Quran hingga ke pelosok Desa.

Salah satunya di desa Kedang Ipil, Kutai Kartanegara, yang merupakan desa binaan para muallaf.

Hampir setahun lamanya masyarakat menanti datangnya Al-Quran semenjak survey pertama tim BWA. Alhamdulillah datangnya Al-Quran adik-adik dan orang tua senang karena Al-Quran yang di bagikan boleh langsung di bawa pulang.

Dari salah satu penuturan mualaf di Desa kedang ipil yang bernama pak Yehdi beliau mengungkapkan rasa haru dan syukur kepada Allah SWT karena selama ia menjadi mualaf 8 tahun yang lalu ia sangat bingung untuk apa ia menjadi muslim, kitab suci Al-Quran tidak punya, sholat belum bisa, karena belum terbina. Hingga akhirnya sudah tiga tahun ini beliau ikut dalam binaan ustd Iqbal di masjid Baitul Amin.

Sekarang adik-adik bisa belajar mengaji tanpa bergantian meminjam kitab suci Al-Qur’an di masjid.

Alhamdulillah Semoga Al-Qur’an ini menjadi benteng untuk memperkuat aqidah umat muslim & Mualaf disana.

Terimakasih kepada para wakif Badan Wakaf Al-Quran yang telah mewakafkan Al-Qurannya semoga menjadi investasi pahala jariyah ila yaumil qiyamaah aamiin.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 5.000.000.000



26.21%
butuh Rp. 3.689.600.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.