Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Menghapus Mitos Gunungkidul Sulit Air

Warga Karangnongko mengangkut air dari dusun Tlogowarak

Setelah berhasil mengangkat dan mengalirkan air dari sungai bawah tanah di gua Pego, dusun Tlogowarak dan ketiga dusun di desa Giripurwo (lihat disini). 

Juga setelah melihat potensi air yang berhasil diangkat dari dasar gua cukup besar, Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) berencana mengembangkan project wakaf sarana air bersih  ini agar bisa mengalirkan air ke dua dusun lainnya di desa tersebut yakni  Karangnongko dan Temon. Kedua dusun ini dihuni 275 KK atau sekitar 1200 jiwa.

Jarak dusun Karangnongko dari bak penampungan di bukit Doleng 1 dekat Gua Pego sekitar 3,5 Km. Sistem yang akan diterapkan dalam pendistribusian airnya sama dengan sistem distribusi untuk dusun sebelumnya yakni menggunakan sistem gravitasi.

Pengangkatan Air dari Mulut Gua Pego Gunung Kidul

Adapun rencana pengembangan project ini adalah sebagai berikut: 

  • Memperbesar kapasitas pengangkatan air dengan menambahkan pompa air jenis pompa transfer dari bak mulut gua ke bak di atas bukit, saat ini waktu yang dibutuhkan sekitar 6-7 jam untuk mengisi penuh bak Doleng 1 (48.000 liter). Sementara kemampuan pompa submersible mengangkat air dari dasar gua ke bak penampungan di mulut gua (48.000 liter) hanya butuh waktu sekitar 2 jam.
  • Membangun sistem distribusi ke Karangnongko dan Temon dengan rincian sebagai berikut:
    • Membangun bak utama dusun untuk Karangnongko dan Temon yang berkapasitas 30.000 liter. Bak dusun ini akan dibangun di atas bukit.
    • Pipanisasi dari bak utama di Doleng 1 ke bak utama dusun Karangnongko dan Temon sejauh 3.5 km.
    • Membangun 9 unit hidran umum (water shop).
  • Untuk menopang sarana air bersih ke lima dusun di desa Giripurwo ini dapat bekerja optimal maka perlu mengganti genset yang ada sekarang dengan genset baru yang memiliki kapasitas sekitar 85 KVA.

Untuk itu dibutuhkan dukungan wakaf dari Anda. Sehingga mitos sulit air bersih itu terhapus pula di Karangnongko dan Temon dan jangan lupa project wakaf ini akan membuat semakin berlimpahnya pahala yang Anda dapat. []

Donasi yang dibutuhkan:

Rp 957.000.000,- (Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Juta Rupiah).   

Partner lapang:

Sunarto

Project ini didukung oleh

MAZISKA Pelindo II         

 

Menghapus Mitos Gunungkidul Sulit Air

Update #11 : PERESMIAN WAKAF SARANA AIR BERSIH GUNUNGKIDUL II (SAD QUSAIBAH III)

BWA-WAfP. Sejak Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) berhasil mengangkat air sungai bawah tanah di gua Pego dusun Tlogowarak desa Giripurwo kecamatan Purwosari pada tahun 2012, Kini air tersebut sudah dapat dinikmati oleh 5 dusun yakni dusun Tlogowarak, Kacangan dan Jlumbang. Dua dusun terakhir yang mendapatkan fasilitas aliran air adalah dusun Karangnongko dan dusun Temon.


Gunung Kidul

Pembina Badan Wakaf Al Qur'an Ust. Hari Moekti & M. Ichsan Salam Direktur Keuangan & Operasional bersama warga Gunung Kidul meresmikan project Wakaf Sarana Air Bersih SAD Qusaibah #3 untuk warga Dusun Karangnongko & Temon.

Gunung Kidul

Bersama warga Karangnongko & Temon Gunung Kidul.

SAD Qusaibah

Foto bersama pengurus Badan Wakaf Al Qur'an, Tokoh & masyarakat Gunung Kidul.

Wakaf sarana air bersih tahap kedua untuk dusun Krangnongko dan Temon ini dinamai “Sad Qusaibah III”, dan diresmikan pada tanggal 19 Oktober 2015 di halaman kantor dusun Karangnongko, desa Giripurwo Kecamatan Purwosari Kabupaten Gunungkidul. Peresmian ini di hadiri tokoh masyarakat, wakif, dan undangan dari kalangan pejabat dan aparatur desa, kecamatan dan kabupaten Gunung Kidul.

Untuk memberikan layanan kepada warga masyarakat, dibangun 5 watershop (hidran umum)  di dusun Karangnongko, dan 4 watershop di dusun Temon. Project di dua dusun ini menerapkan teknologi prepaid system yang memudahkan warga memperoleh air di watershop (hidran umum) yang tersebar di daerah mereka. Dengan prepaid system ini memudahkan manajemen keuangan guna menutup biaya perawatan mesin pompa, genset dan juga membayar honor pengelola dilapangan.

Yang menarik terhadap prepaid system yang dipakai, warga akan mendapatkan NFC Tag (generasi terbaru teknologi RFID). Warga harus membeli pulsa sebagai deposit. Ketika membutuhkan air, warga tinggal menempelkan NFC tag di watershop (hidran umum) dan memilih jumlah liter yang dibutuhkan sesuai deposit yang ada.

System ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan dan memudahkan dalam mengontrol pengeluaran air. Dana yang terkumpulpun diharapkan dapat membiayai operasional dan biaya perawatan yang relatif mahal.

Pada akhirnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak dan para wakif khususnya MAZISKA Pelindo II, Angkasa Pura, UPZ Kemenkeu, LIZ Indosat dan CIMB Niaga Syariah, serta para wakif lain. Semoga Allah akan membalas dengan limpahan pahala yang terus mengalir.

Update #10: Warga Gotong Royong Pasang Sistem Header, Pipanisasi dan Mesin Pompa

BWA-WAfP. Warga dusun Karangnongko dan Temon bersama tenaga ahli gotong royong memasang sistem header, pipanisasi dan mesin pompa air dari dari Doleng I  ke Bukit Njeruk, dari 22 April hingga 4 Mei di Gunungkidul, DIY.

Gotong Royong Pasang Pipa

Ustadz Hari Moekti dari BWA bersama Warga dan tim Ahli bergotong royong memasang pipa HDPE di daerah bukti Doleng 1 dusun Telogo Warak, Gunugn Kidul - DIY.

Sistem header  (tabung pendistribusi air) dipasang di bak penampung utama di atas bukit gua Pego (Doleng I). Tabung yang memiliki satu pipa input dari Doleng I dan enam pipa output tersebut berfungsi untuk mengalirkan air secara merata dengan menggunakan gaya gravitasi ke bak-bak penampung air ---yang salah satunya untuk dialirkan ke bak penampung di Bukit Njeruk.

Lalu, pipa elastis HDPE yang panjangnya sekitar 3500 meter dipasang warga dari salah satu lubang output sistem header ke bak penampung Bukit Njeruk. Mereka juga memasang mesin pompa CNP Centrypugal Pump di Bukit Njeruk.

“Dengan demikian, pembangunan sarana air bersih Gunungkidul II sudah rampung 40 persen,” ujar Darminto, penanggung jawab project wakaf sarana air bersih dari Badan Wakaf Al-Qur’an.

Sedangkan yang 60 persen lagi berupa pemasangan mesin digital water meter, bangunan watershop, dan distribusi air dari bak Njeruk ke watershop.

Mari terus berpartisipasi untuk menyukseskan wakaf sarana air bersih di dusun Temon dan Karangnongko ini. Setiap tetes air yang digunakan untuk kelangsungan hidup saudara-saudara kita akan diganjar pahala yang besar disisi Allah SWT sepanjang masa, bukankah ini yang kita cari di dunia.

Update #9: Pipa Sudah Datang dan Siap Dipasang

Pipa HDPE sepanjang 3500 meter dari Bekasi, Jawa Barat, sudah datang dan siap dipasang. Pipa tersebut akan digunakan untuk pipanisasi sarana air bersih dari Bak Doleng I Dusun Tlogowarak menuju Bak Dusun Karangnongko dan Dusun  Temon di Bukit Njeruk. “Insya Allah awal April akan dipasang,” ujar Darminto, penanggung jawab project wakaf sarana air bersih Gunungkidul II, Rabu (25/3) di Gunungkidul, DIY.

E - Newsletter BWA | Edisi Februari - Maret 2015

Setelah pipa terpasang maka akan dilanjutkan dengan penyetelan (setting) pompa isap (pompa transfer) untuk membantu aliran air sepanjang 3,5 Kilometer tersebut. “Setelah itu semua beres, akan dilanjutkan dengan pembangunan sembilan depot air bersih (water shop) yang tersebar di Dusun Karangnongko dan Dusun Temon,” beber Darminto.

Project wakaf sarana air bersih Gunungkidul II merupakan realisasi dari program Water Action for People (WAfP) Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA). Selain didukung kaum Muslimin secara perorangan, project ini juga didukung oleh CIMB Niaga Syariah, LAZ Indosat, Mazizka Pelindo II dan UPZ Kemenkeu.

Targetnya pada Juni mendatang project pembangunan wakaf sarana air bersih untuk kedua dusun tersebut rampung. “Mohon doa dari kaum Muslimin agar proses pengerjaan wakaf sarana air bersih Gunungkidul II berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana,” pungkas Darminto. Aamiin.[]0

Update #7 Menyusuri Goa Pego untuk Memastikan Suplai Air Cukup

BWA-WAfP. Demi memastikan project wakaf sarana air bersih Gunung Kidul #2 untuk Dusun Karangnongko dan Dusun Temon mendapatkan suplai air yang cukup, maka pada 8 Nopember 2014, Tim Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) kembali masuk ke sungai bawah tanah di Gua Pego Desa Giri Purwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

 

BWA-WAfP. GunungKidul 2 Gua Pego, Darminto dan MusrifahDarminto, penanggung jawab project WAfP Gunung Kidul 2 bersama Ibu Musrifah, Wakif asal Gunung Kidul Menyusuri Gua Pego yang sempit.

Kesimpulannya, air yang tersedia sangat berlimpah. Sehingga bisa dialirkan untuk kedua dusun tersebut dan sama sekali tidak akan mengganggu suplai air untuk tiga dusun yang sebelumnya telah menikmati project wakaf sarana air bersih Gunung Kidul #1,  yakni Tlogowarak, Jlumbang dan Kacangan.

Jumlah penduduk di dusun Karangnongko dan dusun Temon sekitar 1200 jiwa, sementara penduduk tiga dusun lainnya sekitar 800 jiwa. Dengan asumsi satu jiwa memerlukan sekitar 100 liter perhari maka diperlukan air sebanyak 2.000 liter .

 “Jelas air sangat berlimpah, karena kebutuhan air per hari hanya 2.000 liter, sementara tampungan air dalam bendungan bawah tanah lebih dari 1.800 meter kubik dengan aliran sungai bawah tanah yang terus mengalir 24 jam tiada henti” ungkap Darminto, penanggung jawab project dari BWA.

Pada 2012, BWA  telah membangun bendungan di dasar Gua Pego sehingga dapat menampung aliran sungai bawah tanah yang berada di dasar Gua Pego. Bendungan yang dibangun setinggi 6 meter dengan ketebalan dinding bendungan 50 cm, sementara diameter gua sekitar 20 m.  secara sederhana dapat dihitung volume air yang tertampung dalam bendungan bawah tanah ini sekitar 1.880 meter kubik atau setara dengan 1.880.000 liter.

Dengan debit air sungai bawah tanah sekitar 14 liter per detik dan air mengalir terus 24 jam tiada henti maka volume air dalam bendungan dipastikan meluber.  Kemana luberan air tersebut mengalir ?  “Masuk kembali kedalam aliran sungai bawah tanah menuju pantai laut Selatan” ujar Darminto, penanggung jawab project dari BWA.

Mari terus berpartisipasi untuk menyukseskan wakaf sarana air bersih di dusun Temon dan Karangnongko ini. Setiap tetes air yang digunakan untuk kelangsungan hidup saudara-saudara kita akan diganjar pahala yang besar disisi Allah SWT, bukankah ini yang kita cari di dunia?[]

Project ini didukung oleh :

  MAZISKA PELINDO II          

Update #7 Digital Water Meter Lengkapi Sarana Air Bersih Gunung Kidul #2

BWA-WAfP. Digital water meter(DWM) yang di desain dan dibangun oleh Trianto dari Country Technology Yogyakarta, sudah 80%, saat ini sedang sinkronisasi master-slave untuk hidran umum dan uji coba agent tools. Yakni alat untuk isi ulang (reload) pulsa air prabayar yang sudah lebih dahulu siap dan tinggal dihubungkan ke sistem di situs internet. Tujuan tersambung melalui internet adalah untuk memudahkan monitoring sistem sarana air bersih di Gunung Kidul.

Digital Water Meter

Contoh Digital Water Meter (DWM) saat Triyanto dan tim melakukan simulasi penggunaan alat tersebut di BWA, Jakarta.

“Jadi meskipun lokasi project di Yogya, kita tetap dapat memantau suplai air di dari kantor di Jakarta,” ungkap Darminto, penanggung jawab project wakaf sarana air bersih Karangnongko dan Temon, Senin (8/9) di Kantor Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), Tebet, Jakarta Selatan.

Menurut perancang sistem DWM, Trianto,9 (sembilan) hidran umum terkoneksi dengan GSM module yang akan memberikan laporan berkala ke kantor BWA di Jakarta melalui jaringan internet dari setiap aktivitas transaksi pembelian air di masing-masing hidran umum tersebut.

“Dan koneksihidran umum atau watershop dengan GSM module menggunakan sistem koneksi  tanpa kabel (wireless conection),” kata Trianto.

Adapun pembangunan fisik hidran umum (watershop) rencananya mulai dikerjakan pada pertengahan September 2014 ini. Bangunan hidran umum memiliki ukuran luas lantai 1,75 X 2, direncanakan rampung selama sebulan. Sehingga pada pertengahan Oktober mendatang, diharapkan sistem DWM dapat dipasang.

Implementasi teknologi DWM merupakan bentuk pengembangan pengelolaan air dan sarana wakaf air bersih yang dilakukan BWA. Hal inididasari pengalaman bahwa masyarakat desa membutuhkan dukungan pengelolaan yang baik dalam memanfaatkan teknologi sarana air bersih. Bila tidak maka peralatan yang sudah dibangun di sana seperti Pompa Submersible, Genset, Pompa Transfer dan beberapa peralatan lainnya akan terbengkalai. Oleh karena itu monitoring dan collecting dana pembelian air dari warga harus terpantau dengan baik, sehingga saat terjadi kerusakan tersedia dana yang cukup untuk melakukan pebaikan.

Dengan diimplementasikannya kansistemini, diharapkanwarga semakin mudah mendapatkan air bersih sesuai kebutuhan mereka. Serta yang tak kalah pentingnya, nadzir wakaf (pengelola harta wakaf) memiliki pemasukan untuk biaya operasional dan perawatan sarana air bersih setiap bulannya.

Sehingga sarana air bersih ini akan lebih lestari, warga dapat mengambil air tiap hari dan pahala untuk wakif pun tiada henti.[]

Update #6 : Bak Utama dan Ruang Kendali Sarana Air Bersih Karangnongko Rampung

Gotong royong warga dalam membangun bak utama dan ruang kendali di Bukit Njeruk Dusun Karangnongko sudah rampung. “Pekerjaan pembangunan sudah rampung, tinggal pemasangan pintu, saat ini sedang dikerjakan,” ujar pelaksana pembangunan sipil Aga Ardiasyah, Rabu (25/6) di Dusun Karangnongko, Desa Giri Purwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

WAFP-Badan Wakaf Alqura'an

Tim Badan Wakaf Alqur'an meninjau Bak yang telah selesai dibangun (25/6).

Bak utama yang berkapasitas 30.000 liter ini adalah bak penampung air yang akan mengalirkan air ke hidran umum atau watershop di Dusun Karangnongko dan Dusun Temon di Desa Giri Purwo.

Rencana pembangunan watershop bertambah satu unit dari rencana semula delapan menjadi sembilan. Hal ini dikarenakan ada satu wilayah yang harus memiliki watershop sendiri. Lantaran lokasinya dihalangi bukit, sehingga menyulitkan warga untuk mengambil air bila harus ke tempat lain.

Secara teknis watershop tinggal dibangun, karena gambar sipil sudah disiapkan. Sembari mengumpulkan dana wakaf dari kaum Muslimin di bulan Ramadhan yang penuh berkah, pembangunannya akan dimulai usai perayaan Idul Fitri 1435 Hijriah.

Mari bergabung dengan ratusan wakif yang telah berwakaf bersama Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), khususnya dalam project wakaf sarana air bersih di dua dusun yang masih membutuhkan banyak biaya ini.

Dari setiap tetes air yang digunakan warga, pahala akan terus mengalir kepada Anda meski nyawa telah berpisah dengan raga. Bukankah pahala yang kita cari selama di dunia ini untuk bekal menghadap Ilahi? Apalagi di bulan Ramadhan ini, bulan obral pahala dari Rabbul Izzati. Tidakkah Anda ingin berwakaf (lagi)[]

Project ini didukung oleh :

MAZISKA PELINDO II 

Update # 5 : WargaGotong Royong Bangun Bak Utama Sarana Air Bersih Dusun Karangnongko

Puluhan warga Dusun Karangnongko dan Dusun Temon bergotong royong membangun bak utama penampung air yang berkapasitas sekitar 30.000 liter. Bapak-bapak dan ibu-ibu bahu membahu mengangkat batu dan juga pasir ke lokasi pembangunan yang berada atas bukit Karangnongko, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Gotong Royong GK

Saat warga gotong royong mengangkat batu untuk membangun Bak yang berkapasitas 30 rb liter

Bak ini berfungsi untuk menampung air yang dialirkan dari bak utama di doleng I yang terletak di DusunTlogowarak yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari Karangnongko. Dari bak penampung ini, air akan dialirkan ke Karangnongko dan Dusun Temon yang dihuni sekitar  275 KK (sekitar 1200 jiwa).

Dimasing-masing dusun, akan dibangun watershop, yakni tempat warga mengambil air. Satu watershop untuk dua RT. Dengan adanya watershop ini warga akan lebih mudah mengambil air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Gotong Royong GK 1

Seorang Warga Sedang menumpahkan semen dari mesing pengaduk semen

Disebelah bak utama ini, dibangun juga powerhouse untuk menyimpan panel control dari alat digital watermeter, pompa transfer horizontal yang berfungsi untuk mengalirkan air dari bak utama di doleng I ke bak Karangnongko. Juga sebagai tempat istirahat pengelola wakaf sarana air bersih ini.

Menurut pelaksana pembangunan sipil project ini Aga Ardiansyah, pekerjaan pembangunan bak ditargetkan selesai dalam tiga pekan, bila cuaca mendukung. “Jadi, insyaAllah akhir Mei pembangunan bak selesai,”, ujarnya, Selasa (13/5).

Bak

Inilah bak yang berkapasitas 30.000 liter yang di bangun warga secara bergotong royong

Setelah pembangunan bak utama dusun dan powerhouse, akan dilanjutkan dengan pembangunan 9 watershop di titik-titik yang telah ditentukan oleh warga saat tim BWA survei pada Maret yang lalu.

“Jumlah watershop bertambah menjadi 9 titik karena ada satu daerah yang terpisah dari warga yang lain yang terpisah dengan bukit sehingga harus dibuat tambahan satu watershop,” ungkap Darminto, penanggung jawab project BWA.

Melalui program Water Action for People (WAfP) ini, hidupkan keceriaan mereka dengan wakaf Anda. Setiap tetes air yang mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan ibadah mengalirkan pahala sepanjang masa kepada Anda. []

Update # 4 : WargaGotong Royong Bangun Bak Utama Sarana Air Bersih Dusun Karangnongko

Puluhan warga Dusun Karangnongko dan Dusun Temon bergotong royong membangun bak utama penampung air yang berkapasitas sekitar 30.000 liter. Bapak-bapak dan ibu-ibu bahu membahu mengangkat batu dan juga pasir ke lokasi pembangunan yang berada atas bukit Karangnongko, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Gotong Royong GK

Saat warga gotong royong mengangkat batu untuk membangun Bak yang berkapasitas 30 rb liter

Bak ini berfungsi untuk menampung air yang dialirkan dari bak utama di doleng I yang terletak di DusunTlogowarak yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari Karangnongko. Dari bak penampung ini, air akan dialirkan ke Karangnongko dan Dusun Temon yang dihuni sekitar  275 KK (sekitar 1200 jiwa).

Dimasing-masing dusun, akan dibangun watershop, yakni tempat warga mengambil air. Satu watershop untuk dua RT. Dengan adanya watershop ini warga akan lebih mudah mengambil air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Disebelah bak utama ini, dibangun juga powerhouse untuk menyimpan panel control dari alat digital watermeter, pompa transfer horizontal yang berfungsi untuk mengalirkan air dari bak utama di doleng I ke bak Karangnongko. Juga sebagai tempat istirahat pengelola wakaf sarana air bersih ini.

Menurut pelaksana pembangunan sipil project ini Aga Ardiansyah, pekerjaan pembangunan bak ditargetkan selesai dalam tiga pekan, bila cuaca mendukung. “Jadi, insyaAllah akhir Mei pembangunan bak selesai,”, ujarnya, Selasa (13/5).

Setelah pembangunan bak utama dusun dan powerhouse, akan dilanjutkan dengan pembangunan 9 watershop di titik-titik yang telah ditentukan oleh warga saat tim BWA survei pada Maret yang lalu.

“Jumlah watershop bertambah menjadi 9 titik karena ada satu daerah yang terpisah dari warga yang lain yang terpisah dengan bukit sehingga harus dibuat tambahan satu watershop,” ungkap Darminto, penanggung jawab project BWA.

Melalui program Water Action for People (WAfP) ini, hidupkan keceriaan mereka dengan wakaf Anda. Setiap tetes air yang mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan ibadah mengalirkan pahala sepanjang masa kepada Anda. []

Update #3 Survei Teknis Tentukan Lokasi Bak dan Watershop

BWA-WAfP. Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melakukan survei teknis untuk menentukan lokasi pembangunan bak dan delapan titik watershop di Dusun Karang Nongko dan  Dusun Temon.

Pengukuran Untuk watershopDarminto (Tim Program BWA) Sedang melakukan pengukuran tempat WaterShop

“Sehingga dapat menentukan jenis alat wireless yang akan dipakai untuk koneksi antar watershop dengan bak utama yang terhubung langsung dengan pusat,” ujar Ketua Country Technology Trianto, yang bertugas menangani pembangunan sistem digital water meter, Kamis (19/3) di Dusun Karang Nongko, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Melihat kondisi geografis kedua dusun yang berbukit dan dipenuhi pepohonan, Trianto memutuskan alat wireless yang dipakai setidaknya dapat menjangkau sampai jarak 1 KM, agar koneksinya lebih kuat.

Pada kesempatan itu, BWA pun mengajak kontraktor pekerjaan sipil. “Jenis dan pondasi bak penampung yang dibuat akan disesuaikan dengan jenis tanah Gunungkidul yang berbatu dan sering gempa,” ungkap Aga Ardiansyah, kontraktor sipil.

Bak penampung berkapasitas 30 meter kubik tersebut terletak di atas bukit Njeruk Dusun Karangnongko. Supardi, wakif lahan yang akan digunakan bak penampung pun nampak hadir dalam survei tersebut.

Kakek yang berusia sekitar 60 tahun ini sangat senang dan ikhlas jika lahannya seluas 8 x 8 meter bisa dipakai untuk bak utama sarana air bersih ini. “Semoga menjadi tabungan amal saya nanti” ujarnya.

Sekretaris Desa Giripurwo Pratiwo yang turut hadir dalam survei tersebut menyatakan warga Purwosari seperti menemukan harapan kehidupan baru ketika tim BWA berhasil mengangkat air ke permukaan tanah dari Gua Pego pada 2012 lalu.  

Pengukuran Untuk Water ShopSaat Tim Survey BWA dan Ketua Country Technology ,Trianto sedang berdiskusi terkait penempatan Bak untuk Watershop

Menurut penanggung jawab project BWA Darminto, perencanan sipil proyek ini diperkirakan selesai sepekan kedepan. sehingga pekerjaan pembangunan bak dan pipanisasi dapat dilaksanakan akhir Maret atau awal April 2014.

Mohon doa dari kaum Muslimin agar proyek pengembangan Gunungkidul 2 dapat berjalan sesuai rencana dan Allah memudahkan pelaksanaannya. “Kami juga mengajak para wakif untuk berpartisipasi menyukseskan proyek wakaf ini, sebagai passive income pahala yang akan senantiasa mengalir seiring mengalirnya air ke Karangnongko dan Temon,” pungkasnya.[]

Update #2: Hidran Umum di Karangnongko dan Temon Akan Dilengkapi Teknologi Prepaid Water Meter

Untuk memudahkan warga Dusun Karangnongko dan Dusun Temon mendapatkan air bersih, maka Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) membangun wakaf sarana air bersih yang menyalurkan air dari Gua Pego Dusun Tlogowarak ke dua dusun yang berlokasi di Kecamatan Giripurwo, Gunungkidul, DIY tersebut.

Air dari Gua Pego disalurkan ke bak penampung di Karangnongko. Air dari bak yang berkapasitas 30 ribu liter tersebut disalurkan ke delapan water shop (hidran umum). Empat berlokasi di Karangnongko dan empat di Temon. Sehingga sekitar 245 KK atau sekitar 980 jiwa di kedua dusun tersebut dapat mengakses air bersih dengan lebih dekat dan mudah.

digital water meterPurwarupa prepaid water meter untuk dipasang di hidran umum (water shop) project pembangunan wakaf sarana air bersih Gunung Kidul 2.

Uniknya, pembangunan hidran umum kali ini dilengkapi dengan teknologi canggih berupa prepaid water meter (meteran air prabayar). “Sehingga pemakaian dan pembelian air oleh warga dapat dipantau lebih akurat dengan cara prabayar” ungkap Trianto, perancang sistem DWM dari Country Tecnology, Yogyakarta, saat mempresentasikan sistem tersebut, Kamis (13/2) di Kantor Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), Jakarta.

Sistem prabayar ini diperlukan agar fasilitas air bersih bagi warga ini dapat terus terjaga dalam jangka panjang, adapun dana pembelian air ini akan digunakan untuk menutupi biaya operasional dan pemeliharaan sarana air bersih wakaf tersebut.

Setiap Kepala Keluarga (KK) disana akan  dibekali dengan NFC Tag (Near Field Communication) berbentuk gantungan kunci.  NFC Tag ini berisi “pulsa” yang dapat digunakan untuk membeli air secara otomatis di Hidran Umum yang dilengkapi dengan meteran air prabayar tadi.  Apabila “pulsa” dalam NFC Tag sudah habis dipakai membeli air maka warga dapat membeli pulsa lagi di agen air yang ada di desa tersebut.

skema water meter

Skema penerapan teknologi prepaid water meter

Menurut Hazairin, manajer fundraising BWA, sistem prabayar ini diperlukan agar nadzir wakaf  dapat melaksanakan kegiatan perawatan sarana air bersih dengan dana yang diperoleh dari masyarakat. “Tentu saja dengan tarif yang tidak memberatkan warga,” ungkapnya.

Sedangkan Darminto, penanggung jawab project BWA, menyatakan pembangunan bak penampung, pipanisasi ke delapan titik hidran umum serta pemasangan sistem meteran air prabayar ini akan dilaksanakan pada pertengahan Maret 2014. []

Updated #1: Genset Baru Menghemat Solar 40 Persen

Sejak mendapatkan wakaf genset berkapasitas  85 KVA dari Maziska Pelindo II, maka pengeluaran pengelola wakaf air untuk membeli solar lebih hemat 40 persen. Hal itu dinyatakan oleh Sunarto (59 tahun), penasihat organisasi pengelolaan wakaf sarana air bersih Gua Pego, Senin (11/11) di Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Genset merk Stanford Perkins wakaf dari Maziska Pelindo II, Tanjung Priok Jakarta.

Alhamdulillah  Majelis Amil Zakat dan Shadaqah (Maziska) Pelindo II Tanjung Priok, Jakarta, menyanggupi pengadaan wakaf genset berkapasitas 85 KVA. Melalui Ketua DKM Pelindo II Muhammad Iqbal, genset tersebut diserahkan kepada warga yang diterima secara simbolis oleh Sunarto pada 20 Oktober 2013.

Selain mewakafkan genset, Maziska Pelindo II juga mewakafkan mesin pompa transfer berkapasitas 32 meter kubik perjam. Dengan pompa tersebut maka hanya butuh waktu 2 jam untuk mengisi penuh bak berkapasitas 48 ribu liter. Mesin tersebut fungsinya untuk menaikan air dari bak di mulut gua ke Doleng1.

Pompa Air jenis Pompa Transfer wakaf dari Maziska Pelindo II, Tanjung Priok Jakarta

Dengan bantuan dari Maziska Pelindo II ini, maka proses pengembangan sarana air bersih untuk dusun Karangnongko dan Temon masih menyisakan pekerjaan pipanisasi, pembangunan bak utama dusun, dan hidran umum (water shop). Rencananya pipanisasi akan dilakukan pada Februari 2014.[]

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.